Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2014

PERINGATAN DARI BAHAYA SYIRIK

ﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan hikmah dari penciptaan manusia dan jin, hal ini ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya,

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ ﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺭِﺯْﻕٍ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥْﻳُﻄْﻌِﻤُﻮﻥِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ ﺍﻟْﻤَﺘِﻴﻦُ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada_Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi–Ku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” {Adz-Dzariyat:56-58}

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Makna ayat ini adalah, Allah menciptakan makhluq semata-mata untuk beribadah kepada-Nya saja, tidak boleh menyekutukan-Nya. Barangsiapa yang mentaati perintah_Nya (dan menjauhi larangan-Nya), maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang paling sempurna, sedangkan yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia akan mengazabnya dengan azab yang sangat pedih.

Allah Ta’ala juga Mengabarkan bahwa Dia tidak butuh kepada makhluq, bahkan makhluqlah yang butuh kepada-Nya dalam segala keadaan mereka, Dia-lah Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka.” {Fathul Majidli Syarhi Kitabit Tauhid, hal.19}

Adapun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tertinggi adalah tauhid yaitu,


ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ

“Mengesakan Allah ta’ala dalam ibadah.” Atau dengan makna yang lebih umum,

ﺇﻓﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺑﻮﺑﻴﺔ ﻭﺍﻷﻟﻮﻫﻴﺔ ﻭﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺕ

“Mengesakan Allah ta’ala dalam perkara yang merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma’ wash shifaat .” {Al-Qoulul Mufid ‘ala Kitab At-Tauhid, 1/8}

Sedangkan larangan-Nya yang paling tercela adalah syirik (menyekutukan Allah) yaitu,

ﺗﺴﻮﻳﺔ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﺋﺺ ﺍﻟﻠﻪ

“Menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang merupakan kekhususan bagi Allah (yaitu dalam rububiyah, uluhiyah (ibadah) dan asma’ was shifaat ).” { Al-Mulakkhos fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal.15 }

Seperti berdo’a kepada selain Allah, bertawakkal pada selain-Nya, menyembelih untuk selain-Nya, percaya pada ramalan dan perdukunan, berkeyakinan ada pencipta, pemberi rezeki, penentu hukum, yang memberikan manfaat dan menolak mudarat, yang mengetahui perkara ghaib selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini hanyalah sebagian contoh praktek kesyirikan yang ironisnya perbuatan-perbuatan tersebut banyak dilakoni oleh sebagian kaum Muslimin sendiri.

Bahkan sebagian perbuatan syirik yang mereka lakukan lebih parah dari kaum musyrikin di zaman Jahiliyah, dimana mereka (sebagian musyrikin Jahiliyah) hanya menyekutukan Allah Ta’ala pada saat senang, dikala susah mereka mentauhidkan Allah Subhanahu waTa’ala,

Sebagaimana firman-Nya,

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﻛِﺒُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔُﻠْﻚِ ﺩَﻋَﻮُﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺠَّﺎﻫُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ


“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka menyekutukan-Nya.” {Al-‘Ankabut:65}

Adapun orang yang menyekutukan Allah Ta’ala pada hari ini, melakukannya saat senang maupun susah.  Dan sebagian orang menyangka bahwa kesyirikan hanya terjadi pada zaman primitif saja, atau hanya pada masyarakat yang masih sangat sederhana tingkat berpikir dan kemajuan teknologinya.

Sangkaan ini justru diingkari oleh kenyataan yang ada, bukankah negara-negara maju yang teknologinya sangat hebat adalah negara-negara yang didominasi oleh orang-orang musyrik dan kafir kepada Allah Ta’ala!? Bukankah dua negeri yang penduduknya paling banyak di dunia mayoritasnya adalah kaum musyrikin !?

Demikianlah keadaan manusia pada umumnya dan sebagian kaum muslimin pada hari ini yang masih sangat dekat dengan perbuatan-perbutan syirik.

Oleh Karena itu, sudah seharusnya setiap muslim menasihati keluarganya dan masyarakatnya agar menjauhi perbuatan-perbuatan syirik serta menjelaskan bahanya yang sangat besar.


Makna & Pembagian Syirik


Para ulama membagi kesyirikan menjadi dua, yaitu:
Syirik Besar ( akbar )
&
Syirik Kecil (asgar ).

