https://rumaysho.com/2314-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-1.html
https://rumaysho.com/2363-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-2.html
https://rumaysho.com/2410-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-3.html
https://rumaysho.com/2414-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-4.html
Kamis, 27 Desember 2018
Rabu, 03 Oktober 2018
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
بسم الله الرحمن الرحيم
Ma'bar 25 dzul-qa'dah 1439 hijriah
{حكم ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما ﻗﺎﻝ قال أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمََ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.
Dari Ibnu Umar-radliallãhu ánhumã ia berkata Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda:{Allãh tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong} muttafaqun álaihi
ﺗﺨﺮﻳﺞ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ.
Pembahasan hadits:hadits ibnu umar diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim
ﻓﻘﻪ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﻣﺴﺄﻟﺔ: ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ.
figih hadits:permasalahan isbalnya pakaian bagi seorang lelaki
ﺃﺟﻤﻊ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻷﺭﺽ ﺑﻄﺮا، ﻭﺇﻋﺠﺎﺑﺎ، ﻭﻛﺒﺮا
Para ulama telah bersepakat bahwasanya tidaklah boleh bagi seorang lelaki untuk memanjangkan pakaiannya ketanah karena sombong,angkuh,bangga diri,
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ﻻ ﻳﻨﻈﺮ اﻟﻠﻪ-ﺃﻱ ﻧﻈﺮ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺇﺣﺴﺎﻥ-ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺟﺮ ﺛﻮﺑﻪ-ﺃﻱ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻤﺲ اﻷﺭﺽ-ﺧﻴﻼء-ﺃﻱ ﺑﻄﺮا ﺃﻭ ﺇﻋﺠﺎﺑﺎ ﺃﻭ ﻛﺒﺮا-»
Dan Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda {Allah tidak akan melihat-yakni pandangan rahmat dan kebaikan-kepada seseorang yang menjulurkan pakaiannya-yakni memanjakkan pakaiannya hingga menyentuh tanah-Khuyala'{sombong,angkuh,bangga diri}
ﻭاﺧﺘﻠﻔﻮا ﻓﻲ ﻣﻦ ﺟﺮﻩ ﻟﻐﻴﺮ ﺧﻴﻼء، ﻛﺘﺴﺎﻫﻞ ﺃﻭ ﻋﺎﺩﺓ.
Dan mereka berselisisih pendapat bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya bukan karena sombong semisal karena bermudah-mudahan atau karena kebiasaan
ﻓﻤﺬﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺃﻧﻪ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ، ﻓﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻦ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻲ ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻮﺏ ﻓﻬﻮ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺧﻴﻼء ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻘﻴﺪا ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ.
Jumhur {kebanyakan} ulama berpendapat akan makruhnya bukan haram,adapun hadits yang berisi ancaman bagi yang mengisbalkan pakaiannya diarahkan kepada siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong sebagai mana dalam sebagian hadits yang disebutkan secara khusus berkaitan dengan yang sombong
ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ، ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺫﻛﺮ ﻟﻠﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﺃﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺮﺧﻲ ﻓﻘﺎﻝ: «ﻟﻪ ﺇﻧﻚ ﻟﺴﺖ ﺗﺼﻨﻊ ﺫﻟﻚ ﺧﻴﻼء»،
Dan hal tersebut ditunjukkan hadits dalam Bukhariy dan Muslim bahwasanya Abu bkr-radliallãhu ánhu-menyebutkan kepada Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam bahwa pakaiannya terjulur maka Nabipun berkata kepadanya "Sesungguhnya kamu melakukan itu bukan bermaksud sombong"
ﻓﺄﺟﺎﺯ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻹﺯاﺭ ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء.
