Bismillah, minta nasehatnya ustadz mengenai dai yang mengatakan bagi penuntut ilmu yang baru bljr, kalian bljr dlu dmn sja. jgn permasalahkan mengenai golongan2 dlu. Blm saatnya kalian bljr bgtu.
Jawab ;
Ini adalah ungkapan yang salah, krn ilmu itu diambil dari orang2 yang jelas kebenaran agama yang ia bawa.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله
_"Ilmu ini dibawa oleh orang-orang yang adilnya saja pada setiap generasinya."_
Sabtu, 21 Oktober 2017
Selasa, 10 Oktober 2017
MAKHLUK-MAKHLUK ALLAH YANG KEKAL
●●● MAKHLUK-MAKHLUK ALLAH YANG KEKAL ●●●
.
.
Di antara makhluk Allah yang Allah kehendaki untuk tidak hancur adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Imam Al-Barbahari Dalam Syarhus-Sunnah, beliau berkata:
وكل شيء مما أوجب الله عليه الفناء يفنى إلا الجنة والنار والعرش والكرسي والصور والقلم واللوح ليس يفنى شيء من هذا أبدا ثم يبعث الله الخلق على ما أماتهم عليه يوم القيامة يحاسبهم بما شاء فريق في الجنة وفريق في السعير ويقول لسائر الخلق ممن لم يخلق للبقاء كونوا ترابا
Artinya: “Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah -subhanahu wa ta’ala- kehancurannya maka akan hancur, kecuali:
1. Surga.
2. Neraka.
3. ‘Arsy.
4. Kursi.
5. Ruh.
6. Al-Qalam.
7. Al-Lauh Al-Mahfudz.
Tidak akan punah dari hal ini sedikitpun selama- lamanya. Kemudian pada hari kiamat Allah -subhanahu wata’ala- akan membangkitkan semua makhluk sesuai dengan keadaan mereka masing-masing ketika Allah -subhanahu wata’ala- mematikannya dahulu, dan Allah -subhanahu wata’ala- akan menghisab mereka dengan sekehendak-Nya. Sebagian di Surga dan sebagian di Neraka yang menyala-nyala dan Allah -subhanahu wata’ala- akan mengatakan kepada seluruh makhluk yang tidak diciptakan untuk kekal, “Jadilah kalian debu”.
___________
(Syarhus-Sunnah lil Imam Al-Barbahari, hal. 85)
.
Yang ke delapan adalah:
8. Tulang Ekor Manusia.
.
■■ 1. TENTANG SURGA
.
Allah berfirman:
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ إِلا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
Artinya: “Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya”.
___________
(QS. Hud: 108)
.
■■ 2. TENTANG NERAKA
.
Allah berfirman:
فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ إِلا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ
Artinya: “Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih, Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki”.
___________
(QS. Hud: 106-107)
.
■■ 3. TENTANG `ARSY
.
Allah berfirman:
وَتَرَى الْمَلائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam”.
___________
(QS. Az-Zumar: 75)
.
■■ 4. TENTANG KURSIY
.
Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- berkata:
الكرسي موضع القدمين ، والعرش لا يقدر أحد قدره
Artinya: “Al-Kursiy adalah tempat kedua kaki (Allah), sedangkan Arsya tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan ukurannya”.
___________
(Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Tauhid [1/248 no. 154] dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany dalam Mukhtashar Al-`Uluw, hal. 102).
.
Abu Musa Al-Asy'ari -radhiallahu `anhu- berkata:
الكرسي موضع القدمين، وله أطيطٌ كأطيطِ الرَّحْل
Artinya: “Al-Kursiy adalah tempat kedua kaki (Allah), dia memiliki suara gesekan seperti suara gesekan kendaraan tunggangan”.
___________
(Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam kitab As-Sunah, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Arasy. dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany dalam Mukhtashar Al-Uluw, hal. 123-124).
.
■■ 5. TENTANG RUH
.
Ruh adalah perkara yang seorang hamba tidaklah diberi pengetahuan kecuali sedikit saja, sebagaimana Allah berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا
Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”. (Surat Al-Israa’: 85).
.
Di antara para ulama` yang memegang pendapat bahwa ruh itu kekal adalah mereka berdalil dengan hadits-hadits Nabi –shallallahu `alaihi wa sallam- yang menjelaskan tentang adanya adzab dan nikmat bagi ruh seseorang setelah kematiannya sampai ruhnya di kembalikan ke jasadnya.
.
■■ 6. TENTANG AL-QALAM
.
Nabi –sallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:
إن أول ما حلق الله القلم, قل له: أكتب! قل: رب وماذا أكتب؟ قل: أكتب مقادير كل شيء حتى تقوم الساعة
Artinya: Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-qalam (pena), lalu Allah berfirman: Tulislah! Ia bertanya: Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?, Allah berfirman: Tulislah takdir segala sesuatu sampai terjadinya Kiamat”.
___________
(HR. Abu Dawud no. 4700, At-Tirmidzi no. 2155)
.
■■ 7. TENTANG AL-LAUH AL-MAHFUDZ
.
Allah berfirman:
وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya: “Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)”.
___________
(QS. An-Naml: 75).
.
Para ulama` juga menyebutkan tentang dalil kekalnyanya Al-Qalam dan Al-Lauh Al-Mahfudz adalah berdasarkan hadits Nabi –sallallahu`alaihi wa sallam-:
كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ ، وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ
Artinya: “Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada, dan `Arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi, dan menulis di al-lauh al-mahfudz tentang segala perkara”.
___________
(HR. Al-Bukhari no. 7418)
.
■■ 8. TENTANG TULANG EKOR (sulbi)
.
Rasulullah –sallallahu`alaihi wa sallam-bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ
Artinya: “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dirakit kembali”.
___________
(HR. Muslim no 2955).
.
