Selasa, 25 April 2017

Kisah Isro' Mi'roj

Kisah Isro' Mi'roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy.. bukan tidak bertempat, bukan pula di mana².

=====

Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra' Mi'roj, dada Nabi shallahu alaihi wasallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

"Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia.. maka beliau mendapati Adam di sana.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kedua.. di sana ada Idris.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketiga..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keempat.. di sana ada Harun

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kelima..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keenam.. di sana ada Ibrohim.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketujuh.. di sana ada Musa.

Kemudian beliau NAIK ke atas lagi, sampai ke tempat yg tidak ada yg tahu kecuali Allah, sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta'ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu". [HR. Bukhori 7517].

-----

Lihatlah berapa kali disebutkan kata *NAIK* dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas.. adakah naik yg berarti ke bawah atau ke samping?!

Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke *langit dunia*... Bukankah langit dunia itu di atas kita.. adakah yg mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita?! Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yg di atasnya lagi.

Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit² itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yg lebih tinggi dari Allah ta'ala?

Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Alquran, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam TUJUH  ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.

[Lihat: Al-A'rof:54, Yunus:3, Ar-Ra'd:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4].

Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas?! Ataukah hati Anda bingung tanpa arah?!

Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? Mengapa saat anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?!

Saudaraku.. Islam yg benar, akan selalu sesuai dg akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Silahkan dishare... Semoga bermanfaat...

📚 Ustadz Musyaffa Ad Darini. Mahasiswa S3. Univ. Islam Madinah

Senin, 13 Maret 2017

Tata Cara Umrah menurut Sunnah

Tata Cara Umrah menurut Sunnah


oleh :

Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.

-hafizhahullah-


Seringkali kami mendapat saran dari kaum muslimin untuk menulis artikel tentang"Tata Cara Umrah" yang ringkas dan praktis. Inilah yang mendorong kami untuk menulis artikel ini.


Umrah merupakan sebuah amal ibadah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam banyak hadits. Semua itu karena keutamaan yang besar di dalam ibadah umrah ini.


Insya Allah -Tabaroka wa Ta'ala- akan kami ulas keutamaan-keutamaannya dalam sebuah artikel khusus beserta dalil-dalilnya dari sunnah yang shohihah.


Kali ini, kami hanya ingin memaparkan tata cara umrah menurut sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang shohih dari beliau. Jadi, apa yang kami tuangkan disini berupa manasik (tata cara umrah), maka semuanya atas dasar dalil dari hadits-hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang telah di-shohih-kan oleh para ulama hadits, sehingga kita beribadah di atas keyakinan.[1]


Para pembaca yang kami muliakan, mari kita menyelami keindahan dan kemudahan ibadah umrah, dengan mengikuti penjelasan dan poin-poin berikut :


Kegiatan Pertama :

Ihram :



q   Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan[2], bukan pada pakaian. Adapun wanita dilarang memakai parfum, sebelum dan sesudah ber-ihram!


q   Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung.


q   Ketika di miqot [3],menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:

لَبََّيْـكَ اللهُمَّ بعُمْرَََةٍ

“Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah”.


q   Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah yang berbunyi:

لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ

Talbiyah ini dibaca sejak menggunakan ihram hingga tiba di Makkah.[4]


q   Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram tersebut di miqot, maka telah diharamkan baginya melakukan perkara berikut:Jimak beserta pengantarnya, melakukan dosa, debat dalam perkara sia-sia,memakai pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum, memoton atau cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.


q   Namun dibolehkan perkara berikut: Mandi, garuk badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau harum, menggunting kuku yang hampir patah, melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang tak menyentuh kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang, memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.


Kegiatan Kedua

Tawaf


q   Putuskan talbiyah, jika telah tiba di Makkah.


q   Masuklah Masjidil Haram sambil bersholawat dan membaca doa masuk masjid :

اللّهُمَّ افـْتَحْ لِيْ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ


q   Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan (bagi laki-laki).

q   Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir.[5]


q   Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani. Setelah itu baca doa ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِـنَا عَـذَابَ النَّار

Ingat : baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad.


q   Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad.


q   Usai tawaf, sholat sunnatlah dua raka’at di belakangmaqom Ibrahim[6]menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’atpertama. Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’atkedua.

q   Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan mandi atau wudhu disitu!!

q   Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi wallahu akbar”.

q   Setelah itu, belakangi kiblat. Maka disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i.


Peringatan :


1.      Pada setiap putaran tawaf, tidak ada doa khusus di dalamnya, mulai dari putaran pertama tawaf, sampai putaran terakhir, selain doa yang kami sebutkan di atas dari Rukun sampai Hajar Aswad.


2.    Hanya saja seseorang dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir selama tawaf, tanpa dibatasi dengan doa khusus atau dzikir khusus. Dalam hal ini, anda bebas memilih doa-doa yang sesuai hajat anda.


3.    Adapun doa-doa khusus yang mengiringi putaran tawaf sampai putaran terakhir dari buatan sebagian pengurus haji atau travel, maka ketahuilah bahwa itu tak ada asal dan dasarnya dalam hadits-hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Siapa yang beramal tanpa dalil dari hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- , maka ibadahnya tertolak pahalanya.








