Rabu, 13 Juli 2016

BUMI BULAT, TIDAK BERGERAK DAN MATAHARI MENGELILINGINYA







✍🏼 _*Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray*_  _Hafidzahullah_


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


 _*ULAMA ISLAM SEPAKAT;  BENTUK BUMI BULAT, TIDAK BERGERAK DAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGINYA*_

✅ *KESEPAKATAN ULAMA ISLAM ADALAH KEBENARAN*

  _*Allah azza wa jalla berfirman,*_

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” _[An-Nisa: 115]_

_*Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,*_

وقد استدل بهذه الآية الكريمة على أن إجماع هذه الأمة حجة وأنها معصومة من الخطأ.

ووجه ذلك: أن الله توعد من خالف سبيل المؤمنين بالخذلان والنار، و {سبيل المؤمنين} مفرد مضاف يشمل سائر ما المؤمنون عليه من العقائد والأعمال. فإذا اتفقوا على إيجاب شيء أو استحبابه، أو تحريمه أو كراهته، أو إباحته – فهذا سبيلهم، فمن خالفهم في شيء من ذلك بعد انعقاد إجماعهم عليه، فقد اتبع غير سبيلهم.

“Dalam ayat yang mulia ini terdapat pendalilan bahwa ijma’ umat ini adalah hujjah, dan bahwa ia maksum (terjaga) dari kesalahan.

Sisi Pendalilannya: Bahwa Allah telah mengancam siapa yang menyelisihi jalan kaum mukminin dengan kehinaan dan neraka, dan jalan kaum mukminin dalam ayat ini dalam bentuk mufrod mudhof (satu kata yang disandarkan) sehingga maknanya mencakup seluruh keyakinan dan amalan kaum mukminin, apabila mereka telah sepakat untuk mewajibkan sesuatu, atau mensunnahkannya, atau mengharamkannya, atau memakruhkannya, atau membolehkannya maka itulah jalan mereka, barangsiapa menyelisihi satu perkara saja setelah terjadinya ijma’ maka ia telah mengikuti selain jalannya kaum mukminin.” _[Taisirul Kaarimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal. 202]_

_*Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,*_

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلاَلَةٍ، وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyatukan umatku di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jama’ah.” _[HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 1848]_

Berikut ini kami sebutkan tiga permasalahan yang dianggap oleh sebagian ulama sebagai perkara yang disepakati oleh seluruh ulama Islam:

 ✅ *[PERTAMA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BENTUK BUMI BULAT*

_*Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,*_

إِن أحدا من أَئِمَّة الْمُسلمين الْمُسْتَحقّين لاسم الْإِمَامَة بِالْعلمِ رَضِي الله عَنْهُم لم ينكروا تكوير الأَرْض وَلَا يحفظ لأحد مِنْهُم فِي دَفعه كلمة بل الْبَرَاهِين من الْقُرْآن وَالسّنة قد جَاءَت بتكويرها

“Sungguh tidak ada seorang pun ulama kaum muslimin yang berhak menyandang gelar keimaman dalam ilmu agama -semoga Allah meridhoi mereka- yang mengingkari pendapat bundarnya bumi. Tidak dihapal satu kalimat pun dari para ulama tersebut yang menolaknya. Bahkan bukti-bukti dari Al-Qur’an dan As-Sunnah telah menerangkan bahwa bumi itu bulat.” _[Al-Fashl fil Milal wal Ahwa wan Nihal, 2/78]_

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan,*_

أجمعوا على أن الأرض بجميع أجزائها من البر والبحر مثل الكرة

“Ulama sepakat bahwa bumi dengan seluruh bagiannya, baik daratan maupun lautan, bentuknya seperti bola.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/195. Lihat juga Ash-Showaa’iq Asy-Syadiidah ‘ala Atbaa’il Haihatil Jadidah karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah, hal. 39]_

➡ *DIANTARA DALIL WAHYU YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ

“Allah menggulung malam ke dalam siang dan menggulung siang ke dalam malam.” _[Az-Zumar: 5]_

_*Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,*_

وَهَذَا أوضح بَيَان فِي تكوير بَعْضهَا على بعض مَأْخُوذ من كور الْعِمَامَة وَهُوَ إدارتها وَهَذَا نَص على تكوير الأَرْض ودوران الشَّمْس كَذَلِك