Allahu A`lam.
.
|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Senin 19 Al-Muharram 1439 H/09 Oktober 2017 M.
.
.
Di antara makhluk Allah yang Allah kehendaki untuk tidak hancur adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Imam Al-Barbahari Dalam Syarhus-Sunnah, beliau berkata:
وكل شيء مما أوجب الله عليه الفناء يفنى إلا الجنة والنار والعرش والكرسي والصور والقلم واللوح ليس يفنى شيء من هذا أبدا ثم يبعث الله الخلق على ما أماتهم عليه يوم القيامة يحاسبهم بما شاء فريق في الجنة وفريق في السعير ويقول لسائر الخلق ممن لم يخلق للبقاء كونوا ترابا
Artinya: “Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah -subhanahu wa ta’ala- kehancurannya maka akan hancur, kecuali:
1. Surga.
2. Neraka.
3. ‘Arsy.
4. Kursi.
5. Ruh.
6. Al-Qalam.
7. Al-Lauh Al-Mahfudz.
Tidak akan punah dari hal ini sedikitpun selama- lamanya. Kemudian pada hari kiamat Allah -subhanahu wata’ala- akan membangkitkan semua makhluk sesuai dengan keadaan mereka masing-masing ketika Allah -subhanahu wata’ala- mematikannya dahulu, dan Allah -subhanahu wata’ala- akan menghisab mereka dengan sekehendak-Nya. Sebagian di Surga dan sebagian di Neraka yang menyala-nyala dan Allah -subhanahu wata’ala- akan mengatakan kepada seluruh makhluk yang tidak diciptakan untuk kekal, “Jadilah kalian debu”.
___________
(Syarhus-Sunnah lil Imam Al-Barbahari, hal. 85)
.
Yang ke delapan adalah:
8. Tulang Ekor Manusia.
.
■■ 1. TENTANG SURGA
.
Allah berfirman:
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ إِلا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
Artinya: “Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya”.
___________
(QS. Hud: 108)
.
■■ 2. TENTANG NERAKA
.
Allah berfirman:
فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ إِلا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ
Artinya: “Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih, Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki”.
___________
(QS. Hud: 106-107)
.
■■ 3. TENTANG `ARSY
.
Allah berfirman:
وَتَرَى الْمَلائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam”.
___________
(QS. Az-Zumar: 75)
.
■■ 4. TENTANG KURSIY
.
Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- berkata:
الكرسي موضع القدمين ، والعرش لا يقدر أحد قدره
Artinya: “Al-Kursiy adalah tempat kedua kaki (Allah), sedangkan Arsya tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan ukurannya”.
___________
(Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Tauhid [1/248 no. 154] dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany dalam Mukhtashar Al-`Uluw, hal. 102).
.
Abu Musa Al-Asy'ari -radhiallahu `anhu- berkata:
الكرسي موضع القدمين، وله أطيطٌ كأطيطِ الرَّحْل
Artinya: “Al-Kursiy adalah tempat kedua kaki (Allah), dia memiliki suara gesekan seperti suara gesekan kendaraan tunggangan”.
___________
(Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam kitab As-Sunah, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Arasy. dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albany dalam Mukhtashar Al-Uluw, hal. 123-124).
.
■■ 5. TENTANG RUH
.
Ruh adalah perkara yang seorang hamba tidaklah diberi pengetahuan kecuali sedikit saja, sebagaimana Allah berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا
Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”. (Surat Al-Israa’: 85).
.
Di antara para ulama` yang memegang pendapat bahwa ruh itu kekal adalah mereka berdalil dengan hadits-hadits Nabi –shallallahu `alaihi wa sallam- yang menjelaskan tentang adanya adzab dan nikmat bagi ruh seseorang setelah kematiannya sampai ruhnya di kembalikan ke jasadnya.
.
■■ 6. TENTANG AL-QALAM
.
Nabi –sallallahu`alaihi wa sallam- bersabda:
إن أول ما حلق الله القلم, قل له: أكتب! قل: رب وماذا أكتب؟ قل: أكتب مقادير كل شيء حتى تقوم الساعة
Artinya: Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-qalam (pena), lalu Allah berfirman: Tulislah! Ia bertanya: Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?, Allah berfirman: Tulislah takdir segala sesuatu sampai terjadinya Kiamat”.
___________
(HR. Abu Dawud no. 4700, At-Tirmidzi no. 2155)
.
■■ 7. TENTANG AL-LAUH AL-MAHFUDZ
.
Allah berfirman:
وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya: “Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)”.
___________
(QS. An-Naml: 75).
.
Para ulama` juga menyebutkan tentang dalil kekalnyanya Al-Qalam dan Al-Lauh Al-Mahfudz adalah berdasarkan hadits Nabi –sallallahu`alaihi wa sallam-:
كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ ، وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ
Artinya: “Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada, dan `Arsy-Nya berada di atas air, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi, dan menulis di al-lauh al-mahfudz tentang segala perkara”.
___________
(HR. Al-Bukhari no. 7418)
.
■■ 8. TENTANG TULANG EKOR (sulbi)
.
Rasulullah –sallallahu`alaihi wa sallam-bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ
Artinya: “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dirakit kembali”.
___________
(HR. Muslim no 2955).
.
Allahu A`lam.
.
|Abu Uwais Musaddad
|Kotaraya, Senin 19 Al-Muharram 1439 H/09 Oktober 2017 M.
JANGAN KHAWATIR AKAN REZEKI KELUARGAMU
_*JANGAN KHAWATIR AKAN REZEKI KELUARGAMU.*_
*Hatim Al-Ashom* rahimahullah berkata :
*لي أربعة نسوة وتسعة أولاد,*
*ما طمع الشيطان أن يوسوس لي في شيء من أرزاقهم.*
Aku memiliki 4 istri dan 9 anak.