Kegiatan Ketiga :

Sa’i :


q   Mendakilah ke shofa sambil berdoa:


إنَّ الصَّفا وَالْمَرْوَة مِنْ شَعَائِر ِاللهَ, أبْدَأ بمَا بَدَأ اللهُ به

q   Jika telah berada di atas Shofa, sambil menghadap ke kiblat, maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan,  dengan iringan doa berikut:


لاَ إِلهَ إَلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ  وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Doa ini diulangi sebanyak tiga kali.


Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya. Silakan pilih doa sendiri.


q   Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu neon hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.


q   Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah.[7]


q   Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:


لاَ إِلهَ إَلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ , أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ  وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Doa ini diulangi sebanyak tiga kali.


Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan untuk memperbanyak doa setelahnya dan doanya bebas. Tak ada doa khusus di dalamnya. Silakan pilih doa sendiri.


q   Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua putaran.


Intinya: bilangan genap selalu di atas Shofa, dan ganjil di atas Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan, berakhir di Marwah.


Kegiatan Keempat :

Tahallul :


q   Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang cukur dan lakukantahallul, dengan menggundul kepala atau mencukur rata seluruh sisi kepala sampai rambut berukuran 1 cm. (khusus bagi pria)


Adapun bagi wanita, potong ujung rambut seukuran 1 ruas jari. Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa potong rambut sendiri.[8]


q   Wanita boleh memotong rambutnya di hotel atau penginapan, agar rambutnya -yang merupakan aurat- tidak terlihat oleh kaum laki-laki.


q   Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul tsb. Sekarang boleh pakai baju biasa dan melakukan beberapa hal yang dilarang dalam umrah, selain maksiat.


q   Dengan selesainya umrah yang di akhiri dengan tahallul tersebut, maka boleh jimak dengan istri, pakai parfum, potong kuku,dll dari perkara-perkara yang halal.


Dari penjelasan tata cara umrah di atas, tampaklah bagi anda tentang mudah dan gampangnya ibadah umrah ini. Cuma kita sayangkan, sebagian orang berusaha menggambarkan bahwa umrah itu susah dan berat, sehingga harus membawa buku petunjuk dan bimbingan umrah yang selalu dibawa kesana-kemari. Belum lagi, buku-buku itu tebal.


Padahal umrah itu singkat, tidak perlu bertele-tele. Karena, memang asal agama kita itu mudah. Hanya sebagian orang memberat-beratkannya dengan aturan dan petunjuk atau tata cara umrah yang rumit.


ARTIKEL TERKAIT : Manasik Haji Ringkas



DUKUNG KAMI :


Dalam membantu pembangunan Masjid IMAM SYAFI'I POLMAN SULBAR, milik Ahlus Sunnah Polman.


"Siapa yg membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan istana baginya di surga".[HR. Al-Bukhori & Muslim]


# Bagi anda yang ingin membangun istananya di surga, silakan kirim sebagian rezki anda melalui :


BRI.0259-01-035305-50-9
a/n. YAYASAN AR-RAHMAH AL-MANDARY


atau :


Rek BNI No;  0507-4673-45 atas nama Masjid Imam Syafi'i Polman


Kontak Person :

0852-3091-8001 (Saudara Mu'in)

0813-5595-4435 (Saudara Abdullah Majid)

0813-4370-0400 (Saudara Arif)


Jazakumullohu khoiron

Selasa, 07 Februari 2017

TENTANG SHALAT BERJAMAAH

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺃَﺛْﻘَﻞَ ﺻَﻼَﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﺻَﻼَﺓُ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻭَﺻَﻼَﺓُ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻭَﻟَﻮْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻷَﺗَﻮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻟَﻮْ ﺣَﺒْﻮًﺍ ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻫَﻤَﻤْﺖُ ﺃَﻥْ ﺁﻣُﺮَ ﺑِﺎﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓَﺘُﻘَﺎﻡَ ﺛُﻢَّ ﺁﻣُﺮَ ﺭَﺟُﻼً ﻓَﻴُﺼَﻠِّﻰَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺎﺱِ ﺛُﻢَّ ﺃَﻧْﻄَﻠِﻖَ ﻣَﻌِﻰ ﺑِﺮِﺟَﺎﻝٍ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺣُﺰَﻡٌ ﻣِﻦْ ﺣَﻄَﺐٍ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻻَ ﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻓَﺄُﺣَﺮِّﻕَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺑُﻴُﻮﺗَﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﻨَّﺎﺭِ

_"Sungguh shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh. Kalau mereka mengetahui keutamaan yang terdapat dalam kedua shalat tersebut, mereka akan mendatanginya walau pun dengan merangkak. Aku sangat ingin memerintahkan shalat (dikerjakan), lalu dikumandangkan iqomat dan kuperintahkan seseorang untuk mengimami para jama’ah. Sementara itu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjama’ah dan membakar rumah-rumah mereka dengan api."_
HR. Bukhari  (644).
__________________________



Yang paling utama adalah kita shalat di masjid, karena keumuman hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam;

أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة

_"Seutama-utama shalat seseorang adalah dirumahnya kecuali shalat wajib lima waktu. "_
HR. Muttafaqun 'alaih.
__________________________







📌📚حول كتاب: جواز صلاة الرجل في بيته وتركه صلاة الجماعة

_*Tentang Kitab:*_
*Bolehnya Bagi Pria untuk  Shalat di Rumahnya dan Boleh Baginya Meninggalkan Shalat Berjamaah*

للكاتب: خالد بن عاذي الغنامي

💐الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، وبعد:

Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam untuk nabi kita Muhammad dan keluarga beliau serta para shahabatnya seluruhnya.