Maka Nabi membolehkan bagi Abu Bakar-radliallãhu ánhu- menjulurkan pakaiannya sebab ia melakukannya bukan karena sombong
ﻭﺫﻫﺐ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎء اﻟﻤﺬاﻫﺐ ﻛﺎﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭاﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﻭاﺑﻦ اﻟﻌﺮﺑﻲ ﻭاﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺫﻟﻚ،
Dan sekelompok dari ahli fiqih madzhab semisal Ibnu Taimiyyah,ibnu Hazmin,Ibnul Arabiy dan Ibnu Hajar akan pengharaman hal tersebut
ﻭﻫﻮ ﺭﻭاﻳﺔ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﺧﺘﺎﺭﻩ اﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﻭاﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻭاﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﻭاﻟﻮاﺩﻋﻲ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم: «ﻣﺎ ﺃﺳﻔﻞ ﻣﻦ اﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ﻓﻔﻲ اﻟﻨﺎﺭ»، ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -،ﻭﻫﺬا اﻟﻮﻋﻴﺪ ﺑﺤﺼﻮﻝ اﻟﻌﺬاﺏ ﻟﻬﺬا اﻟﺠﺰء ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻥ ﻓﻲ ﺣﻖ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺧﻴﻼء،
Dan ini adalah riwayat dari Imam Ahmad dan merupakan pilihan dari Ibnu Baz,Al-Albãniy,Utsaimin dan Al-Wãdiíy berdasarkan keumuman sabdanya shallallãhu àlaihi wasallam {maka apa yang berada dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka} riwayat Bukhariy dari hadits Abu Khurairah-radliallãhu ánhu
Dan ancaman ini berupa azab pada bagian dari badan bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya tanpa sombong
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻠﻪ ﺧﻴﻼء ﻓﺎﻟﻌﺬاﺏ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﺃﻋﻈﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻜﻠﻤﻪ ﻭﻻ ﻳﺰﻛﻴﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻛﻤﺎ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم، ﻓﺎﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻴﻪ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﻬﻮ ﻣﻦ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ.
Adapun yang menjulurkan pakaiannya karena sombong maka azab baginya lebih besar dan keras yaitu Allãh tidak melihat kepadanya dan tidak berbicara kepadanya dan tidak mensucikannya pada hari kiamat,sebagaimana telah tetap dari Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam,maka ancaman pada pelakunya adalah ancaman yang keras dan ia termasuk dosa besar
ﻭﻣﻤﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ، ﺃﻧﻪ ﻣﻈﻨﺔ ﻟﻠﺨﻴﻼء،
Dan perkara yang menunjukan akan pengharamannya secara mutlaq adalah isbal merupakan tempat sangkaan bagi kesombongan
ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻢ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: «وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ قَالَ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
Dan Ahmad,Abu dawud dan At-tirmidzi telah meriwayatkan dari Jabir bin sulaim-radliallãhu ánhu-sesungguhnya Nabi-shallallãhu álaihi wasallam-bersabda { janganlah kau menjulurkan sarung karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan."}
ﻓﺠﻌﻞ ﻣﺠﺮﺩ اﻹﺳﺒﺎﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺨﻴﻠﺔ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺫﻟﻚ.
Maka sekadar isbal dianggap sebagai kesombongan walaupun tidak memaksudkan demikian
ﻭﻣﺎ ﺟﺎء ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻗﺼﺪﻩ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﻌﻬﺪﻩ، ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ: ﺇﻻ ﺃﻥ ﺃﺗﻌﺎﻫﺪ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﻪ، ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺷﻬﺪ ﻟﻪ ﻭﺯﻛﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ؛ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء، ﻓﻤﻦ ﺯﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﻋﻦ اﻟﺨﻴﻼء. ﻭﻫﺬا اﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ اﻷﺭﺟﺢ.
Dan apa yang datang dari Ibnu Bakr-radliallãhu ánhu- maka bukan dari kemauannya dan ia telah mengupayakan dari hal itu yakni {untuk tidak isbal} dan juga ia telah mempersaksikan kepada Nabi dan Nabipun mentazkiyanya {yakni engkau melakukannya bukan karena sombong}maka siapakah yang telah mendapat tazkiyah dari kesombongan selain Abu Bakr,Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat
{Lihat syarah penjelasan kitab bulughul maram tulisan quru kami syaikh Taufiq Al-Ba'dãniy}
Ma'bar 25 dzul-qa'dah 1439 hijriah
{حكم ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما ﻗﺎﻝ قال أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمََ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.