Akan tetapi syaithon tidak mampu membisikkan was-was kepadaku akan rezeki mereka.
📚.Sumber :
*Tarikhul Islam : 17/119.*
——————————————
Sahl Abu 'abdillah
*Hatim Al-Ashom* rahimahullah berkata :
*لي أربعة نسوة وتسعة أولاد,*
*ما طمع الشيطان أن يوسوس لي في شيء من أرزاقهم.*
Aku memiliki 4 istri dan 9 anak.
Akan tetapi syaithon tidak mampu membisikkan was-was kepadaku akan rezeki mereka.
📚.Sumber :
*Tarikhul Islam : 17/119.*
——————————————
Sahl Abu 'abdillah
Sabtu, 07 Oktober 2017
Dialog Sheikh dan pria Ingris...
DIALOG SHEIKH DAN PRIA INGGRIS...
Seorang pria Inggris datang ke seorang Sheikh dan bertanya:
Mengapa tidak diperbolehkan dalam Islam bagi perempuan
untuk berjabat tangan dengan seorang pria?
Sheikh menjawab: Dapatkah Anda berjabat tangan dengan
Ratu Elizabeth?
Orang Inggris berkata: Tentu saja tidak, hanya ada orang-
orang tertentu yang bisa berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth
Sheikh menjawab: Wanita kami adalah ratu dan ratu tidak
berjabat tangan dengan laki-laki asing.
Kemudian pria Inggris bertanya lagi: Mengapa gadis-gadis muslim
menutupi tubuh mereka dan rambutnya?
Sang Sheikh tersenyum dan mengambil dua permen, ia membuka yang
pertama dan yang lain dibiarkan terbungkus. Dia melemparkan
keduanya di lantai berdebu dan bertanya pd orang Inggris itu:
Jika saya meminta Anda untuk mengambil salah satu permen,mana yang akan Anda pilih?
Orang Inggris menjawab:
Tentu saja yang tertutup.
Sheikh mengatakan:
Itulah cara kami melihat wanita di islam.
Dengan pakaian menutupi aurat, derajat perempuan islam lebih baik daripada tidak tertutup.
=================================
Jumat, 25 Agustus 2017
Ringkasan Tata Cara Sholat Gerhana
🌘 Ringkasan Tata Cara Sholat Gerhana 🌒
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1) Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala, melafazkannya termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama).
2) Takbiratul ihram.
3) Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara pelan.
4) Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.
5) Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.
6) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”
7) Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.
8) Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
9) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini.
10) Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.
11) Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.
12) Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.
13) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk raka'at kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama.
14) Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.
15) Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak do'a, dzikir dan sedekah.
📝 #Beberapa_Faidah:
16) Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 8241).
17) Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9241).
18) Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 4041, 5041).
19) Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 2241).
20) Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9931).
21) Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 0341, 1341).
22) Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9141).
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/ringkasan-tata-cara-sholat-gerhana/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
Sabtu, 29 Juli 2017
Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah Untuk Mayyit Wanita Sesuai Sunnah
Bgmn tata cara penyelenggaraan jenazah utk mayyit wanita sesuai sunnah ??
Jawab:
Hukum asalnya pengurusan jenazah laki-laki dan perempuan adalah sama kecuali jika ada dalil yang membedakan.
Berkata Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:
فالأصل تساوي الرجال والنساء في جميع الأحكام ، إلا ما دلّ عليه الدليل
Hukum asalnya adalah persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hukum syariat, kecuali jika ada dalil yang menunjukkan (perbedaannya).
(Asy-Syarh Al-Mumti':5/312)
Berikut ini adalah secara ringkas pengurusan jenazah wanita:
Pertama: Memandikan
1-Memilih tempat yang tertutup, jauh dari pandangan orang, tidak disaksikan kecuali oleh orang yang memandikan dan yang membantunya.
2-melepaskan pakaiannya setelah diletakkan kain di atas tubuhnya sebagai penutup aurat ketika terbuka pakaiannya,
3-menjadikan mayat agak setengah duduk, lalu menekan perut mayat agar sisa-sisa kotoran keluar, kemudian dilakukan istinja’ (membersihkan qubul dan dubur) terhadap mayit dan dibersihkan kotorannya (dengan memakai sarung tangan).
4-Sesudah itu diwudhukan seperti wudhu ketika akan shalat. Akan tetapi, tidak dimasukkan air ke dalam mulut dan hidungnya, namun diambil kain yang dibasahi dengan air, lalu dipakai untuk menggosokkan giginya dan bagian dalam hidungnya,
5-Kemudian membasuh kepala dan seluruh tubuhnya. Dimulai dari bagian kanan.
6-Yang wajib dalam memandikan adalah sekali siraman. Dan yang sunnahnya adalah tiga kali, atau lima kali, atau tujuh kali dan seterusnya dengan hitungan ganjil sesuai kebutuhan,
7-Dan disunnahkan untuk mencampur sebagian air dengan daun bidara atau lainnya seperti sabun.
8-Hendaknya pada siraman yang terakhir dicampurkan kapur barus atau wewangian lainnya.
9-Melepaskan ikatan rambut, kemudian menyisir rambutnya dan mengikat rambutnya menjadi tiga ikatan dan meletakkan di belakangnya.
10. Disunnahkan mandi ketika selesai memandikan mayit bagi orang yang memandikan.
Kedua: Mengkafani
1-Yang wajib dari kain kafan adalah yang menutup seluruh tubuhnya. yaitu kafan yang bersih, tebal, menutupi tubuh jenazah dan sederhana (tidak bermewah-mewahan)
2-disunnahkan untuk mengkafani dengan 3 lembar kain kafan putih,
3-kain kafan tersebut diberi
wangi-wangian,
4-kain kafan tersebut disusun satu sama lainnya, kemudian mayatnya di letakkan di atasnya,
5-memberi wangi-wangian pada anggota sujudnya,
6-meletakan kapas yang telah diberi wangi-wangian di kedua matanya, lubang hidung, dan mulut.