فإن الكتاب والسنة قد حثا على بناء المساجد في الحارات والقرى والأمصار، لأجل اجتماع المسلمين فيها لأداء الصلوات الخمس جماعة ولغير ذلك من العبادات المتعلقة بها، وقد لازم النبي صلى الله عليه وسلم الصلاة بأصحابه جماعة في الحضر والسفر وحتى في حالة الخوف ومواجهة العدو،

ووصف صلى الله عليه وسلم المتخلفين عن صلاة الجماعة بالنفاق فقال: "إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء وصلاة الفجر، ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا، ولقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام، ثم آمر رجلاً فيصلى بالناس، ثم انطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار"، وقال عليه الصلاة والسلام: "من سمع النداء فلم يجب فلا صلاة له إلا من عذر"، وقال للأعمى الذي جاء يستأذنه بالصلاة في بيته لما يجد من المشقة بينه وبين المسجد قال له: "هل تسمع النداء؟"، قال: نعم، قال:"فأجب فإني لا أجد لك رخصة" مما يدل على فرضية صلاة الجماعة على الأعيان، ولذلك حافظ المسلمون بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم على القيام بهذه الشعيرة العظيمة جماعة في المسجد، وكانوا يتفقدون المتخلفين عنها بلا عذر ويناصحونهم ويغلطون عليهم إقتداء بالنبي صلى الله عليه وسلم في ذلك مما يدل على تأكد وجوبها وشدة إثم من تخلف عنها لغير عذر، حتى قال عبدالله بن مسعود رضي الله عنه: (ولقد رأيتنا وما يتخلف إلا منافق معلوم النفاق). وقد ظهر هذه الأيام مقالات للكاتب: خالد بن عاذي الغنامي فكان يكتب مقالات في الصحف يهون فيها من شأن صلاة الجماعة ويقول: أنها ليست واجبة، وفي الأخير جمع هذه المقالات في كتاب سماه: جواز صلاة الرجل في بيته، دارسة فقهية حديثة لحكم صلاة الجماعة. وطبعه في مصر وجلبه إلى المملكة فشوش على بعض الناس وفتح باب للكسالى، وشجع أهل النفاق الذين كانوا يتركون صلاة الجماعة من عهد النبي صلى الله عليه وسلم إلى وقتنا ويحاولون تفريق المسلمين.

واعتمد في كتابه هذا على شبهتين، الشبهة الأولى: ما ورد في بعض الأحاديث التي تدل على صحة صلاة الفذ ولا تدل على عدم الإثم بترك الجماعة وفرق بين صحة الصلاة منفرداً مع الإثم وبين وجوب صلاة الجماعة وإثم من تركها، فقد يصح الشيء مع الإثم في ترك واجب من واجباته وهذا هو الشأن في صلاة المنفرد من غير عذر فإنها تصح مع الإثم على ترك الواجب من صلاتها مع الجماعة.

الشبهة الثانية: أنه نقل عن بعض العلماء القول بعدم وجوب صلاة الجماعة، ومعلوم أن قول العالم إذا خالف الدليل لا يقبل، لأن الحجة بقول الرسول صلى الله عليه وسلم لا بقول غيره، مع أن هؤلاء العلماء الذي يقولون بعدم وجوب صلاة الجماعة ما كانوا يصلون في بيوتهم، بل كانوا يحافظون على صلاة الجماعة في المساجد. فهم مجمعون على ذلك عملياً.

وبناء على ذلك فإنني أحذر من ترويج هذا الكتاب والاعتماد عليه، كما أنني في نفس الوقت أدعو الكاتب خالد الغنامي إلى الرجوع إلى الصواب، فالرجوع إلى الحق فضيلة. وقد قال الإمام الشافعي رحمه الله: (أجمع المسلمون على أن من استبانت له سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يكن له ليدعها لقول أحد). وقال الإمام أحمد رحمه الله: (عجبت لقوم عرفوا الإسناد وصحته يذهبون إلى رأي سفيان). والله تعالى يقول: (فَلْيَحْذَرْ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ) [النور:63].

وفق الله الجميع لمعرفة الحق والعمل به، وصلى الله وسلم على نبينا محمد.