“Ayat ini adalah penjelasan yang paling terang bahwa siang dan malam digulung. Diambil dari kata yang semakna, yaitu: Menggulung sorban, artinya menggulung dengan cara diputar. Maka ini adalah nash yang menunjukkan bundarnya bumi dan berputarnya matahari juga demikian.” _[Al-Fashl fil Milal wal Ahwa wan Nihal, 2/78]_

_*Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,*_

والتكوير جعل الشيء كالكور مثل كور العمامة ومن المعلوم أن الليل والنهار يتعاقبان على الأرض وهذا يقتضي أن تكون الأرض كروية

“Menggulung artinya menjadikan sesuatu seperti gulungan, contohnya gulungan sorban. Dan telah dimaklumi bahwa siang dan malam selalu berganti menutupi bumi, maka konsekuensinya bermakna bahwa bumi itu berbentuk bulat.” _[Fatawa Nur ‘alad Darbi, 24/2 – Asy-Syaamilah]_

Disebutkan dalam fatwa ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah di masa ini,

الأرض كروية الكل مسطحة الجزء

“Bumi secara keseluruhan berbentuk bundar, namun sebagiannya datar.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/414 no. 9544]_

➡ *DIANTARA DALIL KENYATAAN DAN AKAL SEHAT YANG MENUNJUKKAN BENTUK BUMI BULAT*

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,*_

وَيَدُلُّ عَلَيْهِ أَنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْكَوَاكِبَ لَا يُوجَدُ طُلُوعُهَا وَغُرُوبُهَا عَلَى جَمِيعِ مَنْ فِي نَوَاحِي الْأَرْضِ فِي وَقْتٍ وَاحِدٍ بَلْ عَلَى الْمَشْرِقِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ

“Dan yang menunjukkan bahwa bumi itu balat adalah matahari, bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan terbenam terhadap semua orang di seluruh penjuru bumi dalam waktu bersamaan, akan tetapi terbit di Timur dulu sebelum ke Barat.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/195]_

_*Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,*_

وأما دلالة الواقع فإن هذا قد ثبت فإن الرجل إذا طار من جدة مثلاً متجهاً إلي الغرب خرج إلى جدة من الناحية الشرقية إذا كان على خط مستقيم وهذا شيء لا يختلف فيه اثنان وأما كلام أهل العلم فإنهم ذكروا أنه لو مات رجل بالمشرق عند غروب الشمس ومات آخر بالمغرب عند غروب الشمس وبينهما مسافة فإن من مات بالمغرب عند غروب الشمس يرث من مات بالمشرق عند غروب الشمس إذا كان من ورثته فدل هذا على أن الأرض كروية لأنها لو كانت الأرض سطحية لزم أن يكون غروب الشمس عنها من جميع الجهات في آن واحد وإذا تقرر ذلك فإنه لا يمكن لأحد إنكاره

“Adapun dalil kenyataan maka sungguh itulah kenyataannya, karena apabila seseorang terbang dengan pesawat misalkan dari Jeddah ke arah Barat maka ia akan keluar ke Jeddah kembali dari arah Timur apabila ia berada di atas satu garis lurus, dan ini adalah sesuatu yang disepakati. Adapun ucapan ulama, maka para ulama telah menyebutkan bahwa apabila seseorang wafat di Timur ketika matahari tenggelam dan seseorang yang lain wafat di Barat juga ketika matahari tenggelam, maka diantara keduanya terdapat jarak tempuh, sehingga yang wafat di Barat setelah terbenam matahari dialah yang berhak mewarisi yang wafat di Timur setelah terbenam matahari (karena yang duluan wafat adalah yang di Timur, karena matahari lebih dulu terbenam di bagian Timur), jika ia termasuk ahli warisnya. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bundar, karena apabila bentuk bumi itu datar maka terbenamnya matahari di semua penjuru bumi akan terjadi pada waktu yang bersamaan. Dan apabila ini sudah jelas, tidak mungkin ada seorang pun yang dapat mengingkarinya.” _[Fatawa Nur ‘alad Darbi, 24/2 – Asy-Syaamilah]_

 ✅ *[KEDUA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: BUMI TIDAK BERGERAK*

_*Asy-Syaikh Abdul Qohir bin Thohir Al-Baghdadi rahimahullah berkata,*_

وَأَجْمعُوا على وقُوف الارض وسكونها وان حركتها انما تكون بِعَارِض يعرض لَهَا من زَلْزَلَة وَنَحْوهَا