6- kemudian diselimutkan kain kafan tersebut satu persatu ke mayat. Lalu mengikat ujung kain bagian kepala dan kaki dan tengahnya.
Jika mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa sunnahnya bagi mayat wanita adalah 5 lembar kain kafan, maka: 1 lembar untuk sarung, 1 lembar untuk gamis, 1 lembar untuk kerudung, kemudian 2 lembar untuk pembungkus. Dimulai dengan membungkuskan sarungnya, kemudian gamisnya, lalu kerudungnya, setelah itu dibungkus dengan 2 lembar kain kafan. (Dalam masalah ini ada keluasan, sekalipun pendapat yang kuat adalah 3 lembar kain kafan).
Jika telah selesai, maka siap untuk dishalati kemudian dikuburkan.
والله أعلم.
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma'bar-Yaman.
Jawab:
Hukum asalnya pengurusan jenazah laki-laki dan perempuan adalah sama kecuali jika ada dalil yang membedakan.
Berkata Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:
فالأصل تساوي الرجال والنساء في جميع الأحكام ، إلا ما دلّ عليه الدليل
Hukum asalnya adalah persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hukum syariat, kecuali jika ada dalil yang menunjukkan (perbedaannya).
(Asy-Syarh Al-Mumti':5/312)
Berikut ini adalah secara ringkas pengurusan jenazah wanita:
Pertama: Memandikan
1-Memilih tempat yang tertutup, jauh dari pandangan orang, tidak disaksikan kecuali oleh orang yang memandikan dan yang membantunya.
2-melepaskan pakaiannya setelah diletakkan kain di atas tubuhnya sebagai penutup aurat ketika terbuka pakaiannya,
3-menjadikan mayat agak setengah duduk, lalu menekan perut mayat agar sisa-sisa kotoran keluar, kemudian dilakukan istinja’ (membersihkan qubul dan dubur) terhadap mayit dan dibersihkan kotorannya (dengan memakai sarung tangan).
4-Sesudah itu diwudhukan seperti wudhu ketika akan shalat. Akan tetapi, tidak dimasukkan air ke dalam mulut dan hidungnya, namun diambil kain yang dibasahi dengan air, lalu dipakai untuk menggosokkan giginya dan bagian dalam hidungnya,
5-Kemudian membasuh kepala dan seluruh tubuhnya. Dimulai dari bagian kanan.
6-Yang wajib dalam memandikan adalah sekali siraman. Dan yang sunnahnya adalah tiga kali, atau lima kali, atau tujuh kali dan seterusnya dengan hitungan ganjil sesuai kebutuhan,
7-Dan disunnahkan untuk mencampur sebagian air dengan daun bidara atau lainnya seperti sabun.
8-Hendaknya pada siraman yang terakhir dicampurkan kapur barus atau wewangian lainnya.
9-Melepaskan ikatan rambut, kemudian menyisir rambutnya dan mengikat rambutnya menjadi tiga ikatan dan meletakkan di belakangnya.
10. Disunnahkan mandi ketika selesai memandikan mayit bagi orang yang memandikan.
Kedua: Mengkafani
1-Yang wajib dari kain kafan adalah yang menutup seluruh tubuhnya. yaitu kafan yang bersih, tebal, menutupi tubuh jenazah dan sederhana (tidak bermewah-mewahan)
2-disunnahkan untuk mengkafani dengan 3 lembar kain kafan putih,
3-kain kafan tersebut diberi
wangi-wangian,
4-kain kafan tersebut disusun satu sama lainnya, kemudian mayatnya di letakkan di atasnya,
5-memberi wangi-wangian pada anggota sujudnya,
6-meletakan kapas yang telah diberi wangi-wangian di kedua matanya, lubang hidung, dan mulut.
6- kemudian diselimutkan kain kafan tersebut satu persatu ke mayat. Lalu mengikat ujung kain bagian kepala dan kaki dan tengahnya.
Jika mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa sunnahnya bagi mayat wanita adalah 5 lembar kain kafan, maka: 1 lembar untuk sarung, 1 lembar untuk gamis, 1 lembar untuk kerudung, kemudian 2 lembar untuk pembungkus. Dimulai dengan membungkuskan sarungnya, kemudian gamisnya, lalu kerudungnya, setelah itu dibungkus dengan 2 lembar kain kafan. (Dalam masalah ini ada keluasan, sekalipun pendapat yang kuat adalah 3 lembar kain kafan).
Jika telah selesai, maka siap untuk dishalati kemudian dikuburkan.
والله أعلم.
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma'bar-Yaman.
Jumat, 28 Juli 2017
NASEHATKU PADA ORANG YANG MENGAKU ATAU MEMPERCAYAI ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI PERKARA GAIB DARI KALANGAN TUKANG SIHIR DAN SELAINNYA
بسم الله الرحمن الرحيم
┅┅✹✹🔮🔮🔮✹✹┅┅
*NASEHATKU PADA ORANG YANG MENGAKU ATAU MEMPERCAYAI ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI PERKARA GAIB DARI KALANGAN TUKANG SIHIR DAN SELAINNYA*
┅┅✹✹🔮🔮🔮✹✹┅┅
```Dan yang diinginkan dari gaib disini adalah perkara yang terluputkan dari manusia pada perkara yang akan datang atau yang telah terjadi yang mereka tidak mengetahui dan melihatnya.
Salah satu bentuk ketidakbenaran yang banyak tersebar di masyarakat kita adalah pengakuan sebagian orang seperti tukang sihir dan selainnya, bahwa dia mengetahui ilmu gaib.