Dari Ibnu Umar-radliallãhu ánhumã ia berkata Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda:{Allãh tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong} muttafaqun álaihi
ﺗﺨﺮﻳﺞ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ.
Pembahasan hadits:hadits ibnu umar diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim
ﻓﻘﻪ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﻣﺴﺄﻟﺔ: ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ.
figih hadits:permasalahan isbalnya pakaian bagi seorang lelaki
ﺃﺟﻤﻊ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻷﺭﺽ ﺑﻄﺮا، ﻭﺇﻋﺠﺎﺑﺎ، ﻭﻛﺒﺮا
Para ulama telah bersepakat bahwasanya tidaklah boleh bagi seorang lelaki untuk memanjangkan pakaiannya ketanah karena sombong,angkuh,bangga diri,
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ﻻ ﻳﻨﻈﺮ اﻟﻠﻪ-ﺃﻱ ﻧﻈﺮ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺇﺣﺴﺎﻥ-ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺟﺮ ﺛﻮﺑﻪ-ﺃﻱ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻤﺲ اﻷﺭﺽ-ﺧﻴﻼء-ﺃﻱ ﺑﻄﺮا ﺃﻭ ﺇﻋﺠﺎﺑﺎ ﺃﻭ ﻛﺒﺮا-»
Dan Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda {Allah tidak akan melihat-yakni pandangan rahmat dan kebaikan-kepada seseorang yang menjulurkan pakaiannya-yakni memanjakkan pakaiannya hingga menyentuh tanah-Khuyala'{sombong,angkuh,bangga diri}
ﻭاﺧﺘﻠﻔﻮا ﻓﻲ ﻣﻦ ﺟﺮﻩ ﻟﻐﻴﺮ ﺧﻴﻼء، ﻛﺘﺴﺎﻫﻞ ﺃﻭ ﻋﺎﺩﺓ.
Dan mereka berselisisih pendapat bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya bukan karena sombong semisal karena bermudah-mudahan atau karena kebiasaan
ﻓﻤﺬﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺃﻧﻪ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ، ﻓﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻦ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻲ ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻮﺏ ﻓﻬﻮ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺧﻴﻼء ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻘﻴﺪا ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ.
Jumhur {kebanyakan} ulama berpendapat akan makruhnya bukan haram,adapun hadits yang berisi ancaman bagi yang mengisbalkan pakaiannya diarahkan kepada siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong sebagai mana dalam sebagian hadits yang disebutkan secara khusus berkaitan dengan yang sombong
ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ، ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺫﻛﺮ ﻟﻠﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﺃﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺮﺧﻲ ﻓﻘﺎﻝ: «ﻟﻪ ﺇﻧﻚ ﻟﺴﺖ ﺗﺼﻨﻊ ﺫﻟﻚ ﺧﻴﻼء»،
Dan hal tersebut ditunjukkan hadits dalam Bukhariy dan Muslim bahwasanya Abu bkr-radliallãhu ánhu-menyebutkan kepada Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam bahwa pakaiannya terjulur maka Nabipun berkata kepadanya "Sesungguhnya kamu melakukan itu bukan bermaksud sombong"
ﻓﺄﺟﺎﺯ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻹﺯاﺭ ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء.