“Ulama sepakat bahwa bumi diam dan tidak bergerak, adapun pergerakannya hanyalah apabila ada sesuatu yang menimpanya seperti gempa bumi dan yang semisalnya.” _[Al-Farqu baynal Firoq wa Bayaanul Firqotin Naajiyah, hal. 318]_

➡ *DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN BUMI TIDAK BERGERAK*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا

“Tidakkah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan?” _[An-Naba’: 6]_

_*Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,*_

{أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا} ؟ أَيْ: مُمَهَّدَةٌ لِلْخَلَائِقِ ذَلُولا لَهُمْ، قَارَّةً سَاكِنَةً ثَابِتَةً

“Tidakkah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? Maknanya: Disiapkan serta ditundukkan untuk kemaslahatan makhluk, dalam keadaan bumi itu diam, tidak bergerak dan tetap.” _[Tafsir Ibnu Katsir, 8/302]_

Disebutkan dalam fatwa ulama besar Ahlus Sunnah masa ini,

فإن الأرض ثابتة قارة

“Sesungguhnya bumi itu tetap (diam), tidak bergerak.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/415 no. 18647]_

 ✅ *[KETIGA] ULAMA ISLAM SEPAKAT: MATAHARI BERPUTAR (MENGELILINGI BUMI)*

_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,*_

وَقَدْ ثَبَتَ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَإِجْمَاعِ عُلَمَاءِ الْأُمَّةِ أَنَّ الْأَفْلَاكَ مُسْتَدِيرَةٌ

“Telah tetap berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ ulama bahwa benda-benda langit itu berputar.” _[Majmu’ Al-Fatawa, 25/193]_

➡ *DIANTARA DALIL YANG MENUNJUKKAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI*

_*Allah ta’ala berfirman,*_

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” _[Al-Anbiya’: 33]_

_*Allah ta’ala juga berfirman,*_

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” _[Yasin: 40]_

_*Asy-Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata,*_

ظاهر الأدلة الشرعية تثبت أن الشمس هي التي تدور على الأرض، وبدورتها يحصل تعاقب الليل والنهار على سطح الأرض وليس لنا أن نتجاوز ظاهر هذه الأدلة إلا بدليل أقوى من ذلك يسوغ لنا تأويلها عن ظاهرها

“Zhahir (yang nampak jelas dari) dalil-dalil syari’at, menetapkan bahwa matahari yang berputar mengelilingi bumi, dan dengan perputarannya terjadilah pergantian malam dan siang di atas permukaan bumi. Dan tidak sepatutnya bagi kita untuk melampaui zhahir (yang nampak jelas dari) dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat yang membolehkan kita untuk menafsirkannya hingga keluar dari zhahir-nya.” _[Majmu Fatawa war Rosaail, 1/73]_

➡ *NASIHAT ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH UNTUK PARA GURU PELAJARAN GEOGRAFI*

يجب على مدرس الجغرافيا إذا عرض على الطلاب نظرية الجغرافيين حول ثبوت الشمس ودوران الأرض عليها – أن يبين أن هذه النظرية تتعارض مع الآيات القرآنية والأحاديث النبوية، وأن الواجب الأخذ بما دل عليه القرآن والسنة، ورفض ما خالف ذلك، ولا بأس بعرض نظرية الجغرافيين من أجل معرفتها والرد عليها كسائر المذاهب المخالفة، لا من أجل تصديقها والأخذ بها

“Wajib atas guru pelajaran Geografi apabila menjelaskan kepada siswa-siswa tentang teori para ahli Geografi seputar diamnya matahari dan berputarnya bumi, hendaklah ia menjelaskan bahwa teori ini bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi, maka wajib mengambil petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan menolak pendapat yang menyelisihinya. Dan tidak mengapa menyampaikan teori para ahli Geografi tersebut untuk sekedar mengetahuinya dan membantahnya, sebagaimana pendapat-pedapat yang menyimpang lainnya wajib dibantah, bukan untuk membenarkannya dan mengambilnya.” _[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 26/414-415 no. 15255]_

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


_Sumber;_
http://sofyanruray.info/ulama-islam-sepakat-bentuk-bumi-bulat-tidak-bergerak-dan-matahari-mengelilinginya/

Selasa, 12 April 2016

MUSLIM TIDAK PERNAH SHOLAT, TIDAK BOLEH DISHOLATKAN?