Dan dalam Islam sudah dijelaskan secara panjang lebar bahwa tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah ta`ala semata. Dan di antara dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut:```
```(1) Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
_"Dan katakanlah-wahai Rasul-tidak ada yang mengetahui perkara gaib, baik yang ada di langit maupun di bumi, kecuali Allah semata."_
*(QS. An-Naml : 65)*
```(2) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
_"Dan di sisi-Nya perkara gaib dan tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah semata."_
*(QS. Al-An'am : 59)*
```(3) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّه
_"Dan katakanlah (wahai Rasul), bahwa perkara gaib hanyalah Allah yang mengetahuinya."_
*(QS. Yunus : 20)*
```(4) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْض
_"Dan milik Allahlah perkara gaib yang ada di langit dan di bumi."_
*(QS. An-Nahl : 77)*
```(5) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ
_"Dan tidaklah mungkin Allah memperlihatkan pada kalian perkara gaib."_
*(QS. Ali `Imron : 179)
```(6) Dan termasuk perkara gaib adalah ilmu tentang waktu tegaknya hari kiamat dan hal tersebut tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah semata.
Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ
_"Hanya Allah semata yang mengetahui waktu tegaknya hari kiamat."_
*(QS. Luqman : 34)*
```Juga berfirman;```
إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَة
ِ
_"Dan hanya kepada Allah sematalah dikembalikan ilmu tentang tegaknya hari kiamat."_
*(QS. Fushilat : 47)*
وَعِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
_"Dan hanya kepada-Nya yang memiliki ilmu akan tegaknya hari kiamat dan kepada-Nya kalian akan dikembalikan."_
*(Qs. Al-Zukhruf : 85)*
```Dan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shollallâhu `alaihi wasallam bersabda;```
ولا يعلم متى تقوم الساعة إلا الله "
_"Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, kecuali Allah semata."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 4697)*
```Dan dalam hadits Umar; Saat Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam ditanya oleh Malaikat Jibril tentang waktu tegaknya hari kiamat, maka beliau shollallahu `alaihi wasallama bersabda;```
ما المسؤول عنها بأعلم من السائل
_"Tidaklah yang ditanya (yaitu Rasulullah shollallahu `alaihi wasallama) lebih mengetahui dari pada penanya (yaitu Malaikat Jibril). Maksudnya mereka sama-sama tidak mengetahui kapan tegaknya hari kiamat."_ *(Diriwayatkan Imam Muslim : 8; dan diriwayatkan Imam Bukhori : 50; dan Imam Muslim : 9 dari sahabat Abu Huroiroh)*
```Berkata Ibnu Rajab:```
أن علم الخلق كلهم في وقت الساعة سواء، وهذه إشارة إلى أن الله تعالى استأثر بعلمها
_"Bahwa para makhluk sama-sama tidak mengetahui tentang tegaknya hari kiamat dan ini merupakan isyarat bahwa Allah menyembunyikan ilmu akan tegaknya hari kiamat."_
*Lihat :*
*(1) Jaamiul Ilmi wal Hikam, hal. 85,*
*(2) Fathul Bari karangan Ibnu Rajab 1/215*
(7) ```Dan Rasulullah shollallâhu 'alaihi wasallam tidaklah mengetahui perkara gaib. Sebagaimana Allah subhânahû wa ta' âla berfirman;```
قُل لَّا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ الله وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْب
_"Dan katakanlah (wahai Rasul), bahwa saya tidak memiliki perbendaharaan Allah dan tidak mengetahui perkara gaib."_
*(QS. Al-An`am : 50)*
```Juga berfirman, ```
قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْر وَمَا مَسَّنِيَ السُّوء
_"Dan katalah (wahai Rasul), bahwa saya tidak memiliki sesuatu yang bisa bermanfaat atau bermudarat pada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki; Dan kalaulah saya mengetahui perkara gaib niscaya saya akan memperbanyak amalan kebaikan dan tidak akan ditimpa kejelekan."ِ_
*(QS. Al-Al`A'rof : 188)*
```
Maka bagaimana selain beliau bisa mengetahui ilmu gaib??
Hanya saja Allah memperlihatkan sebagian perkara gaib pada manusia pilihan dari kalangan para Rasul sebagai penguat apa yang mereka emban. Allah subhânahû wa ta'ala berfirman:```
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُول
_"Dan hanya Allah sematalah yang mengetahui perkara gaib dan tidak menampakkan perkara gaib tersebut kecuali pada sebagian orang yang Allah ridhai dari kalangan para Rasul."_
*(QS. Al-Jin : 26-27)*
```Berkata Syaikh Shalih Al-Fauzan:```
لا يطلع على شيء من الغيب إلا من اصطفاه لرسالته فيظهر على ما يشاء من الغيب لأنه يستعدل على نبوته بالمعجزات التي منها الإخبار عن الغيب الذي يطلعه الله عليه وهذا يعم الرسل الملكي والبشري ولا يطلع غيرهم لدليل الحصر
_"Dan Allah tidaklah memperlihatkan perkara gaib, kecuali yang Allah pilih untuk mengemban kerasulan; Maka Allah menampakkan sebagian perkara gaib karena untuk memperkuat kenabiannya dengan perkara yang manusia tidak bisa melakukannya; Dan diantaranya mengkhabarkan perkara gaib dan ini mencakup rasul dari kalangan malaikat dan rasul dari kalangan manusia dan tidak memperlihatkannya pada selain keduanya karena Allah hanya menyecualikan mereka."_
*(Lihat Kitabul Tauhid karangan beliau : 30)*
```
Tapi nanti ada yang berkata sebagian tukang sihir atau orang tertentu mengetahui perkara gaib, seperti tempat barang yang dicuri dan selainnya. Maka dikatakan bahwa hal tersebut adalah berita yang dicuri oleh wali/kekasih mereka dari kalangan jin. Sebagaimana hadits Aisyah radhiyallâhu anhâ:```
سأل أناس النبي صلى الله عليه وسلم عن الكهان، فقال: «إنهم ليسوا بشيء»، فقالوا: يا رسول الله، فإنهم يحدثون بالشيء يكون حقا
_"Bahwa sebagian manusia bertanya pada Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam tentang dukun (yang mengaku mengetahui perkara gaib), maka Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda, "Mereka tidak memiliki ilmu tentang perkara gaib." Maka mereka berkata: "Tapi terkadang mereka mengatakan sesuatu dan terjadi sesuai apa yang mereka kabarkan." Maka Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda:_
تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني، فيقرقرها في أذن وليه كقرقرة الدجاجة، فيخلطون فيه أكثر من مائة كذبة "
_"Itu merupakan sesuatu dari kebenaran yang dicuri oleh jin, kemudian dia sampaikan di telinga walinya (dan suara saat disampaikan pada pada telinganya seperti suara ayam) dari kalangan dukun dan tukang sihir, lalu jin tersebut tambahkan dalam kebenaran tersebut sekitar seratus kedustaan."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 7561, dan Muslim : 2228)*
```
Maka wajarlah terkadang tukang sihir benar apa yang dia sampaikan.