Maka Nabi membolehkan bagi Abu Bakar-radliallãhu ánhu- menjulurkan pakaiannya sebab ia melakukannya bukan karena sombong
ﻭﺫﻫﺐ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎء اﻟﻤﺬاﻫﺐ ﻛﺎﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭاﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﻭاﺑﻦ اﻟﻌﺮﺑﻲ ﻭاﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺫﻟﻚ،
Dan sekelompok dari ahli fiqih madzhab semisal Ibnu Taimiyyah,ibnu Hazmin,Ibnul Arabiy dan Ibnu Hajar akan pengharaman hal tersebut
ﻭﻫﻮ ﺭﻭاﻳﺔ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﺧﺘﺎﺭﻩ اﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﻭاﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻭاﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﻭاﻟﻮاﺩﻋﻲ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم: «ﻣﺎ ﺃﺳﻔﻞ ﻣﻦ اﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ﻓﻔﻲ اﻟﻨﺎﺭ»، ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -،ﻭﻫﺬا اﻟﻮﻋﻴﺪ ﺑﺤﺼﻮﻝ اﻟﻌﺬاﺏ ﻟﻬﺬا اﻟﺠﺰء ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻥ ﻓﻲ ﺣﻖ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺧﻴﻼء،
Dan ini adalah riwayat dari Imam Ahmad dan merupakan pilihan dari Ibnu Baz,Al-Albãniy,Utsaimin dan Al-Wãdiíy berdasarkan keumuman sabdanya shallallãhu àlaihi wasallam {maka apa yang berada dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka} riwayat Bukhariy dari hadits Abu Khurairah-radliallãhu ánhu
Dan ancaman ini berupa azab pada bagian dari badan bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya tanpa sombong
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻠﻪ ﺧﻴﻼء ﻓﺎﻟﻌﺬاﺏ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﺃﻋﻈﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻜﻠﻤﻪ ﻭﻻ ﻳﺰﻛﻴﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻛﻤﺎ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم، ﻓﺎﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻴﻪ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﻬﻮ ﻣﻦ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ.
Adapun yang menjulurkan pakaiannya karena sombong maka azab baginya lebih besar dan keras yaitu Allãh tidak melihat kepadanya dan tidak berbicara kepadanya dan tidak mensucikannya pada hari kiamat,sebagaimana telah tetap dari Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam,maka ancaman pada pelakunya adalah ancaman yang keras dan ia termasuk dosa besar
ﻭﻣﻤﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ، ﺃﻧﻪ ﻣﻈﻨﺔ ﻟﻠﺨﻴﻼء،
Dan perkara yang menunjukan akan pengharamannya secara mutlaq adalah isbal merupakan tempat sangkaan bagi kesombongan
ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻢ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: «وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ قَالَ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
Dan Ahmad,Abu dawud dan At-tirmidzi telah meriwayatkan dari Jabir bin sulaim-radliallãhu ánhu-sesungguhnya Nabi-shallallãhu álaihi wasallam-bersabda { janganlah kau menjulurkan sarung karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan."}
ﻓﺠﻌﻞ ﻣﺠﺮﺩ اﻹﺳﺒﺎﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺨﻴﻠﺔ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺫﻟﻚ.
Maka sekadar isbal dianggap sebagai kesombongan walaupun tidak memaksudkan demikian
ﻭﻣﺎ ﺟﺎء ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻗﺼﺪﻩ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﻌﻬﺪﻩ، ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ: ﺇﻻ ﺃﻥ ﺃﺗﻌﺎﻫﺪ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﻪ، ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺷﻬﺪ ﻟﻪ ﻭﺯﻛﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ؛ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء، ﻓﻤﻦ ﺯﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﻋﻦ اﻟﺨﻴﻼء. ﻭﻫﺬا اﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ اﻷﺭﺟﺢ.
Dan apa yang datang dari Ibnu Bakr-radliallãhu ánhu- maka bukan dari kemauannya dan ia telah mengupayakan dari hal itu yakni {untuk tidak isbal} dan juga ia telah mempersaksikan kepada Nabi dan Nabipun mentazkiyanya {yakni engkau melakukannya bukan karena sombong}maka siapakah yang telah mendapat tazkiyah dari kesombongan selain Abu Bakr,Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat
{Lihat syarah penjelasan kitab bulughul maram tulisan quru kami syaikh Taufiq Al-Ba'dãniy}
Doa Masuk Desa Atau Kota
Untuk seluruh saudaraku yang berangkat :
Semoga Allah menjaga antum semuanya dan keluarga antum yang ditinggal. Barakallaahu fiikum wa ahliikum.