🏓 MUSLIM TIDAK PERNAH SHOLAT, TIDAK BOLEH DISHOLATKAN?

⛳️ Tanya :

Apa benar jika seorang muslim tapi ia tidak melaksanakan shalat wajibnya maka tidak akan dishalatkan jika ia meninggal dunia?

⛸ Jawab :

Permasalahan menyalati orang yang meninggalkan shalat, kembali kepada hukum apakah orang yang meninggalkan shalat itu kafir atau tidak?

Sebagian ulama seperti Syaikh Ibnu Utsaimin memandang orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dengan dalil : perbedaan diantara kita dengan mereka adalah shalat, siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir, sehingga mereka tidak disholatkan, dan tidak dikubur diperkuburanan kaum muslimin.

Tetapi disana sebagian ulama, memahami hadits yang disebutkan diatas, adalah kufur kecil, yang seseorang tidak dikafirkan apabila meninggalkan sholat karena bermalas-malasan, namun dihukumi sebagai fasiq, dan orang yang fasiq kewajiban bagi kita melaksanakan fardhu kifayahnya, namun tidaklah perhatian kita sebagaimana meninggalnya orang yang shalih.

Terlebih dia sebagai panutan dalam masyarakat, untuk tidak menghadiri pemakamannya sebagai bentuk pelajaran bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Wallahu a'lam.

(Ustadz Haris)

#tanyajawab

Join channel telegram AsSunnah:
🌐 https://goo.gl/8TGjRf

Jumat, 08 April 2016

HUKUM KONTRAK KEBUN

🌳 HUKUM KONTRAK KEBUN

🍅 Tanya :

Bagaimana hukumnya mengontrak perkebunan beserta isinya dengan sejumlah uang tertentu dalam waktu tertentu? Selama masa kontrak seluruh hasil perkebunan adalah milik pengontrak dan biaya perawatan ditanggung pengontrak. Saat mengontrak, hasil perkebunan belum bisa diperkirakan.

🍆 Jawab :

Hal yang ditanyakan adalah perkara yang tidak diperbolehkan, karena adanya ketidakjelasan pada perkara tersebut. Telah syah dalam hadits Abu Hurairah riwayat Muslim bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli gharar (tidak jelas).

Pohon-pohon yang berada pada kebun, mungkin bisa menghasilkan dan mungkin tidak menghasilkan. Hal ini adalah ketidakjelasan untuk si pemilik kebun maupun si penyewa.

Solusinya adalah antara kedua belah pihak membuat ada kerjasama (syarikah). Tentunya dalam kerjasama itu harus ada modal dari kedua belah pihak dalam bentuk materi maupun manfaat, dan pembagian hasilnya harus berdasarkan persenan, serta jika terjadi kerugian akan ditanggung oleh kedua belak pihak.

Juga diperbolehkan bagi seorang hanya menyewa tanah saja.

Wallahu A’lam.

(Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)

#tanyajawab

Join channel telegram AsSunnah:
🌐 https://goo.gl/8TGjRf

Senin, 28 Maret 2016

KETIKA HUJAN TURUN

🌨KETIKA HUJAN TURUN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
☘Dari 'Aisyah ~Radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam apabila melihat hujan turun beliau mengucapkan:

"اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا "

"Ya Allah Anugerahkanlah Air Hujan Yang Bermanfaat". 
📚[HR. Bukhari, No.1032]

Adakah Do'a Ketika Petir..❓❓

🔆Datang dari Sahabat Abdullah Ibnu Zhubair ~Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika mendengar suara petir,  beliau meninggalkan pembicaraan dan mengucapkan:

" سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

"Maha suci (Allah) dzat yang petir dan malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena takut kepada-Nya."
📖 [QS. Ar-Ra'du:13]

Kemudian Beliau berkata:

"إِنَّ هَذَا لَوَعِيدٌ شَدِيدٌ لِأَهْلِ الْأَرْضِ"

☝"Sesungguhnya ini (petir) merupakan ancaman keras terhadap penduduk bumi"

📃[Atsar tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad , No. 723 dan Imam Malik dalam Al-Muwaththa', No3641.
Dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkaar, dan Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrod] 

Ketika hujan turun merupakan waktu mustajab untuk berdo'a.