Dan orang yang mengaku mengetahui perkara gaib bisa terjatuh pada kekafiran. Berkata Syaikh Sholih Al-Fauzan;```
من ادعى علم الغيب أو صدق من يدعيه فهو مشرك كافر لأنه يدعي مشاركة الله فيما هو من خصائصه
_"Barang siapa mengaku mengetahui perkara gaib, maka dia musyrik dan kafir karena mengaku mengetahui sesuatu yang merupakan kekhususan Allah."_
*(Lihat Kitabul Tauhid karangan beliau : 31)*
```Maka nasehatku pada saudara dan saudari muslimah yang mungkin percaya pada mereka untuk segera bertaubat dan jangan percaya pada mereka lagi. Seandainya engkau mati kesakitan, maka itu lebih baik daripada hidup tapi tergantung dan percaya pada tukang sihir dan semisalnya.
Begitu pula saya nasehatkan pada tukang sihir untuk segera bertaubat sebelum meninggal karena anda tidak tahu kapan ajal menjemputmu. Allah subhânahû wa ta'ala berfirman;```
((فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون ))
_"Dan jika datang ajal mereka, maka tidak bisa diakhirkan walau sesaat dan tidak bisa pula dimajukan."_
*(QS. An-Nahl : 61)*
```Ingatlah panasnya neraka. Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Huroiroh:```
ناركم جزء من سبعين جزءا من نار جهنم»، قيل يا رسول الله إن كانت لكافية قال: «فضلت عليهن بتسعة وستين جزءا كلهن مثل حرها
_"Api dunia merupakan satu bagian dari 70 bagian panasnya api neraka. Maka dikatakan padanya, "Wahai Rasulullah, api dunia sudah cukup panas, maka Beliau shollallahu `alaihi wasallam bersabda, "Panasnya api neraka dilipat gandakan menjadi 69 kali dibandingkan panasnya api dunia."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 3265, dan Muslim, 2843)*
```Wahai saudara dan saudariku yang saya hormati sesungguhnya kami dari kalangan Salafi (Ahlussunnah wal Jamaah) hanyalah menginginkan pahala dari Allah semata dan menginginkan pada kalian kebaikan tanpa mengharapkan dari kalian harta dan lainnya.
Sebagaimana Allah subhânahû wa ta'ala berfirman tentang Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam :```
( قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ )
_"Maka katakanlah (wahai Rasul), "Dan saya tidaklah meminta pada kalian upah dalam dakwahku; Dan saya juga bukanlah orang yang memaksakan diri pada perkara yang tidak ada padaku atau yang tidak saya ketahui."_
*(QS. Shod : 86)*
```Dan yang kami minta adalah agar kalian menerima nasehat kami agar kita semua selamat di dunia dan di akhirat. Dan jika kalian tidak bertaubat, niscaya kalian akan menyesal. Sadar atau tidak dan kami hanya katakan sebagaimana firman-Nya:```
( فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّه)
_"Niscaya kalian akan ingat apa yang saya nasehatkan ini dan saya serahkan segala urusanku hanya pada Allah."_
*(QS.Ghofiir : 44)*
_______________
*Catatan yang sangat penting:*
Tidak boleh bermudah-mudahan dalam mengkafirkan orang yang asalnya seorang muslim. Kita hanya boleh mengatakan/mensifati secara umum bahwa orang meninggalkan shalat atau pelaku sihir kafir, tapi tidak boleh menvonisnya secara individu sebagai kafir. Misalnya tidak boleh kita mengatakan pada seorang yang mengaku beragama islam tapi tidak shalat, *"wahai kafir"* karena harus terpenuhi syarat dan tidak ada penghalang untuk dikafirkan dan seperti ini dikembalikan pada ulama seperti Syaikh Sholih Al-Fauzan, dll.
--------------------------------------------
✍🏻 Penulis :
*Ustadz Abu Bakar Rafi` bin Ladukani Al-Buthoniy Hafidzahullah*
=====================
☝🏻 Bantu penyebaran artikel ini, semoga mendapatkan pahala yang serupa.
_______________
┅┅✹✹🔮🔮🔮✹✹┅┅
*NASEHATKU PADA ORANG YANG MENGAKU ATAU MEMPERCAYAI ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI PERKARA GAIB DARI KALANGAN TUKANG SIHIR DAN SELAINNYA*
┅┅✹✹🔮🔮🔮✹✹┅┅
```Dan yang diinginkan dari gaib disini adalah perkara yang terluputkan dari manusia pada perkara yang akan datang atau yang telah terjadi yang mereka tidak mengetahui dan melihatnya.