Syirik besar adalah seorang yang mengadakan tandingan bagi Allah Ta’ala dalam perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ was shifat. {lihat Ma’arijul Qobul , 2/483, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah,1/516}

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

“Syirik besar adalah seorang yang mengadakan tandingan bagi Allah, sehingga ia berdoa kepada tandingan tersebut sebagaimana ia berdoa kepada Allah, atau ia takut, harap dan cinta kepadanya sebagaimana cintanya kepada Allah, atau ia mempersembahkan kepadanya satu bentuk ibadah.” {Al-Qoulus Sadid Syarh Kitabit Tauhid, hal.24}

Adapun syirik kecil adalah semua perkara haram yang bisa menjadi sarana (wasilah ) atau pengantar ( dzari’ah ) kepada syirik besar dan terdapat dalil penamaan syirik terhadapnya. {lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 1/517}

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah juga menjelaskan,

“Syirik kecil adalah semua bentuk perkataan maupun perbuatan yang bisa mengantarkan kepada syirik besar, seperti ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan makhluq yang tidak sampai beribadah kepadanya, bersumpah dengan nama selain Allah, riya’ yang ringan dan yang semisalnya.” { Al-Qoulus Sadid , hal. 24, lihat Al-Qoulul Mufid‘ala Kitabit Tauhid, Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah ,1/139 }


Perbedaan Syirik Besar & Syirik Kecil

Perbedaan syirik besar dan syirik kecil penting untuk dipahami karena masing-masing dari kedua bentuk syirik ini memiliki hukum dan konsekuensi tersendiri.

Untuk lebih jelasnya, inilah sejumlah perbedaan antara syirik besar dan syirik kecil:
  • Pertama: Syirik besar menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam dan diberlakukan padanya hukum-hukum kepada orang yang murtad dari Islam.      Sedangkan syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam dan tidak diberlakukan padanya hukum-hukum kepada orang yang murtad dari Islam.
  • Kedua: Pelaku syirik besar tidak akan mendapat ampunan Allah jika ia mati sebelum bertaubat.


Adapun pelaku syirik kecil terdapat perbedaan pendapat para Ulama dalam masalah ini.
  • Pendapat pertama , pelaku syirik kecil di bawah kehendak Allah Ta’ala apakah diampuni atau tidak, Berdasarkan dalil firman Allah Ta’ala,
  • ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ
  • “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” {An-Nisa': 48, 116}
  • Pendapat kedua , pelaku syirik kecil tidak diampuni, berdasarkan dalil yang sama. Sebab ayat tersebut berlaku umum, mencakup syirik besar dan syirik kecil { Lihat Al-Qoulul Mufid,1/141 }



  • Ketiga: Syirik besar menghapus semua amalan pelakunya,
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﺷْﺮَﻛُﻮﺍ ﻟَﺤَﺒِﻂَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” {Al-An’am: 88}

Juga firman Allah Ta’ala,

ﻟَﺌِﻦْ ﺃَﺷْﺮَﻛْﺖَ ﻟَﻴَﺤْﺒَﻄَﻦَّ ﻋَﻤَﻠُﻚَ

“Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapuslah amalanmu.”{Az-Zumar:65}

Sedangkan syirik kecil hanya menghapus amalan yang menyertainya, seperti jika seseorang berbuat riya’ dalam ibadahnya maka terhapuslah amalannya tersebut namun tidak menghapus amalannya yang telah ia kerjakan dengan ikhlas.



  • Keempat: Syirik besar menyebabkan pelakunya kekal di neraka,
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻠﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻣِﻦْﺃَﻧْﺼَﺎﺭٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” {Al-Maidah:72}

Sedangkan syirik kecil tidak sampai mengekalkan pelakunya di neraka.



  • ✔ Peringatan:  Penyebutan syirik kecil bukanlah berarti bahwa dosanya kecil, bahkan syirik kecil adalah dosa terbesar setelah syirik besar. Hanya saja dikategorikan kecil apabila dibandingkan dengan syririk besar. Sama halnya penyebutan dosa kecil bukanlah berarti bahwa dosa tersebut boleh diremehkan, tetapi maksudnya kecil jika dibandingkan dengan dosa besar.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Barangsiapa yang menjauhi semua bentuk syirik (besar maupun kecil) maka terhapuslah dosa-dosa besarnya, karena dosa-dosa besar itu jika dibandingkan dengan syirik sama dengan perbandingan antara dosa kecil dan dosa besar. Jadi, jika dosa-dosa kecil bisa terhapus dengan menjauhi dosa-dosa besar maka dosa-dosa besar pun bisa terhapus dengan menjauhi kesyirikan.” {I’lamul Muwaqqi’in,1/226}

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah ,

“Dan sungguh telah salah orang yang mengatakan bahwa hukum bersumpah dengan selain nama Allah Ta’ala hanya makruh, padahal Pemilik syari’at mengkategorikannya sebagai perbuatan syirik (kecil), sedang tingkatannya lebih besar dari dosa besar.” { I’lamul Muwaqqi’in,4/403 }

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata,

“Di dalamnya terdapat dalil atas perkataan sahabat, bahwa syirik kecil lebih besar dosanya dibanding al-kabaair (dosa-dosa besar).” { Kitabut Tauhid , masalah ketiga dari Bab Minasy-Syirki Lubsul Halqati wal Khoythi wa Nahwihima,Lihat Al-Qoulul Mufid,1/217-218 }