🌴Dalam sebuah hadits yang di shahihkan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahihal-Jami', No 1026, Nabi bersabda:

"اطلبوا استجابة الدعاء عند التقاء الجيوش وإقامة الصلاة ونزول الغيث"

⏱"Carilah waktu mustajab do'a, yaitu tatkala bertemu dengan musuh di medan jihad, ketika di tegakkan shalat dan apabila hujan turun"⏱

📃[HR. Imam Syafi'i dalam kitabnya Al-Umm].

🌐Faidah dari hadits dan atsar di atas:
1⃣. Pentingnya do'a dan do'a merupakan sumber kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang hamba.

2⃣. Apapun kebaikan yang sudah dimiliki oleh seorang hamba, maka jangan pernah dia jauh dari memohon kepada Allah.

3⃣. Sesuatu itu bernilai manakala ada manfaatnya. Oleh karena itu Nabi memohon agar hujan yang turun dapat memberi manfaat.

4⃣. Petir merupakan teguran dari Allah agar hamba-hamba-Nya takut dan kembali kepada-Nya.

5⃣. Luasnya kasih-sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dimana Ia senantiasa memberi teguran kepada mereka agar mereka bertaubat dan kembali kepada-Nya.
__________________

✒Akhukum:
Farhan Bin Ramli Bin Ahmad - حفظه الله -

Jumat, 18 Maret 2016

Perhatikanlah makanan dan minumanmu sebelum menuntut ilmu


=========

☝🏻Diantara penghalang seseorang untuk mendapatkan ilmu adalah tatkala ia tumbuh dari makanan dan minuman yang tidak halal.

🍃Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata;

Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال { يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا} وقال {يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم} ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يداه إلى السماء وقال يا رب يا رب ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له

"Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima kecuali dari perkara yang baik pula, dan sungguh Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana Allah memerintahkan kepada para Rasul, Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman; {Wahai para Rasul, makanlah dari perkara yang baik dan beramalah dengan amalan yang shalih} dan Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman; {Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari perkara yang baik dari hal yang Allah berikan rezeki kepada kalian}, kemudian Beliau menyebutkan seorang lelaki yang melakukan perjalanan jauh dan keadaan rambutnya kusut serta pakaiannya berdebu sedang menengadahkan kedua tangannya keatas langit seraya berdoa; wahai Rabbku, wahai Rabbku..., sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dibesarkan dengan perkara yang haram, sehingga bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan!!?".
_______
HR. Muslim.

🔎Berkata 'Ubaid bin Junad -rahimahullah-;

ينبغي للرجل أن يعرف من أين مطعمه وملبسه ومسكنه وكذا وكذا ثم يطلب العلم

" Sepantasnyalah bagi seseorang untuk mengetahui dari mana asal makanannya, pakaiannya, tempat tinggalnya, ininya dan itunya lalu barulah ia menuntut ilmu".
________
📙Riwayat Al Khatib dalam Al Jami' (1/98)

🔎Berkata Bisyr bin Al Harits -rahimahullah-;

ينبغي للرجل أن ينظر خبزه من أين هو، ومسكنه الذي سكنه أصله من أيش هو، ثم يتكلم

"Seharusnyalah bagi seseorang untuk melihat kepada roti yang ia akan makan dari manakah ia, dan tempat tinggalnya yang ia tempati, dari manakah asal muasalnya?? lalu setelah itu barulah ia berbicara".
_______
📙Riwayat Ahmad dalam kitab Al Wara' (10)

🔎Berkata Maimun bin Mihran -rahimahullah-;

لا يكون الرجل تقيا حتى يحاسب نفسه محاسبة شريكه وحتى يعلم من أين ملبسه ومشربه ومطعمه

" Seseorang tidak akan sampai kejenjang ketakwaan hingga ia mengoreksi dirinya sebagaimana ia mengoreksi serikatnya, dan hingga ia mengetahui darimana pakaiannya, minumannya serta makanannya".
______
📙Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (35261)

☝🏻Dan sungguh Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- telah mengingatkan kita tentang adanya sebahagian manusia yang tidak lagi memperhatikan perkara ini.