Salah satu bentuk ketidakbenaran yang banyak tersebar di masyarakat kita adalah pengakuan sebagian orang seperti tukang sihir dan selainnya, bahwa dia mengetahui ilmu gaib.
Dan dalam Islam sudah dijelaskan secara panjang lebar bahwa tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah ta`ala semata. Dan di antara dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut:```
```(1) Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
_"Dan katakanlah-wahai Rasul-tidak ada yang mengetahui perkara gaib, baik yang ada di langit maupun di bumi, kecuali Allah semata."_
*(QS. An-Naml : 65)*
```(2) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
_"Dan di sisi-Nya perkara gaib dan tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah semata."_
*(QS. Al-An'am : 59)*
```(3) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّه
_"Dan katakanlah (wahai Rasul), bahwa perkara gaib hanyalah Allah yang mengetahuinya."_
*(QS. Yunus : 20)*
```(4) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْض
_"Dan milik Allahlah perkara gaib yang ada di langit dan di bumi."_
*(QS. An-Nahl : 77)*
```(5) Juga Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ
_"Dan tidaklah mungkin Allah memperlihatkan pada kalian perkara gaib."_
*(QS. Ali `Imron : 179)
```(6) Dan termasuk perkara gaib adalah ilmu tentang waktu tegaknya hari kiamat dan hal tersebut tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah semata.
Allah subhânahû wa ta'âla berfirman;```
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ
_"Hanya Allah semata yang mengetahui waktu tegaknya hari kiamat."_
*(QS. Luqman : 34)*
```Juga berfirman;```
إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَة
ِ
_"Dan hanya kepada Allah sematalah dikembalikan ilmu tentang tegaknya hari kiamat."_
*(QS. Fushilat : 47)*
وَعِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
_"Dan hanya kepada-Nya yang memiliki ilmu akan tegaknya hari kiamat dan kepada-Nya kalian akan dikembalikan."_
*(Qs. Al-Zukhruf : 85)*
```Dan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shollallâhu `alaihi wasallam bersabda;```
ولا يعلم متى تقوم الساعة إلا الله "
_"Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, kecuali Allah semata."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 4697)*
```Dan dalam hadits Umar; Saat Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam ditanya oleh Malaikat Jibril tentang waktu tegaknya hari kiamat, maka beliau shollallahu `alaihi wasallama bersabda;```
ما المسؤول عنها بأعلم من السائل
_"Tidaklah yang ditanya (yaitu Rasulullah shollallahu `alaihi wasallama) lebih mengetahui dari pada penanya (yaitu Malaikat Jibril). Maksudnya mereka sama-sama tidak mengetahui kapan tegaknya hari kiamat."_ *(Diriwayatkan Imam Muslim : 8; dan diriwayatkan Imam Bukhori : 50; dan Imam Muslim : 9 dari sahabat Abu Huroiroh)*
```Berkata Ibnu Rajab:```
أن علم الخلق كلهم في وقت الساعة سواء، وهذه إشارة إلى أن الله تعالى استأثر بعلمها
_"Bahwa para makhluk sama-sama tidak mengetahui tentang tegaknya hari kiamat dan ini merupakan isyarat bahwa Allah menyembunyikan ilmu akan tegaknya hari kiamat."_
*Lihat :*
*(1) Jaamiul Ilmi wal Hikam, hal. 85,*
*(2) Fathul Bari karangan Ibnu Rajab 1/215*
(7) ```Dan Rasulullah shollallâhu 'alaihi wasallam tidaklah mengetahui perkara gaib. Sebagaimana Allah subhânahû wa ta' âla berfirman;```
قُل لَّا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ الله وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْب
_"Dan katakanlah (wahai Rasul), bahwa saya tidak memiliki perbendaharaan Allah dan tidak mengetahui perkara gaib."_
*(QS. Al-An`am : 50)*
```Juga berfirman, ```
قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْر وَمَا مَسَّنِيَ السُّوء
_"Dan katalah (wahai Rasul), bahwa saya tidak memiliki sesuatu yang bisa bermanfaat atau bermudarat pada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki; Dan kalaulah saya mengetahui perkara gaib niscaya saya akan memperbanyak amalan kebaikan dan tidak akan ditimpa kejelekan."ِ_
*(QS. Al-Al`A'rof : 188)*
```
Maka bagaimana selain beliau bisa mengetahui ilmu gaib??