Bahaya Syirik.
Diantara Bahaya Syirik;
 ↓ 


  • Pertama: Syirik adalah dosa dan kezaliman terbesar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻟِﺎﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ


“Dan ingatlah ketika Luqman berkata pada anaknya saat ia memberi pelajaran padanya: Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan-Nya adalah kezaliman yang besar.” {Luqman: 13}

Rasulullah shallallahhu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺃﻻ ﺃﻧﺒﺌﻜﻢ ﺑﺄﻛﺒﺮ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﺛﻼﺛﺎً ﻗﻠﻨﺎ ﺑﻠﻰ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﺷﺮﺍﻙ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻋﻘﻮﻕﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ

“Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa yang paling besar? Kami (sahabat) berkata, “Tentu wahai Rasulullah”, lalu beliau bersabda: (Dosa yang paling besar) adalah menyekutukan Allah dan durhaka pada kedua orang tua.” { HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu'anhu }

Sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,

ﺳﺄﻟﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻱ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺃﻋﻈﻢ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﺗﺠﻌﻞ ﻟﻠﻪ ﻧﺪﺍًﻭﻫﻮ ﺧﻠﻘﻚ

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: Dosa apakah yang paling besar ?   Beliau bersabda: Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia yg menciptakanmu.” { HR. Al-Bukhari dan Muslim }



  • Kedua: Terhapusnya amalan

Apabila seseorang melakukan syirik maka terhapuslah semua pahala yang pernah ia dapatkan dan kebaikan yang pernah ia kerjakan.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﺷْﺮَﻛُﻮﺍ ﻟَﺤَﺒِﻂَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” { Al-An’am:88 }

Juga firman Allah Ta’ala,

ﻟَﺌِﻦْ ﺃَﺷْﺮَﻛْﺖَ ﻟَﻴَﺤْﺒَﻄَﻦَّ ﻋَﻤَﻠُﻚَ

“Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapuslah amalanmu." {Az-Zumar:65}

Terhapusnya amalan pelaku syirik apabila ia mati sebelum bertaubat.
Adapun jika ia bertaubat, kembali kepada Islam maka insya Allah ta’ala amalannya tidak terhapus,

Sebagaimana firman Allah ta’ala,

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪِﺩْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﻴَﻤُﺖْ ﻭَﻫُﻮَ ﻛَﺎﻓِﺮٌ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺣَﺒِﻄَﺖْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” {Al-Baqoroh: 217}



  • Ketiga: Dosa yang tidak terampuni
Jika seorang berbuat syirik dan mati sebelum ia bertaubat darinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan pernah mengampuni dosanya untuk selama-lamanya. Sebagaimana firman-Nya,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” {An-Nisa': 48, 116}



  • Keempat: Kekal di Neraka

Seorang yang mati dalam keadaan musyrik diharamkan masuk surga, maka tempat kediamannya kelak pasti di neraka jahannam dan kekal didalamnya untuk selama-lamanya ia merasakan adzab yang sangat pedih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻠﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻣِﻦْﺃَﻧْﺼَﺎﺭٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” {Al-Maidah:72}



  • Kelima: Orang-orang musyrik adalah makhluq yang Paling Hina

Orang-orang musyrik adalah makhluq yang paling hina yang pernah tercipta di dunia ini dan terlebih lagi di akhirat, bahkan mereka lebih hina dari binatang ternak.

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﻧَﺎﺭِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَﻫُﻢْ ﺷَﺮُّ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ


“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya.  Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” {Al-Bayyinah:6}

Juga firman Allah Ta’ala,

ﺃَﻡْ ﺗَﺤْﺴَﺐُ ﺃَﻥَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺃَﻭْ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ﺇِﻥْ ﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡِ ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﺿَﻞُّﺳَﺒِﻴﻠًﺎ


"Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami !? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” {Al-Furqon:44}



  • Keenam: Syirik adalah sebab kebinasaan

Syirik adalah sebab kebinasaan, musibah dan malapetaka yang menimpa manusia, bahkan sebab kehancuran alam semesta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻭَﻟَﺪًﺍ ﻟَﻘَﺪْ ﺟِﺌْﺘُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﺩًّﺍ ﺗَﻜَﺎﺩُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﻳَﺘَﻔَﻄَّﺮْﻥَ ﻣِﻨْﻪُﻭَﺗَﻨْﺸَﻖُّ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻭَﺗَﺨِﺮُّ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻫَﺪًّﺍ ﺃَﻥْ ﺩَﻋَﻮْﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻭَﻟَﺪًﺍ

"Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” Sesungguhnya (dengan perkataan itu) kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” {Maryam:88-91}