🍃Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata;

Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

يأتي على الناس زمان لا يبالي المرء ما أخذ منه أمن حلال أو حرام

"Akan datang suatu zaman kepada manusia yang seseorang tak memperhatikan lagi apa yang ia ambil, apakah dari perkara yang halal ataukah yang haram".
_______
HR. Bukhari (4/313)

👉🏻Didalam riwayat An Nasa_i dengan lafadz;

يأتي على الناس زمان ما يبالي الرجل من أين أصاب المال من حل أو حرام

" Akan datang kepada manusia suatu zaman yang seorang tidak lagi memikirkan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari perkara yang halal ataukah yang haram".

Wallohu a'lam.

📝Ustadz Fauzan Al-Kutawy hafizhahullah

📲WA Radio As-Sunnah Sidrap
📟Telegram : @assunnahsidrap

Rabu, 16 Maret 2016

KECEMBURUAN PARA ISTRI

🛍KECEMBURUAN PARA ISTRI
=========

Sifat Al Ghairah (cemburu) adalah sifat yang ada pada seseorang ,bahkan sebagian orang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda suatu cinta.

☝🏻Namun jika kecemburuan yang berlebihan yang sampai kebatas memberikan mudharat (bahaya) kepada seseorang adalah perkara yang tercela didalam syariat, dan perkara yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga, oleh sebab itulah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- enggan untuk menikahi sebagian wanita yang mereka dikenal dengan kecemburuan yang berlebihan.

🍃Dari Anas -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Ya Rasulullah, tidakkah engkau mau menikah dengan wanita anshar??"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- menjawab;

إن فيهم لغيرة شديدة

"Sesungguhnya mereka memiliki kecemburuan yang sangat".
_______
HR. An Nasa_i (6916) dan dishahihkan Syeikh Al Albany dalam Shahih Sunan An Nasa_i (3233) dan Syeikh Muqbil dalam Ash Shahih Al Musnad (102).

👉🏻Dan tatkala Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengutus Hatib bin Abi Balta'ah -radhiyallahu 'anhu- untuk melamarkan Beliau Ummu Salamah, maka Ummu Salamah berkata;

" Sesungguhnya saya memiliki seorang anak perempuan dan sungguh saya adalah seorang wanita yang pencemburu"

Maka Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;

أما ابنتها فندعو الله أن يغنيها عنها وأدعو الله أن يذهب بالغيرة

"Adapun anak perempuannya maka Kami berdoa kepada Allah agar memberikan kecukupan dengannya, dan akupun berdoa agar Allah menghilangkan kecemburuannya".
________
HR. Muslim (918)

👆🏼Dari hadits ini nampak bahwa tidaklah Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- menikahi Ummu Salamah kecuali setelah Beliau berdoa agar Allah menghilangkan sifat kecemburuan yang ada pada diri Ummu Salamah.
Dan sekaligus menunjukkan bahwa sifat cemburu yang berlebihan adalah sifat tercela yang ada pada seorang wanita sehingga Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- meminta agar hal tersebut dihilangkan pada calon istrinya.

💞Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kecemburuan yang wajar dan semestinya adalah sifat yang dimiliki dan terdapat pada para wanita mulia, bahkan wanita termulia dari ummat ini yaitu 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- juga adalah seorang wanita yang memiliki sifat kecemburuan, beliau berkata;

ما غرت على امرأة لرسول الله صلى الله عليه وسلم كما غرت على خديجة لكثرة ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم  إياها وثناءه عليها

" Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorangpun melebihi kecemburuanku terhadap Khodijah, karena Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- selalu menyebut-nyebutnya dan memujinya".
_______
HR. Bukhari (5229) dan Muslim (2435).

☝🏻Jika 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- yang merupakan wanita termulia saja merasakan kecemburuan terhadap wanita lainnya maka sungguh selain itu dari para wanita juga pasti merasakannya.

❓❓Namun bagaimanakah sikap seorang suami untuk menghadapi para istri yang dilanda kecemburuan??