Doa Masuk Desa Atau Kota
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.
HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37.
Sumber: Hisnul Muslim.
Semoga Allah menjaga antum semuanya dan keluarga antum yang ditinggal. Barakallaahu fiikum wa ahliikum.
Doa Masuk Desa Atau Kota
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.
HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37.
Sumber: Hisnul Muslim.
Jumat, 17 Agustus 2018
MEMBERI UPAH TUKANG JAGAL
🔪 MEMBERI UPAH TUKANG JAGAL 🔪
Sebagian orang yang belum mengetahui hukum ini terkadang bermudah-mudahan memberikan daging qurban kepada tukang jagal (orang yang menyembelih qurban) yang dijadikan sebagai upah baginya.
Padahal memberi upah kepada tukang jagal dari hasil qurban adalah perkara yang terlarang.
Lalu darimana tukang jagal mendapat upah ⁉
Upah tukang jagal diberikan dari uang lain diluar daging qurban. Atau boleh diberi daging qurban bukan sebagai imbal jasa pekerjaannya, namun sebagai pembagian dia sebagai anggota masyarakat.
Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,
أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِىَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ « نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا ».
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurusi onta-onta qurban beliau. Aku mensedekahkan daging, kulit, dan Ajillah (kulit yang ada pada punggung onta). Aku tidak memberi tukang jagal sesuatu dari hasil sembelihan qurban. Nabi bersabda, “Kami memberi upah kepadanya dari uang kami sendiri”. (HR. Muslim no. 1317).
Semoga sedikit penjelasan ini bisa menjadikan ibadah qurban kita lebih berkah dan diterima oleh Allah 'azza wa jalla.
✍ Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
__ °•°•°•°•° __
📡 Yuk Tebar Dakwah Sunnah Bersama Kami Disini ⤵⤵
📲 Join Telegram: goo.gl/FXRzWo
🔎 Group WA Madrosah Sunnah :
085255376903 (Ikhwah)
085298052909 (Akhwat)
📷 InstaGram : goo.gl/xpi3jM
📱 Facebook: goo.gl/QTJ5hi
📹 Youtube : https://goo.gl/qoWKXY
💻 Web: www.madrosahsunnah.or.id
Sebagian orang yang belum mengetahui hukum ini terkadang bermudah-mudahan memberikan daging qurban kepada tukang jagal (orang yang menyembelih qurban) yang dijadikan sebagai upah baginya.
Padahal memberi upah kepada tukang jagal dari hasil qurban adalah perkara yang terlarang.
Lalu darimana tukang jagal mendapat upah ⁉
Upah tukang jagal diberikan dari uang lain diluar daging qurban. Atau boleh diberi daging qurban bukan sebagai imbal jasa pekerjaannya, namun sebagai pembagian dia sebagai anggota masyarakat.
Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,
أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِىَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ « نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا ».
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurusi onta-onta qurban beliau. Aku mensedekahkan daging, kulit, dan Ajillah (kulit yang ada pada punggung onta). Aku tidak memberi tukang jagal sesuatu dari hasil sembelihan qurban. Nabi bersabda, “Kami memberi upah kepadanya dari uang kami sendiri”. (HR. Muslim no. 1317).
Semoga sedikit penjelasan ini bisa menjadikan ibadah qurban kita lebih berkah dan diterima oleh Allah 'azza wa jalla.