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﺟﺘﻨﺒﻮﺍ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﺍﻟﻤﻮﺑﻘﺎﺕ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﻫﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺴﺤﺮﻭﻗﺘﻞ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺃﻛﻞ ﺍﻟﺮﺑﺎ ﻭﺃﻛﻞ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﻴﺘﻴﻢ ﻭﺍﻟﺘﻮﻟﻲ ﻳﻮﻡﺍﻟﺰﺣﻒ ﻭﻗﺬﻑ ﺍﻟﻤﺤﺼﻨﺎﺕ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﺍﻟﻐﺎﻓﻼﺕ

"Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.
 Mereka (sahabat) berkata: Wahai Rasulullah apakah tujuh perkara yang membinasakan itu? Beliau bersabda:
“Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba’, lari dari medan perang (jihad), menuduh berzina wanita baik-baik lagi beriman serta tidak tahu menahu (dengan zina tersebut).” {HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu}



  • Ketujuh: Syirik merusak ikatan pernikahan dan seorang musyrik diharamkan menikahi seorang muslim
Diharamkan bagi seorang laki-laki musyrik untuk menikahi wanita muslimah, demikian pula sebaliknya, seorang laki-laki muslim diharamkan menikahi wanita Musyrikah

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

 ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛَﺎﺕِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺆْﻣِﻦَّ ﻭَﻟَﺄَﻣَﺔٌ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻛَﺔٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﺘْﻜُﻢْﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ﻭَﻟَﻌَﺒْﺪٌ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻙٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﻜُﻢْﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻭَﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ

"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” {Al-Baqoroh: 221}



  • Kedelapan: Tidak boleh menshalatkan dan mendoakan orang yang mati dalam keadaan musyrik
Tidak boleh menshalatkan dan mendoakan orang yang mati dalam keadaan musyrik meskipun keluarga terdekat, bahkan keluarga para Nabi sekalipun, Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mendoakan pamannya Abu Thalib meski jasa besarnya dalam membela Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dilarang untuk mendoakan bapaknya yang mati dalam keadaan musyrik.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺼَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﺎﺕَ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮِﻩِ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِﻭَﻣَﺎﺗُﻮﺍ ﻭَﻫُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻘُﻮﻥَ

"Dan janganlah kamu sekali kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati diantara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburannya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.” {At Taubah: 84}

Juga firman Allah Ta’ala,

ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﻟِﻠْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺃُﻭﻟِﻲ ﻗُﺮْﺑَﻰ ﻣِﻦْﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢ

“Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang orang yang beriman memintakan ampun ( kepada Allah ) bagi orang-orang musyrik, walaupun mereka itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka bahwa orang orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahim.” {At-Taubah: 113}



  • Kesembilan: Hilangnya hak saling mewarisi
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ﻻََ ﻳَﺮِﺙُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮَ ، ﻭَﻻَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢ

“Tidak boleh seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak boleh orang kafir mewarisi orang muslim.” {HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma}



  • Kesepuluh: Sembelihan seorang musyrik dan sembelihan untuk selain Allah haram dimakan,
Allah ta’ala berfirman,

ﺣُﺮِّﻣَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻡُ ﻭَﻟَﺤْﻢُ ﺍﻟْﺨِﻨْﺰِﻳﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻫِﻞَّ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﺨَﻨِﻘَﺔُﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻗُﻮﺫَﺓُ ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺮَﺩِّﻳَﺔُ ﻭَﺍﻟﻨَّﻄِﻴﺤَﺔُ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﺍﻟﺴَّﺒُﻊُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﺫَﻛَّﻴْﺘُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺫُﺑِﺢَ ﻋَﻠَﻰﺍﻟﻨُّﺼُﺐِ ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﺴْﺘَﻘْﺴِﻤُﻮﺍ ﺑِﺎﻟْﺄَﺯْﻟَﺎﻡِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻓِﺴْﻖٌ


“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih untuk persembahan kepada selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.” {Al-Maidah:3}

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻠﺤﻮﻡ ﻭﺍﺭﺩﺓ ﻣﻦ ﺑﻼﺩ ﻭﺛﻨﻴﺔ ﺃﻭ ﺷﻴﻮﻋﻴﺔ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻻ ﻳﺤﻞ ﺃﻛﻠﻬﺎ ، ﻷﻥﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ ﻣﺤﺮﻣﺔ

“Apabila daging impor berasal dari negeri paganisme atau komunisme maka tidak halal memakannya, karena sembelihan mereka diharamkan.” {Majmu' Al-Fatawa, 23/32}



  • Kesebelas: Tertolaknya ruh seorang musyrik dilangit lalu dilempar ke bumi
Ruh seorang musyrik tidak akan diterima dilangit, sehingga ia dilemparkan kembali ke bumi dalam keadaan tersiksa.