_Sesungguhnya Al-Qur`an dan Sunnah telah menganjurkan untuk membangun masjid di kampung-kampung dan desa serta negeri-negeri, agar mengumpulkan kaum muslimin di dalamnya untuk  menegakkan shalat wajib lima waktu dengan berjamaah, dan untuk tujuan selainnya dari hal-hal peribadahan dan yang berhubungan dengannya. Dan sungguh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan shalat kepada para shahabatnya untuk berjamaah ketika berada di tempat atau dalam perjalanan, hingga di saat kondisi dalam ketakutan berhadapan dengan musuh._

_Dan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah menyifatkan orang yang tertinggal dari shalat tersebut dengan kemunafikan._

_Beliau bersabda, “Sesungguhnya shalat yang berat dilaksanakan bagi orang-orang yang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Jikalau mereka tahu akan keutamaan yang ada pada kedua shalat itu, maka mereka pasti akan mendatanginya walaupun dengan merangkak. Dan sungguh Saya sangat berkeinginan untuk memerintahkan agar shalat dilaksanakan dan Saya perintahkan seseorang untuk memimpin shalat dengan manusia, sehingga Saya bersama beberapa orang mengumpulkan kayu bakar untuk orang-orang yang tidak menghadiri shalat, kemudian Saya bakar rumah-rumah mereka dengan api.”_

_Dan juga beliau bersabda, “Barang siapa yang mendengar adzan namun tidak menjawabnya (dengan menghadirinya; -penj.) maka tidak ada shalat baginya kecuali karena adanya udzur.”_

_Dan juga beliau bersabda kepada seorang yang buta, ketika itu ia meminta idzin kepada beliau untuk shalat di rumah karena adanya penghalang yang memberatkannya antara rumahnya dan masjid, maka Nabi bersabda kepadanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”_
_Ia menjawab, “Ya”,_

_kemudian Nabi bersabda,_
_“Jika begitu, jawablah adzan tersebut (dengan menghadiri shalat ; -penj.), karena saya tidak melihat adanya udzur bagimu.”_

_Ini semua menunjukkan akan kewajiban shalat berjamaah bagi setiap individu. Oleh karena itulah kaum muslimin, setelah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam senantiasa memperhatikan dan menjaga syiar agama yang mulia ini, berjamaah di masjid, dan mereka dulu senantiasa mendatangi orang-orang yang meninggalkannya tanpa udzur dengan menasihati mereka dan menekankan mereka untuk menauladani Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hal tersebut yang senantiasa menekankan kewajibannya dan beratnya dosa bagi yang meninggalkannya tanpa udzur._

_Hingga Abdullah bin Mas’ud radhiyallâhu ‘anhu berkata, “Sungguh kami telah melihat bahwasanya tidaklah ada yang tertinggal dari shalat kecuali orang tersebut munafik yang telah diketahui kemunafikannya.”_

_Dan sungguh, telah beredar di hari-hari ini, ucapan-ucapan dari penulis yang bernama Khalid bin ‘Âdziy Al-Ghanâmiy, ia menulis kalimat-kalimat di lembaran-lembaran yang berisi peremehan terhadap kedudukan shalat berjamaah. Ia berkata, ‘Shalat berjamaah itu bukanlah sebuah kewajiban.” Dan di akhir kumpulan ucapan-ucapannya di buku yang ia beri judul dengan ‘Bolehnya Bagi Pria untuk Shalat di Rumahnya’, ia paparkan penyampaian studi fiqih dari hadits-hadits untuk menghukumi shalat berjamaah._

_Dan buku ini dicetak di Mesir dan dimasukkan ke negeri Kerajaan Saudi sehingga membingungkan sebagian manusia dan membuka pintu kemalasan, dan membuat semakin berani para munafik yang mereka memang meninggalkan shalat berjamaah sejak zaman Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam hingga masa kita sekarang dan mereka membuat hal tersebut memecah belah kaum muslimin._

_Sandaran kitab ini pada dua syubhat (kerancuan berfikir; penj.)._

_Syubhat pertama, terdapat beberapa hadits-hadits yang menunjukkan sahnya shalat sendirian, dan tidaklah menunjukkan berdosa dengan meninggalkan shalat berjamaah, dan beda antara sahnya shalat sendiri namun berdosa, dengan permasalahan wajibnya shalat berjamaah dan dosa bagi yang meninggalkannya._

_Terkadang bias jadi sesuatu itu tetap sah namun berdosa dengan meninggalkan sebuah kewajiban dari kewajiban-kewajiban. Dan demikianlah keadaannya shalat sendirian tanpa udzur, shalatnya sah namun berdosa karena meninggalkan pelaksanaannya dengan berjamaah._

_Syubhat kedua, ia menukil dari beberapa ulama yang berpendapat tidak wajibnya shalat berjamaah, dan dimaklumi bahwasanya pendapat seorang ulama jika menyelisihi dalil tidaklah diterima, sebab yang menjadi hujjah adalah sabda rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam bukan ucapan selain beliau._

_Dan para ulama tersebut yang berpendapat tidak diwajibkannya shalat dengan berjamaah, mereka semua tidaklah pernah melaksanakan shalat di rumah-rumah mereka sendiri, bahkan mereka senantiasa menjaga mengerjakan shalat berjamaah di masjid, sehingga mereka itu sepakat sama dalam amalannya._