✍ Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
__ °•°•°•°•° __
📡 Yuk Tebar Dakwah Sunnah Bersama Kami Disini ⤵⤵
📲 Join Telegram: goo.gl/FXRzWo
🔎 Group WA Madrosah Sunnah :
085255376903 (Ikhwah)
085298052909 (Akhwat)
📷 InstaGram : goo.gl/xpi3jM
📱 Facebook: goo.gl/QTJ5hi
📹 Youtube : https://goo.gl/qoWKXY
💻 Web: www.madrosahsunnah.or.id
Jumat, 10 Agustus 2018
GEMPA BUMI ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH BUKAN KEHENDAK ALAM
⚠⛔ GEMPA BUMI ADALAH PERINGATAN DARI ALLAH BUKAN KEHENDAK ALAM
Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengizinkan untuknya maksudnya bumi kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf ketika terjadi gempa bumi, "Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat."
📚 (Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630)
Berkata Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah :
ومن الملاحظات أن كثيرا من الناس يسمون الكوارث من زلازل مدمرة، وأعاصير مهلكة، وفيضانات وغير ذلك، يسمون هذه اﻷمور ❪كوارث طبيعية❫ وهذا يعتبر شركا، وقد يكون من الشرك اﻷكبر حينما ينسبون هذه الكوارث إلى الطبيعية، وينسون خالق هذا الكون والمتصرف فيه.
"Termasuk perkara yang harus diperhatikan adalah bahwa banyak orang yang menamakan berbagai bencana seperti gempa bumi, badai, banjir, dan sebagainya, mereka menamakan perkara-perkara ini sebagai bencana alam, dan ini teranggap sebagai kesyirikan, dan terkadang termasuk syirik besar ketika mereka menyandarkan berbagai bencana ini kepada alam dan melupakan pencipta dan pengatur alam ini."
📚 (Asy-Syarhul Mujizul Mumahhad, hlm. 229)
📡_____________________________________________
📮Telegram:https://t.me/Rumah_Quran_assunnah
🌐FB:https://www.facebook.com/RQassunah
📲Whatsapp Grup:
( -MUSLIM- ) ➡️ https://goo.gl/syTHv1 (01)↔️http://bit.ly/2z8un22 (02)
( -MUSLIMAH- )➡️ https://goo.gl/FWUxvg
︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼
♻ Raih kebaikan dengan mengamalkan dan ikut menyebarkan faedah ini,
Baarakallahu fiykum wa Jazakumullahu khoiron.
========================
Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengizinkan untuknya maksudnya bumi kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf ketika terjadi gempa bumi, "Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat."
📚 (Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630)
Berkata Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah :
ومن الملاحظات أن كثيرا من الناس يسمون الكوارث من زلازل مدمرة، وأعاصير مهلكة، وفيضانات وغير ذلك، يسمون هذه اﻷمور ❪كوارث طبيعية❫ وهذا يعتبر شركا، وقد يكون من الشرك اﻷكبر حينما ينسبون هذه الكوارث إلى الطبيعية، وينسون خالق هذا الكون والمتصرف فيه.
"Termasuk perkara yang harus diperhatikan adalah bahwa banyak orang yang menamakan berbagai bencana seperti gempa bumi, badai, banjir, dan sebagainya, mereka menamakan perkara-perkara ini sebagai bencana alam, dan ini teranggap sebagai kesyirikan, dan terkadang termasuk syirik besar ketika mereka menyandarkan berbagai bencana ini kepada alam dan melupakan pencipta dan pengatur alam ini."
📚 (Asy-Syarhul Mujizul Mumahhad, hlm. 229)
📡_____________________________________________
📮Telegram:https://t.me/Rumah_Quran_assunnah
🌐FB:https://www.facebook.com/RQassunah
📲Whatsapp Grup:
( -MUSLIM- ) ➡️ https://goo.gl/syTHv1 (01)↔️http://bit.ly/2z8un22 (02)
( -MUSLIMAH- )➡️ https://goo.gl/FWUxvg
︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼
♻ Raih kebaikan dengan mengamalkan dan ikut menyebarkan faedah ini,
Baarakallahu fiykum wa Jazakumullahu khoiron.