Allah ta’ala berfirman,

ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﺮَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﺘَﺨْﻄَﻔُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮُ ﺃَﻭْ ﺗَﻬْﻮِﻱ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮِّﻳﺢُ ﻓِﻲﻣَﻜَﺎﻥٍ ﺳَﺤِﻴﻖٍ

“Dan barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka seakan ia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau terlempar dibawa angin ke tempat yang jauh.”{Al-Hajj: 31}



  • Keduabelas: Mengajak kepada syirik lebih besar dosanya dibanding pembunuhan
Allah Ta’ala berfiman,

ﻭَﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﺘْﻞِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰَﺍﻟُﻮﻥَ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻧَﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮُﺩُّﻭﻛُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻜُﻢْ ﺇِﻥِﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻋُﻮﺍ

“Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.
 Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”{Al-Baqoroh:217}

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

ﻭَﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﺘْﻞِ ﺃﻱ: ﻗﺪ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻪ، ﺣﺘﻰ ﻳﺮﺩﻭﻩﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺑﻌﺪ ﺇﻳﻤﺎﻧﻪ ﻓﺬﻟﻚ ﺃﻛﺒﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺘﻞ

"Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh, maknanya adalah: Dahulu orang-orang kafir memfitnah seorang muslim dalam agamanya, sampai mereka memurtadkannya kepada kekafiran setelah keimanannya, maka itulah yang dosanya lebih besar di sisi Allah daripada pembunuhan.” {Tafsir Ibnu Katsir}

Inilah sebagian bahaya syirik, maka himpunlah hati dan pikiran Anda untuk memahami betapa besar kemarahan Allah Tabaraka wa Ta’ala terhadap kesyirikan dan pelakunya. Oleh karena itu, tidaklah pantas bagi seorang muslim meremehkan masalah ini.


 Renungan ; 

 Benar bahwa ummat Islam menghadapi masalah-masalah yang multi kompleks, mulai dari masalah politik, ekonomi, pemerintahan, bahkan sampai pada penindasan kaum muslimin di sebagian negeri Islam oleh orang-orang kafir.

Akan tetapi kalau kita mau memahami agama yang mulia ini berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaf, maka jelas bagi kita bahwa problematika ummat yang sesungguhnya jauh lebih besar dari itu semua adalah permasalahan rusaknya aqidah tauhid.

Karena tauhid adalah kewajiban tertinggi, dan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus ditunaikan, melebihi hak-haknya makhluq. Sungguh ironi ketika kita berteriak-teriak membela hak-hak makhluq yang terampas, pada saat yang sama kita mendiamkan kesyirikan di depan mata kita.

Dan apabila aqidah tauhid ini tercemari dengan kotoran-kotoran syirik dan noda-noda kekufuran maka bahaya yang mengancam ummat Islam, bahkan seluruh ummat manusia jauh lebih besar, tidak saja didunia ini tapi sampai di akhirat kelak, yaitu kekal dalam neraka. Bahkan syirik adalah sebab utama seluruh masalah ummat manusia didunia dan akhirat.


ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ


SumberKlik    ➡   www.SofyanRuray.info  ✔
























Minggu, 12 Januari 2014

SYIRIK

بِسْـــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Meyakini bahwa yang selain Allah Ta’ala berhak untuk diibadahi, memalingkan sesuatu dari ibadah- ibadah kepada selain Allah. 

 Jenis syirik ini secara global ada tiga,

 Pertama , keyakinan adanya sekutu bagi Allah dalam uluhiyyah.

 Siapa yang meyakini bahwa yang selain Allah berhak diibadahi bersama Allah, atau berhak untuk dipersembahkan kepadanya salah satu dari jenis-jenis ibadah, maka ini adalah syirik dalam uluhiyyah.

Kedua, memalingkan sesuatu dari ibadah mahdhah untuk selain Allah Ta’ala. Ibadah-ibadah mahdhah (khusus) dengan segala jenisnya [1] adalah murni hak Allah Ta’ala yang tidak boleh diserahkan dan dipersembahkan untuk yang selain Dia. Siapa yang memalingkan ibadah itu kepada selain Allah, dia terjatuh pada syirik akbar.[2]

Ketiga, syirik dalam hukum dan ketaatan. Diantarabentuk-bentuk syirik dalam jenis ketiga ini adalah, [3] 
1. Keyakinan seseorang bahwa hukum selain hukum Allah lebih baik dan utama daripada hukum Allah.  Yang seperti ini syirik akbar karena dia mendustakan al-Quran.


 ﺃﻓَﺤُﻜْﻢَ ﺍﻟﺠَﺎﻫِﻠِﻴّﺔِ ﻳَﺒْﻐُﻮْﻥَ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃﺣْﺴَﻦُ ﻣِﻦَﺍﻟﻠﻪِ ﺣُﻜْﻤًﺎ

 “ Apakah hukum Jahiliyyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah? ” (QS. Al-Maidah ayat 50)

 2. Keyakinan seseorang tentang bolehnya berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah dalam al-Quran. 


 3. Menetapkan hukum atau undang- undang yang menyelisihi Kitab Allah dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berhukum dengannya, dengan keyakinan bahwa bolehnya berhukum dengan hukum/undang- undang tersebut, atau meyakini bahwa hal itu lebih baik daripada hukum Allah atau sama dengannya. 