_Berdasarkan hal itu, maka Saya memperingatkan bagi yang menyebarkan buku ini dan menjadikannya sebagai pegangan. Sekaligus Saya meminta si penulis Khâlid Al-Ghanâmiy untuk rujuk kepada kebenaran. Rujuk kepada kebenaran itu adalah sebuah keutamaan._

_Imam Syafi’iy rahimahullâh telah berkata,_
_“Telah sepakat para ulama kaum muslimin, bahwasanya barangsiapa yang telah jelas baginya sunnah rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena ucapan seseorang.”_

_Dan berkata Imam Ahmad rahimahullâh,_
_“Saya heran terhadap kaum yang telah mengetahui sanad (ilmu tentang para periwayat hadits; penj.) dan juga mengetahui keshahihannya, namun justru berpendapat dengan pendapatnya Sufyan.”_

_Dan Allah Ta’âlâ berfirman,_

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

_“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” [An-Nisâ`: 63]_

_Semoga Allah memberi taufik kepada semuanya untuk mengenal kebenaran dan beramal dengannya, shalawat dan salam semoga tercurah untuk nabi kita Muhammad._
_Wallahu a'lam bish shawab._

BEBERAPA ADAB ISTINJA

📚 *SILSILAH FIQIH (06)*
🔹🔹🔹🔹

🔰 *Beberapa Adab Istinja'*
_______________

1⃣ Tidak menggunakan tangan kanan dalam beristinja'.

2⃣ Tidak menyentuh kemaluan dengan tangan kanan.

🍃 Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata:
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لا يمسكن أحدكم ذكره بيمينه وهو يبول، ولا يتمسح من الخلاء بيمينه، ولا يتنفس في الإناء

_"Janganlah salah seorang diantara kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanannya dalam keadaan kencing, dan jangan pula ia membasuhnya dengan tangan kanan ketika buang hajat, dan jangan pula bernafas dibejana. "_
_____
Muttafaqun 'alaih.

🍃 Dari Salman Al Farisi radhiyallahu anhu berkata:
Seorang lelaki berkata kepadaku:
_" Bukankah sahabat kalian itu (yaitu; Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu hingga cara buang hajat??."_
Aku pun menjawab:

أجل، نهانا أن نستقبل القبلة بغائط أو بول، أو نستنجي بأيماننا، أو نكتفي بأقل من ثلاثة أحجار

_"Iya, kami dilarang untuk menghadap Kiblat ketika buang air besar ataupun kencing, ataupun istinja' dengan tangan kanan kami, ataupun mencukupkan dengan lebih kurang dari tiga batu."_
_______
HR. Muslim (262).

3⃣ Menggosokkan tangan ketanah setelah istinja' atau mencucinya dengan sabun atau semisalnya.

🍃 Dari Abu Hurairah radhiyallohu 'anhu berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أتى الخلاء أتيته بماء في تور أو ركوة فاستنجى ثم مسح يده على الأرض

_"Adalah Nabi shalallahu alaihi wasallam jika menuju kamar kecil maka aku pun membawakan seciduk air atau segayung air, lalu Beliau beristinja' dengannya kemudian Beliau mengusap tangannya ketanah."_
______
HR. Ibnu Majah (678), An Nasa'i (1/45) dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Al Misykah (360).

👆🏻 Dan maksud dari hal tersebut adalah untuk membersihkan tangan dari sifat-sifat najis yang mungkin masih tertinggal, sehingga jika seseorang menggunakan hal lainnya yang bisa menghilangkan sifat najis tersebut seperti menggunakan sabun, pewangi dan semisalnya maka hal tersebut telah cukup.
Wallohu a'lam.

4⃣ Bagi seseorang yang terkena penyakit salasul baul (kencing yang berketerusan) maka ia beristinja' dan berwudhu' setiap shalat, dengan demikian maka apa yang keluar setelahnya selama belum masuk waktu shalat berikutnya adalah hal yang ma'fu (dimaafkan) dan telah cukup baginya wudhu diawal shalat tsb.
Inilah yang difatwakan oleh Abu Hanifah, Asy Syafi'i, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dll.
Dan sebagian ulama' memandang disyariatkannya memercikkan air ke celananya dengan tujuan untuk menghilangkan was-was akan keluarnya kencing tersebut.
Wallohu a'lam.

✍🏻 Al ustadz Fauzan Abu Muhammad hafizhahullah
_______
📝 Silsilah Durus

Rabu, 13 Juli 2016

BUMI BULAT, TIDAK BERGERAK DAN MATAHARI MENGELILINGINYA







✍🏼 _*Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray*_  _Hafidzahullah_


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


 _*ULAMA ISLAM SEPAKAT;  BENTUK BUMI BULAT, TIDAK BERGERAK DAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGINYA*_

✅ *KESEPAKATAN ULAMA ISLAM ADALAH KEBENARAN*

  _*Allah azza wa jalla berfirman,*_

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” _[An-Nisa: 115]_

_*Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,*_

وقد استدل بهذه الآية الكريمة على أن إجماع هذه الأمة حجة وأنها معصومة من الخطأ.