========================
Senin, 06 Agustus 2018
NASAB NABI KITA MUHAMMAD ﷺ
📲 *Menebar Faedah (22)*
🔗 *MARI MENGHAFAL NASAB NABI KITA MUHAMMAD ﷺ*
Beliau adalah Muhammad ibnu Abdillah, ibni Abdil-Mutthalib, ibni Hãsyim, ibni Abdi Manãf, ibni Qushai, ibni Kilãb, ibni Murroh, ibni Ka'ab, ibni Luay, ibni Ghãlib, ibni Fihr, ibni Mãlik, ibni An-Nadhar, ibni Kinãnah, ibni Khuzaimah, ibni Mudrikah, ibni Ilyãs, ibni Mudhar, ibni Nizãr, ibni Ma'ad, ibni Adnãn.
✳Ini adalah nasab beliau ﷺ yang disepakati keshahihannya oleh Ahli Hadits, Ahli Sejarah, dan Ahli Nasab.
📝Faedah Pelajaran Shahih Muslim, oleh Syaikh Al-Allamah Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahulah.
🗓24 Dzul-Qa'dah 1439
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Dārul-Hadits Ma'bar-Yaman.
💻MENEBAR FAEDAH
Menebar Ilmu Yang Bermanfaat
https://t.me/menebarfaedah
🔗 *MARI MENGHAFAL NASAB NABI KITA MUHAMMAD ﷺ*
Beliau adalah Muhammad ibnu Abdillah, ibni Abdil-Mutthalib, ibni Hãsyim, ibni Abdi Manãf, ibni Qushai, ibni Kilãb, ibni Murroh, ibni Ka'ab, ibni Luay, ibni Ghãlib, ibni Fihr, ibni Mãlik, ibni An-Nadhar, ibni Kinãnah, ibni Khuzaimah, ibni Mudrikah, ibni Ilyãs, ibni Mudhar, ibni Nizãr, ibni Ma'ad, ibni Adnãn.
✳Ini adalah nasab beliau ﷺ yang disepakati keshahihannya oleh Ahli Hadits, Ahli Sejarah, dan Ahli Nasab.
📝Faedah Pelajaran Shahih Muslim, oleh Syaikh Al-Allamah Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahulah.
🗓24 Dzul-Qa'dah 1439
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Dārul-Hadits Ma'bar-Yaman.
💻MENEBAR FAEDAH
Menebar Ilmu Yang Bermanfaat
https://t.me/menebarfaedah
Minggu, 08 Juli 2018
HARAMNYA DEMOKRASI DAN PEMILU
HARAMNYA DEMOKRASI DAN PEMILU !
----------------------
Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i (Pembaharu Negeri Yaman) rohimahullôh mengatakan:
دُعَاةُ الدِّمُقْرَاطِيَّةِ يَدْعُونَ إِلَى الشِّرْكِ.
"Para Du'ât (penyeru) demokrasi, adalah orang yang menyeru kepada kesyirikan."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/17)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
وَمَنْ يَتَبَاهَى بَالدِّمُقْرَاطِيَّةِ، فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَخِيَانَةٌ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ.
"Barangsiapa berbangga dengan demokrasi maka demi Allôh, hal tersebut adalah pengkhianatan kepada Allôh dan RosulNya."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/315)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
وَمَنْ دَعَا إِلَى الدِّمُقْرَاطِيَّةِ وَهُوَ يَعْرِفُ مَعْنَاهَا فَهُوَ كَافِرٌ، لِأَنَّهُ يَدْعُو إِلَى أَن يَكونَ الشَّعْبُ شَرِيكًا مَعَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
"Barangsiapa menyeru kepada demokrasi dalam keadaan ia mengetahui maknanya, maka dia kafir. Karena ia menyeru untuk menjadikan rakyat sebagai serikat (tandingan) dengan Allôh azza wa jalla."
[Lihat "Qom'ul Ma'ânid" (221-222)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
الدِّمُقْرَاطِيَّةُ طَاغُوتِيَّةٌ.