 4. Siapa yang berhukum dengan tradisi dan adat kebiasaan nenek moyang atau sukunya, sementara dia mengetahui bahwa hal itu menyelisihi hukum Allah, dengan keyakinan bahwa tradisi itu lebih baik dari hukum Allah atau selevel dengannya, atau dia boleh berhukum dengannya, semua ini adalah syirik akbar.


 5. Mentaati hukum menyimpang yang ditetapkan orang yang berhukum dengan selain hukum Allah dengan keridhaan, mendahulukan perkataannya daripada perkataan Allah, dilandasi kebencian terhadap hukum Allah, atau meyakini bolehnya berhukum dengannya, atau meyakini bahwa hal itu lebih baik daripada hukum Allah atau selevel dengannya. 
 Termasuk dalam hal ini, orang-orang yang mengikuti dan taat kepada tradisi dan adat kebiasaan suku atau komunitas masyarakat tertentu yang menyelisihi hukum Allah. 

 6. Siapa yang menyeru untuk tidak menerapkan Syariat Allah, dan mengajak kepada penerapan hukum- hukum positif, karena ingin memerangi Islam dan benci kepada Islam, dan juga orang yang mengajak kepada perkara tersebut dengan pengetahuannya bahwa dia mengajak kepada kemungkaran atau memerangi Syariat Allah, dan yang nampak dari perbuatannya itu bahwa dia tidak melakukannya kecuali karena kekaguman hatinya terhadap orang- orang kafir dengan hukum-hukum buatan mereka dan dengan keyakinannya bahwa bahwa hal itu lebih baik dari Syariat Allah, dan juga kebencian yang telah ada dalam hatinya terhadap Islam dan hukum-
hukumnya;  Semua ini adalah syirik akbar dan mengeluarkan pelakunya dari Islam.


Wallahul musta’an . 

———————— 


[1] Ibadah mahdhah terbagi kepada ibadah-ibadah qalbiyah (hati, seperti cinta dan rasa takut), qauliyah (ucapan seperti membaca al-Quran dan berdzikir), fi’liyah (perbuatan, seperti shalat dan puasa) dan mâliyah (harta, seperti sedekah dan berqurban).


 [2] Contoh-contoh untuk bentuk- bentuk syirik seperti ini akan disebutkan dalam pembahasan materi- materi tauhid lainnya.


 [3] Mohon dibaca dengan baik dan pahami setiap rincian perkataannya. Apa yang disebutkan dalam pembahasan ini bukanlah penguat argumen bagi orang-orang yang suka mengkafirkan, karena vonis kafir tidak jatuh kecuali dengan syarat-syaratnya yang sangat ketat, dan lagi pula, takfir adalah hukum Allah, tidak ada yang berwenang dalam masalah ini kecuali para ulama rabbani, bukan orang- orang yang tidak dikenal dengan kapasitas keilmuannya dan tidak diakui sebagai “tokoh” kecuali oleh segelintir kecil dari penduduk bumi ini. 



Dengan menjadikan bagi Allah tandingan atau sekutu pada sesuatu dari nama-nama dan sifat-sifatNya, atau mensifatkan Dia dengan sesuatu dari sifat-sifat makhlukNya. Siapa yang menamakan sesuatu dengan salah satu dari nama-nama Allah dengan keyakinan bahwa makhluk tersebut memiliki sifat yang ditunjukkan oleh nama itu yang merupakan kekhususan Allah Ta’ala, atau mensifatkannya dengan salah satu dari sifat-sifat yang khusus bagi Allah, maka dia adalah musyrik dalam tauhid al-Asma’ wa ash-Shifat.  Demikian pula orang yang mensifatkan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari sifat- sifat makhluk, maka dia musyrik dalam sifat-sifat Allah.

Diantara bentuk dari syirik jenis ini adalah mendakwakan ilmu ghaib, atau meyakini bahwa yang selain Allah Ta’ala mengetahui perkara yang ghaib.  Segala apa yang tidak dilihat oleh para hamba dan tidak diketahui oleh mereka dengan panca indera maka hal itu termasuk perkara ghaib.
Allah Ta’ala berfirman, 

ﻗُﻞْ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦ ﻓﻰ ﺍﻟﺴَﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷﺭْﺽِ ﺍﻟﻐَﻴْﺐَ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪُ

“ Katakanlah : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah .” (QS. An-Naml ayat 65)

 ﺇﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﻐَﻴْﺐُ ﻟِﻠﻪِ 

“ Sesungguhnya yang ghaib itu hanyalah kepunyaan Allah .” (QS. Yunus ayat 20) Dan Dia berfirman kepada nabiNya, 