ووجه ذلك: أن الله توعد من خالف سبيل المؤمنين بالخذلان والنار، و {سبيل المؤمنين} مفرد مضاف يشمل سائر ما المؤمنون عليه من العقائد والأعمال. فإذا اتفقوا على إيجاب شيء أو استحبابه، أو تحريمه أو كراهته، أو إباحته – فهذا سبيلهم، فمن خالفهم في شيء من ذلك بعد انعقاد إجماعهم عليه، فقد اتبع غير سبيلهم.

“Dalam ayat yang mulia ini terdapat pendalilan bahwa ijma’ umat ini adalah hujjah, dan bahwa ia maksum (terjaga) dari kesalahan.

Sisi Pendalilannya: Bahwa Allah telah mengancam siapa yang menyelisihi jalan kaum mukminin dengan kehinaan dan neraka, dan jalan kaum mukminin dalam ayat ini dalam bentuk mufrod mudhof (satu kata yang disandarkan) sehingga maknanya mencakup seluruh keyakinan dan amalan kaum mukminin, apabila mereka telah sepakat untuk mewajibkan sesuatu, atau mensunnahkannya, atau mengharamkannya, atau memakruhkannya, atau membolehkannya maka itulah jalan mereka, barangsiapa menyelisihi satu perkara saja setelah terjadinya ijma’ maka ia telah mengikuti selain jalannya kaum mukminin.” _[Taisirul Kaarimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal. 202]_

_*Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,*_

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلاَلَةٍ، وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyatukan umatku di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jama’ah.” _[HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 1848]_

Berikut ini kami sebutkan tiga permasalahan yang dianggap oleh sebagian ulama sebagai perkara yang disepakati oleh seluruh ulama Islam:

 ✅ *[PERTAMA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BENTUK BUMI BULAT*

_*Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,*_

إِن أحدا من أَئِمَّة الْمُسلمين الْمُسْتَحقّين لاسم الْإِمَامَة بِالْعلمِ رَضِي الله عَنْهُم لم ينكروا تكوير الأَرْض وَلَا يحفظ لأحد مِنْهُم فِي دَفعه كلمة بل الْبَرَاهِين من الْقُرْآن وَالسّنة قد جَاءَت بتكويرها

“Sungguh tidak ada seorang pun ulama kaum muslimin yang berhak menyandang gelar keimaman dalam ilmu agama -semoga Allah meridhoi mereka- yang mengingkari pendapat bundarnya bumi. Tidak dihapal satu kalimat pun dari para ulama tersebut yang menolaknya. Bahkan bukti-bukti dari Al-Qur’an dan As-Sunnah telah menerangkan bahwa bumi itu bulat.” _[Al-Fashl fil Milal wal Ahwa wan Nihal, 2/78]_

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan,*_

أجمعوا على أن الأرض بجميع أجزائها من البر والبحر مثل الكرة

“Ulama sepakat bahwa bumi dengan seluruh bagiannya, baik daratan maupun lautan, bentuknya seperti bola.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/195. Lihat juga Ash-Showaa’iq Asy-Syadiidah ‘ala Atbaa’il Haihatil Jadidah karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah, hal. 39]_

➡ *DIANTARA DALIL WAHYU YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ

“Allah menggulung malam ke dalam siang dan menggulung siang ke dalam malam.” _[Az-Zumar: 5]_

_*Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,*_

وَهَذَا أوضح بَيَان فِي تكوير بَعْضهَا على بعض مَأْخُوذ من كور الْعِمَامَة وَهُوَ إدارتها وَهَذَا نَص على تكوير الأَرْض ودوران الشَّمْس كَذَلِك

“Ayat ini adalah penjelasan yang paling terang bahwa siang dan malam digulung. Diambil dari kata yang semakna, yaitu: Menggulung sorban, artinya menggulung dengan cara diputar. Maka ini adalah nash yang menunjukkan bundarnya bumi dan berputarnya matahari juga demikian.” _[Al-Fashl fil Milal wal Ahwa wan Nihal, 2/78]_

_*Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,*_

والتكوير جعل الشيء كالكور مثل كور العمامة ومن المعلوم أن الليل والنهار يتعاقبان على الأرض وهذا يقتضي أن تكون الأرض كروية

“Menggulung artinya menjadikan sesuatu seperti gulungan, contohnya gulungan sorban. Dan telah dimaklumi bahwa siang dan malam selalu berganti menutupi bumi, maka konsekuensinya bermakna bahwa bumi itu berbentuk bulat.” _[Fatawa Nur ‘alad Darbi, 24/2 – Asy-Syaamilah]_

Disebutkan dalam fatwa ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah di masa ini,

الأرض كروية الكل مسطحة الجزء

“Bumi secara keseluruhan berbentuk bundar, namun sebagiannya datar.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/414 no. 9544]_