👉🏻Mari kita simak kisah kecemburuan yang terjadi dikeluarga Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-;

🍃Dari Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu- berkata;

"Suatu ketika Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- berada dirumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-, dan Beliau kedatangan para tamu dari kalangan shahabat, maka tiba-tiba datanglah seseorang membawa semangkok makanan yang dikirim oleh Ummu Salamah (untuk menjamu tamu yang ada dirumah 'Aisyah, padahal bukan hak Ummu Salamah untuk menjamu tamu dirumah 'Aisyah. Pent), maka 'Aisyah pun memukul tangan utusan Ummu Salamah tersebut, hingga jatuhlah mangkuk tsb dan terpecah, maka Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- mengumpulkan pecahan mangkuk tersebut dan juga makanannya, seraya berkata kepada para sahabat;

غارت أمكم غارت أمكم غارت أمكم

" Ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu, ibu kalian ini sedang cemburu"

Kemudian Beliau menggantikan mangkuk yang pecah itu dengan mangkuk yang baru dari rumah 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-".
________
HR. Bukhari (5225).

☝🏻Subhanalloh....
Dalam kisah ini terdapat banyak faidah dan pelajaran, diantaranya:

✔Sikap bijaksana Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mengatasi kecemburuan istri.
✔Kelembutan Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dan sifat pemaaf Beliau tatkala Beliau tidak sedikitpun menyalahkan istrinya apalagi memarahinya.
✔Tidak menampakkan suatu permasalahan dihadapan orang lain ketika terjadi suatu permasalahan.
 ✔Tidak membesarkan suatu masalah bahkan berusaha menjadikan hal tersebut perkara yang mudah.
✔Kepandaian Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- dalam mendidik para sahabat tatkala beliau dihadapkan dengan suatu masalah ternyata beliau menggambarkan hal tersebut dengan nada canda dihadapan para sahabat.
✔Tidak terburu-buru menyalahkan sikap istri.
☝🏻Dan masih banyak lagi faidah lainnya yang kita bisa petik dari kisah diatas.

Wallohu a'lam.

✍🏻Ust. Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy

______
📲WA Silsilah Durus Linnisa'📚

Jumat, 11 Maret 2016

Sutrah/pembatas ketika shalat

🔎  SUNNAH NABI~صلى الله عليه و سلم~
YANG DITINGGALKAN BANYAK ORANG}

🚧"Sutrah/pembatas ketika shalat"

1⃣: Dari Shahabat Ibnu 'Umar~رضي الله عنه~:

"أن رسول الله صلى الله عليه وسلم :
كان إذا خرج يوم العيد، أمر بالحربة فتوضع بين يديه، فيصلي إليها. والناس وراءه. وكان يفعل ذلك في السفر"

Artinya:
"Bahwa Rasulullah~صلى الله عليه و سلم~ apabila keluar menuju mushalla di hari 'ied, maka beliau memerintahkan untuk dipersiapkan tongkat kecil (sabagai sutrah shalat, pent).
Lantas ditancapkan di hadapan beliau, kemudian beliau shalat menghadap tongkat tersebut, dan manusia di belakang beliau.
Dan Beliau juga senantiasa menggunakan sutrah (pembatas) ketika shalat di waktu safar".

📓[H.R. Imam Bukhari, no:245]

2⃣: Dari 'Aisyah ~رضي الله عنه~, Bahwa Nabi~صلى الله عليه وسلم~ pernah ditanya ketika perang tabuk, tentang ukuran sutrah (pembatas) bagi orang shalat.

Maka beliau menjawab:
"مثل مؤخرة الرحل"
"SEPERTI PELANA KUDA"

📓[H.R. Imam Muslim no:500]

Faidah hadits:
1⃣Disyariatkan sutrah bagi orang yang shalat.
Telah dinukilkan oleh sebagian ulama akan kesepakatan Ulama atas disyariatkannya sutrah bagi orang shalat.

➡[lihat: al-mughni, al-majmu' syarhul muhazzab, al-iqnaa', al-muhalla bil atsar].

2⃣Bahwa ukuran sutrah paling rendah adalah seukuran pelana kuda, kurang lebih satu jengkal tangan manusia.

3⃣Jarak antara dia berdiri dan sutrah tiga hasta, atau dengan jarak yang dapat di lewati oleh seekor kambing ketika dia sujud.
Demikian di terngkan ulama berdasarkan dalil2nya.
➡[lihat:almugni, almajmu' syarhul muhazzab, al iqnaa', almuhalla bil atsar, subulussalaam, nailul authar].

4⃣ Bahwa beliau~صلى الله عليه وسلم~ senantiasa menggunakan sutrah ketika shalat, walaupun dalam safar.


____________:
✒Akhukum:
Farhan Bin Ramli Bin Ahmad~حفظه الله~,