ﻗُﻞْ ﻻ ﺃﻣْﻠِﻚُ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻲ ﻧَﻔْﻌًﺎ ﻭﻻ ﺿَﺮًﺍ ﺇﻻّ ﻣَﺎﺷَﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻟَﻮ ﻛﻨْﺖُ ﺃﻋْﻠَﻢُ ﺍﻟﻐَﻴْﺐَ ﻻَﺳْﺘَﻜْﺜﺮْﺕُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﻣَﺴَّﻨﻲَ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀُ 

“ Katakanlah : Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan .” (QS. Al- A’raf ayat 188)

Siapa yang mendakwakan bahwa seseorang dari para hamba mengetahui perkara ghaib, maka dia terjatuh pada kesyirikan, syirik akbar yang mengeluarkan dari agama. Karena yang demikian adalah mendakwakan persamaan dan persekutuan dengan Allah Ta’ala dalam salah satu sifat yang menjadi kekhususanNya yaitu ‘ilm al- ghaib . 

Diantara contoh syirik dalam dakwaan ilmu ghaib ini adalah; 

 1. Keyakinan bahwa para nabi dan sebagian wali dan orang-orang shalih mengetahui perkara ghaib.
Keyakinan seperti ini ada pada sebagian penganut Syiah Rafidhah dan kalangan Sufi ekstrim. Karenanya, Anda akan dapatkan mereka memohon pertolongan kepada para nabi dan orang-orang shalih yang telah meninggal sementara mereka berada jauh dari kubur-kubur tersebut, atau berdoa kepada sebagian orang-orang yang masih hidup yang berjauhan dari mereka dengan keyakinan bahwa wali- wali dan orang-orang shalih itu mengetahui keadaan mereka dan mendengarkan ucapan mereka. Semua ini adalah syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam.

 2. Perdukunan ( al-Kihânah ). Dukun yang dimaksud adalah orang yang mendakwakan ilmu ghaib.
 Yang sepertinya juga adalah paranormal, orang pintar dan sebagainya.  Setiap orang yang mendakwakan bahwa dia mengetahui perkara yang ghaib/yang tidak nampak olehnya tanpa dikabarkan oleh seseorang, atau mengklaim bahwa dia mengetahui apa yang bakal terjadi sebelum hal itu terjadi maka dia adalah musyrik syirik akbar, entah hal itu dia lakukan dengan perantaraan membaca garis-garis tangan, melihat di gelas, membuat garis di tanah, membaca abjad tertentu dan lain sebagainya.

 3. Keyakinan sebagian orang awam bahwa tukang-tukang sihir dan dukun- dukun mengetahui perkara ghaib, atau pembenarannya terhadap dakwaan mereka tentang pengetahuan apa yang bakal terjadi di kemudian hari. 
Siapa yang meyakini hal tersebut atau membenarkannya maka dia terjatuh pada kekufuran dan syirik yang bisa mengeluarkan dari Islam. 
Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

 ﻣﻦ ﺃﺗﻰ ﻛﺎﻫﻨًﺎ ﺃﻭ ﻋﺮّﺍﻓًﺎ ﻓﺼﺪﻗﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ ﺑﻤﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ 

“ Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad (shallallahu ‘alaihi wasallam).”

 4. Ilmu nujum, yaitu menetapkan kejadian-kejadian yang bakal terjadi di muka bumi dengan melihat kepada peredaran bintang-bintang; tentang kemenangan suatu kaum, kekalahannya, kerugian seseorang atau keberuntungannya dan lain-lain. 
Yang seperti ini tidak diragukan lagi termasuk mendakwakan ilmu ghaib. Di zaman sekarang, apa yang didakwakan oleh sebagian orang bahwa rasi bintang memiliki pengaruh tertentu dengan hari kelahiran seseorang.  Mereka berkata : Siapa yang lahir pada zodiak ini, maka dia akan berbahagia, rezkinya lancar dan semacamnya.  Yang seperti ini adalah kedustaan, tidak ada yang membenarkannya kecuali orang-orang bodoh. (Disadur dari Tahdzîb Tashîl al Aqîdah al Islâmiyyah)





Termasuk dalam syirik akbar adalah syirik dalam rububiyyah. Yaitu menjadikan untuk selain Allah sebagian dari sifat-sifat rububiyyah yang merupakan kekhususanNya, seperti penciptaan, kekuasaan mutlak, mengatur alam semesta dan memberikan rezki dengan sendirinya. 

Diantara bentuk-bentuk syirik dalam tauhid rububiyyah adalah sebagai berikut :


 1. Syiriknya orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum. 
Demikian juga syiriknya orang-orang Majusi (Zoroaster) penyembah api, yang menisbatkan segala kebaikan kepada “cahaya” -yaitu Tuhan yang terpuji menurut istilah mereka, dan perkara- perkara buruk yang terjadi di alam ini kepada “kegelapan”.