➡ *DIANTARA DALIL KENYATAAN DAN AKAL SEHAT YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT*

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,*_

وَيَدُلُّ عَلَيْهِ أَنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْكَوَاكِبَ لَا يُوجَدُ طُلُوعُهَا وَغُرُوبُهَا عَلَى جَمِيعِ مَنْ فِي نَوَاحِي الْأَرْضِ فِي وَقْتٍ وَاحِدٍ بَلْ عَلَى الْمَشْرِقِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ

“Dan yang menunjukkan bahwa bumi itu balat adalah matahari, bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan terbenam terhadap semua orang di seluruh penjuru bumi dalam waktu bersamaan, akan tetapi terbit di Timur dulu sebelum ke Barat.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/195]_

_*Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,*_

وأما دلالة الواقع فإن هذا قد ثبت فإن الرجل إذا طار من جدة مثلاً متجهاً إلي الغرب خرج إلى جدة من الناحية الشرقية إذا كان على خط مستقيم وهذا شيء لا يختلف فيه اثنان وأما كلام أهل العلم فإنهم ذكروا أنه لو مات رجل بالمشرق عند غروب الشمس ومات آخر بالمغرب عند غروب الشمس وبينهما مسافة فإن من مات بالمغرب عند غروب الشمس يرث من مات بالمشرق عند غروب الشمس إذا كان من ورثته فدل هذا على أن الأرض كروية لأنها لو كانت الأرض سطحية لزم أن يكون غروب الشمس عنها من جميع الجهات في آن واحد وإذا تقرر ذلك فإنه لا يمكن لأحد إنكاره

“Adapun dalil kenyataan maka sungguh itulah kenyataannya, karena apabila seseorang terbang dengan pesawat misalkan dari Jeddah ke arah Barat maka ia akan keluar ke Jeddah kembali dari arah Timur apabila ia berada di atas satu garis lurus, dan ini adalah sesuatu yang disepakati. Adapun ucapan ulama, maka para ulama telah menyebutkan bahwa apabila seseorang wafat di Timur ketika matahari tenggelam dan seseorang yang lain wafat di Barat juga ketika matahari tenggelam, maka diantara keduanya terdapat jarak tempuh, sehingga yang wafat di Barat setelah terbenam matahari dialah yang berhak mewarisi yang wafat di Timur setelah terbenam matahari (karena yang duluan wafat adalah yang di Timur, karena matahari lebih dulu terbenam di bagian Timur), jika ia termasuk ahli warisnya. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bundar, karena apabila bentuk bumi itu datar maka terbenamnya matahari di semua penjuru bumi akan terjadi pada waktu yang bersamaan. Dan apabila ini sudah jelas, tidak mungkin ada seorang pun yang dapat mengingkarinya.” _[Fatawa Nur ‘alad Darbi, 24/2 – Asy-Syaamilah]_

 ✅ *[KEDUA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BUMI TIDAK BERGERAK*

_*Asy-Syaikh Abdul Qohir bin Thohir Al-Baghdadi rahimahullah berkata,*_

وَأَجْمعُوا على وقُوف الارض وسكونها وان حركتها انما تكون بِعَارِض يعرض لَهَا من زَلْزَلَة وَنَحْوهَا

“Ulama sepakat bahwa bumi diam dan tidak bergerak, adapun pergerakannya hanyalah apabila ada sesuatu yang menimpanya seperti gempa bumi dan yang semisalnya.” _[Al-Farqu baynal Firoq wa Bayaanul Firqotin Naajiyah, hal. 318]_

➡ *DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN BUMI TIDAK BERGERAK*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا

“Tidakkah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan?” _[An-Naba’: 6]_

_*Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,*_

{أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا} ؟ أَيْ: مُمَهَّدَةٌ لِلْخَلَائِقِ ذَلُولا لَهُمْ، قَارَّةً سَاكِنَةً ثَابِتَةً

“Tidakkah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? Maknanya: Disiapkan serta ditundukkan untuk kemaslahatan makhluk, dalam keadaan bumi itu diam, tidak bergerak dan tetap.” _[Tafsir Ibnu Katsir, 8/302]_

Disebutkan dalam fatwa ulama besar Ahlus Sunnah masa ini,

فإن الأرض ثابتة قارة

“Sesungguhnya bumi itu tetap (diam), tidak bergerak.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/415 no. 18647]_

 ✅ *[KETIGA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: MATAHARI BERPUTAR (MENGELILINGI BUMI)*

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,*_

وَقَدْ ثَبَتَ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَإِجْمَاعِ عُلَمَاءِ الْأُمَّةِ أَنَّ الْأَفْلَاكَ مُسْتَدِيرَةٌ

“Telah tetap berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ ulama bahwa benda-benda langit itu berputar.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/193]_

➡ *DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” _[Al-Anbiya’: 33]_

_*Allah ta’ala juga berfirman,*_

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” _[Yasin: 40]_

_*Asy-Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata,*_

ظاهر الأدلة الشرعية تثبت أن الشمس هي التي تدور على الأرض، وبدورتها يحصل تعاقب الليل والنهار على سطح الأرض وليس لنا أن نتجاوز ظاهر هذه الأدلة إلا بدليل أقوى من ذلك يسوغ لنا تأويلها عن ظاهرها