Hanya saja Allah memperlihatkan sebagian perkara gaib pada manusia pilihan dari kalangan para Rasul sebagai penguat apa yang mereka emban. Allah subhânahû wa ta'ala berfirman:```
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُول
_"Dan hanya Allah sematalah yang mengetahui perkara gaib dan tidak menampakkan perkara gaib tersebut kecuali pada sebagian orang yang Allah ridhai dari kalangan para Rasul."_
*(QS. Al-Jin : 26-27)*
```Berkata Syaikh Shalih Al-Fauzan:```
لا يطلع على شيء من الغيب إلا من اصطفاه لرسالته فيظهر على ما يشاء من الغيب لأنه يستعدل على نبوته بالمعجزات التي منها الإخبار عن الغيب الذي يطلعه الله عليه وهذا يعم الرسل الملكي والبشري ولا يطلع غيرهم لدليل الحصر
_"Dan Allah tidaklah memperlihatkan perkara gaib, kecuali yang Allah pilih untuk mengemban kerasulan; Maka Allah menampakkan sebagian perkara gaib karena untuk memperkuat kenabiannya dengan perkara yang manusia tidak bisa melakukannya; Dan diantaranya mengkhabarkan perkara gaib dan ini mencakup rasul dari kalangan malaikat dan rasul dari kalangan manusia dan tidak memperlihatkannya pada selain keduanya karena Allah hanya menyecualikan mereka."_
*(Lihat Kitabul Tauhid karangan beliau : 30)*
```
Tapi nanti ada yang berkata sebagian tukang sihir atau orang tertentu mengetahui perkara gaib, seperti tempat barang yang dicuri dan selainnya. Maka dikatakan bahwa hal tersebut adalah berita yang dicuri oleh wali/kekasih mereka dari kalangan jin. Sebagaimana hadits Aisyah radhiyallâhu anhâ:```
سأل أناس النبي صلى الله عليه وسلم عن الكهان، فقال: «إنهم ليسوا بشيء»، فقالوا: يا رسول الله، فإنهم يحدثون بالشيء يكون حقا
_"Bahwa sebagian manusia bertanya pada Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam tentang dukun (yang mengaku mengetahui perkara gaib), maka Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda, "Mereka tidak memiliki ilmu tentang perkara gaib." Maka mereka berkata: "Tapi terkadang mereka mengatakan sesuatu dan terjadi sesuai apa yang mereka kabarkan." Maka Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda:_
تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني، فيقرقرها في أذن وليه كقرقرة الدجاجة، فيخلطون فيه أكثر من مائة كذبة "
_"Itu merupakan sesuatu dari kebenaran yang dicuri oleh jin, kemudian dia sampaikan di telinga walinya (dan suara saat disampaikan pada pada telinganya seperti suara ayam) dari kalangan dukun dan tukang sihir, lalu jin tersebut tambahkan dalam kebenaran tersebut sekitar seratus kedustaan."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 7561, dan Muslim : 2228)*
```
Maka wajarlah terkadang tukang sihir benar apa yang dia sampaikan.
Dan orang yang mengaku mengetahui perkara gaib bisa terjatuh pada kekafiran. Berkata Syaikh Sholih Al-Fauzan;```
من ادعى علم الغيب أو صدق من يدعيه فهو مشرك كافر لأنه يدعي مشاركة الله فيما هو من خصائصه
_"Barang siapa mengaku mengetahui perkara gaib, maka dia musyrik dan kafir karena mengaku mengetahui sesuatu yang merupakan kekhususan Allah."_
*(Lihat Kitabul Tauhid karangan beliau : 31)*
```Maka nasehatku pada saudara dan saudari muslimah yang mungkin percaya pada mereka untuk segera bertaubat dan jangan percaya pada mereka lagi. Seandainya engkau mati kesakitan, maka itu lebih baik daripada hidup tapi tergantung dan percaya pada tukang sihir dan semisalnya.
Begitu pula saya nasehatkan pada tukang sihir untuk segera bertaubat sebelum meninggal karena anda tidak tahu kapan ajal menjemputmu. Allah subhânahû wa ta'ala berfirman;```
((فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون ))
_"Dan jika datang ajal mereka, maka tidak bisa diakhirkan walau sesaat dan tidak bisa pula dimajukan."_
*(QS. An-Nahl : 61)*
```Ingatlah panasnya neraka. Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Huroiroh:```
ناركم جزء من سبعين جزءا من نار جهنم»، قيل يا رسول الله إن كانت لكافية قال: «فضلت عليهن بتسعة وستين جزءا كلهن مثل حرها
_"Api dunia merupakan satu bagian dari 70 bagian panasnya api neraka. Maka dikatakan padanya, "Wahai Rasulullah, api dunia sudah cukup panas, maka Beliau shollallahu `alaihi wasallam bersabda, "Panasnya api neraka dilipat gandakan menjadi 69 kali dibandingkan panasnya api dunia."_
*(Diriwayatkan Imam Bukhori : 3265, dan Muslim, 2843)*
```Wahai saudara dan saudariku yang saya hormati sesungguhnya kami dari kalangan Salafi (Ahlussunnah wal Jamaah) hanyalah menginginkan pahala dari Allah semata dan menginginkan pada kalian kebaikan tanpa mengharapkan dari kalian harta dan lainnya.
Sebagaimana Allah subhânahû wa ta'ala berfirman tentang Rasulullah shollallahu `alaihi wasallam :```
( قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ )
_"Maka katakanlah (wahai Rasul), "Dan saya tidaklah meminta pada kalian upah dalam dakwahku; Dan saya juga bukanlah orang yang memaksakan diri pada perkara yang tidak ada padaku atau yang tidak saya ketahui."_
*(QS. Shod : 86)*
```Dan yang kami minta adalah agar kalian menerima nasehat kami agar kita semua selamat di dunia dan di akhirat. Dan jika kalian tidak bertaubat, niscaya kalian akan menyesal. Sadar atau tidak dan kami hanya katakan sebagaimana firman-Nya:```
( فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّه)
_"Niscaya kalian akan ingat apa yang saya nasehatkan ini dan saya serahkan segala urusanku hanya pada Allah."_
*(QS.Ghofiir : 44)*
_______________
*Catatan yang sangat penting:*
Tidak boleh bermudah-mudahan dalam mengkafirkan orang yang asalnya seorang muslim. Kita hanya boleh mengatakan/mensifati secara umum bahwa orang meninggalkan shalat atau pelaku sihir kafir, tapi tidak boleh menvonisnya secara individu sebagai kafir. Misalnya tidak boleh kita mengatakan pada seorang yang mengaku beragama islam tapi tidak shalat, *"wahai kafir"* karena harus terpenuhi syarat dan tidak ada penghalang untuk dikafirkan dan seperti ini dikembalikan pada ulama seperti Syaikh Sholih Al-Fauzan, dll.
--------------------------------------------
✍🏻 Penulis :
*Ustadz Abu Bakar Rafi` bin Ladukani Al-Buthoniy Hafidzahullah*
=====================
☝🏻 Bantu penyebaran artikel ini, semoga mendapatkan pahala yang serupa.
_______________
Langganan:
Postingan (Atom)