 2. Syiriknya para pengikut firqah Qadariyah yang mengatakan bahwa seorang manusia menciptakan perbuatannya sendiri.


 3. Syiriknya para pengikut sufi ekstrim dan sekte Syiah Rafidhah serta para pengagung kuburan yang meyakini bahwa arwah para orang mati dapat berbuat setelah kematiannya dengan memenuhi hajat-hajat orang hidup dan menolak keburukan dari mereka, atau keyakinan mereka bahwa sebagian tokoh-tokoh mereka berkuasa di alam ini dengan memberikan pertolongan orang yang meminta tolong dan sebagainya, walaupun tokohnya itu tidak bersama mereka.



Syirik akbar menurut bahasa akan selalu menunjukkan pada makna kesetaraan, lawan dari bersendirian. Menurut istilah, syirik akbar adalah ketika seorang hamba menjadikan sekutu bagi Allah, menyetarakannya dengan Allah dalam rububiyyahNya, uluhiyyahNya dan nama-nama serta sifat-sifatNya. 
Hukumnya Syirik akbar adalah dosa dan kezaliman yang paling besar, karena syirik akbar adalah memalingkan sesuatu yang murni hanya milik Allah – yaitu peribadatan- kepada yang selain Dia, atau mensifatkan salah satu dari makhlukNya dengan sesuatu dari sifat- sifatNya yang menjadi kekhususan_Nya.
 Karenanya, Syariat telah menetapkan konsekuensi yang tidak ringan dan hukuman yang berat dalam persoalan ini. Diantaranya,

 1. Allah tidak akan mengampuni dosa pelaku syirik akbar jika dia mati dalam keadaan demikian dan tidak bertaubat sebelum kematiannya.



 ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭْﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻳَﺸَﺎﺀُ 

“ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya .” (QS. An-Nisa ayat 48 dan 116)


 2. Pelakunya keluar dari Islam.


 3. Allah tidak akan menerima amal seorang musyrik. 
Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang musyrik,

ﻭَﻗَﺪِﻣْﻨَﺎ ﺇﻟﻰَ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﻣِﻦ ﻋَﻤَﻞٍ ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻩُ ﻫَﺒَﺎْﺀً ﻣَﻨْﺜُﻮﺭًﺍ

 “ Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan ayat 23)



 ﻟَﺌِﻦْ ﺃﺷْﺮَﻛْﺖَ ﻟَﻴَﺤْﺒَﻄَﻦّ ﻋَﻤَﻠُﻚَ ﻭَﻟﺘﻜُﻮْﻧﻦّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺨَﺎﺳِﺮﻳْﻦَ 

“ Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar ayat 65)


 4. Haram menikahkan seorang muslimah kepada seorang musyrik, dan diharamkan pula seorang muslim menikahi wanita musyrik. 


ﻭَﻻ ﺗﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟﻤُﺸْﺮﻛﺎﺕِ ﺣَﺘّﻰ ﻳُﺆﻣِﻦّ ﻭَﻷﻣَﺔٌ ﻣُﺆﻣِﻨَﺔٌ ﺧﻴْﺮٌ ﻣِﻦ ﻣُﺸْﺮﻛَﺔٍ ﻭَﻟَﻮ ﺃﻋْﺠَﺒَﺘْﻜﻢْ، ﻭَﻻ ﺗُﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟﻤُﺸْﺮﻛِﻴﻦَ ﺣﺘّﻰ ﻳُﺆﻣِﻨﻮﺍ، ﻭَﻟَﻌَﺒْﺪٌ ﻣُﺆﻣِﻦٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦ ﻣُﺸْﺮﻙٍ ﻭَﻟَﻮ ﺃﻋْﺠَﺒَﻜُﻢْ 


“ Dan janganlah kamu nikahi wanita- wanita musyrik sebelum mereka beriman. 
Sesungguhnya wanita budak yang beriman lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita- wanita mukminah) sebelum mereka beriman.  Sesungguhnya budak yang beriman lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu .” (QS. Al-Baqarah ayat 221) 

5. Jika seorang pelaku syirik akbar meninggal dunia, maka dia tidak dishalatkan dan tidak dimakamkan di pekuburan kaum muslimin.


 6. Haram baginya Surga dan ia kekal di Neraka. Allah berfirman, 



ﺇﻧّﻪُ ﻣَﻦ ﻳُﺸْﺮﻙْ ﺑﺎﻟﻠﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺮّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪ ﺍﻟﺠَﻨّﺔَ ﻭَﻣَﺄﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﻨﺎﺭُ ﻭَﻣَﺎ ﻟﻠﻈَﺎﻟِﻤِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃﻧْﺼَﺎﺭ 

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka Allah pasti mengharamkan atasnya Surga dan tempatnya adalah Neraka.  
Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun .” (QS. Al-Maidah ayat 72)
SEMOGA BERMANFAAT.