“Zhahir (yang nampak jelas dari) dalil-dalil syari’at, menetapkan bahwa matahari yang berputar mengelilingi bumi, dan dengan perputarannya terjadilah pergantian malam dan siang di atas permukaan bumi. Dan tidak sepatutnya bagi kita untuk melampaui zhahir (yang nampak jelas dari) dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat yang membolehkan kita untuk menafsirkannya hingga keluar dari zhahir-nya.” _[Majmu Fatawa war Rosaail, 1/73]_

➡ *NASIHAT ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH UNTUK PARA GURU PELAJARAN GEOGRAFI*

يجب على مدرس الجغرافيا إذا عرض على الطلاب نظرية الجغرافيين حول ثبوت الشمس ودوران الأرض عليها – أن يبين أن هذه النظرية تتعارض مع الآيات القرآنية والأحاديث النبوية، وأن الواجب الأخذ بما دل عليه القرآن والسنة، ورفض ما خالف ذلك، ولا بأس بعرض نظرية الجغرافيين من أجل معرفتها والرد عليها كسائر المذاهب المخالفة، لا من أجل تصديقها والأخذ بها

“Wajib atas guru pelajaran Geografi apabila menjelaskan kepada siswa-siswa tentang teori para ahli Geografi seputar diamnya matahari dan berputarnya bumi, hendaklah ia menjelaskan bahwa teori ini bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi, maka wajib mengambil petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan menolak pendapat yang menyelisihinya. Dan tidak mengapa menyampaikan teori para ahli Geografi tersebut untuk sekedar mengetahuinya dan membantahnya, sebagaimana pendapat-pedapat yang menyimpang lainnya wajib dibantah, bukan untuk membenarkannya dan mengambilnya.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/414-415 no. 15255]_

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


_Sumber;_
http://sofyanruray.info/ulama-islam-sepakat-bentuk-bumi-bulat-tidak-bergerak-dan-matahari-mengelilinginya/

Selasa, 12 April 2016

MUSLIM TIDAK PERNAH SHOLAT, TIDAK BOLEH DISHOLATKAN?

🏓 MUSLIM TIDAK PERNAH SHOLAT, TIDAK BOLEH DISHOLATKAN?

⛳️ Tanya :

Apa benar jika seorang muslim tapi ia tidak melaksanakan shalat wajibnya maka tidak akan dishalatkan jika ia meninggal dunia?

⛸ Jawab :

Permasalahan menyalati orang yang meninggalkan shalat, kembali kepada hukum apakah orang yang meninggalkan shalat itu kafir atau tidak?

Sebagian ulama seperti Syaikh Ibnu Utsaimin memandang orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dengan dalil : perbedaan diantara kita dengan mereka adalah shalat, siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir, sehingga mereka tidak disholatkan, dan tidak dikubur diperkuburanan kaum muslimin.

Tetapi disana sebagian ulama, memahami hadits yang disebutkan diatas, adalah kufur kecil, yang seseorang tidak dikafirkan apabila meninggalkan sholat karena bermalas-malasan, namun dihukumi sebagai fasiq, dan orang yang fasiq kewajiban bagi kita melaksanakan fardhu kifayahnya, namun tidaklah perhatian kita sebagaimana meninggalnya orang yang shalih.

Terlebih dia sebagai panutan dalam masyarakat, untuk tidak menghadiri pemakamannya sebagai bentuk pelajaran bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Wallahu a'lam.

(Ustadz Haris)

#tanyajawab

Join channel telegram AsSunnah:
🌐 https://goo.gl/8TGjRf

Jumat, 08 April 2016

HUKUM KONTRAK KEBUN

🌳 HUKUM KONTRAK KEBUN

🍅 Tanya :

Bagaimana hukumnya mengontrak perkebunan beserta isinya dengan sejumlah uang tertentu dalam waktu tertentu? Selama masa kontrak seluruh hasil perkebunan adalah milik pengontrak dan biaya perawatan ditanggung pengontrak. Saat mengontrak, hasil perkebunan belum bisa diperkirakan.

🍆 Jawab :

Hal yang ditanyakan adalah perkara yang tidak diperbolehkan, karena adanya ketidakjelasan pada perkara tersebut. Telah syah dalam hadits Abu Hurairah riwayat Muslim bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli gharar (tidak jelas).

Pohon-pohon yang berada pada kebun, mungkin bisa menghasilkan dan mungkin tidak menghasilkan. Hal ini adalah ketidakjelasan untuk si pemilik kebun maupun si penyewa.

Solusinya adalah antara kedua belah pihak membuat ada kerjasama (syarikah). Tentunya dalam kerjasama itu harus ada modal dari kedua belah pihak dalam bentuk materi maupun manfaat, dan pembagian hasilnya harus berdasarkan persenan, serta jika terjadi kerugian akan ditanggung oleh kedua belak pihak.

Juga diperbolehkan bagi seorang hanya menyewa tanah saja.

Wallahu A’lam.

(Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)

#tanyajawab

Join channel telegram AsSunnah:
🌐 https://goo.gl/8TGjRf