"Demokrasi adalah Thoghut!."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/354)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
الدِّمُقْرَاطِيَّةُ فِيهَا تَعْطِيلُ كِتَابِ اللَّهِ، وَتَعْطِيلُ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Demokrasi terdapat padanya penelantaran terhadap Kitabullôh dan Sunnah Rosulillâh shollallôhu alaihi wa sallam."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/485)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
أَهْلُ السُّنَّةِ مَا يَتَلَوَّنُونَ نَحْنُ نَقُولُ اليَومَ وَغَدًا وَبَعْدَ غَدٍّ: الإِنْتِخَابَاتُ طَاغُوتِيَّةٌ مُحَرَّمَةٌ.
"Ahlus Sunnah tidaklah berubah-ubah, kita katakan hari ini, maupun esok dan setelah esok bahwa Pemilu adalah Thoghut lagi Harom."
[Lihat "Tuhfatul Mujîb" (401)].
Dicuplik dan diringkas dari kitab: "I'lâmul Ajyâl bi Kalâmil Imâm Al-Wâdi'i fiel Firoqi wal Kutubi war Rijâl"
-----------------
Syubhat Ikut Pemilu
https://youtu.be/fg6v-_rwwxc
Menyikapi Polemik Pemilu
https://youtu.be/TFFkYFm2-AI
Tidak dibolehkan ikut pemilu krn berdasarkan Demokrasi, tapi kenapa pemimpin dr hasil Pemilu hrs ditaati ?
https://youtu.be/dwoPgvgiEp0
*Pemilu dalam Pandangan Syari'at Islam*
⏳ Durasi : 10 Menit
https://youtu.be/hno381-5euY
(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)
----------------------
Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i (Pembaharu Negeri Yaman) rohimahullôh mengatakan:
دُعَاةُ الدِّمُقْرَاطِيَّةِ يَدْعُونَ إِلَى الشِّرْكِ.
"Para Du'ât (penyeru) demokrasi, adalah orang yang menyeru kepada kesyirikan."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/17)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
وَمَنْ يَتَبَاهَى بَالدِّمُقْرَاطِيَّةِ، فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَخِيَانَةٌ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ.
"Barangsiapa berbangga dengan demokrasi maka demi Allôh, hal tersebut adalah pengkhianatan kepada Allôh dan RosulNya."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/315)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
وَمَنْ دَعَا إِلَى الدِّمُقْرَاطِيَّةِ وَهُوَ يَعْرِفُ مَعْنَاهَا فَهُوَ كَافِرٌ، لِأَنَّهُ يَدْعُو إِلَى أَن يَكونَ الشَّعْبُ شَرِيكًا مَعَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
"Barangsiapa menyeru kepada demokrasi dalam keadaan ia mengetahui maknanya, maka dia kafir. Karena ia menyeru untuk menjadikan rakyat sebagai serikat (tandingan) dengan Allôh azza wa jalla."
[Lihat "Qom'ul Ma'ânid" (221-222)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
الدِّمُقْرَاطِيَّةُ طَاغُوتِيَّةٌ.
"Demokrasi adalah Thoghut!."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/354)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
الدِّمُقْرَاطِيَّةُ فِيهَا تَعْطِيلُ كِتَابِ اللَّهِ، وَتَعْطِيلُ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Demokrasi terdapat padanya penelantaran terhadap Kitabullôh dan Sunnah Rosulillâh shollallôhu alaihi wa sallam."
[Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/485)].
📝 Beliau rohimahullôh juga mengatakan:
أَهْلُ السُّنَّةِ مَا يَتَلَوَّنُونَ نَحْنُ نَقُولُ اليَومَ وَغَدًا وَبَعْدَ غَدٍّ: الإِنْتِخَابَاتُ طَاغُوتِيَّةٌ مُحَرَّمَةٌ.
"Ahlus Sunnah tidaklah berubah-ubah, kita katakan hari ini, maupun esok dan setelah esok bahwa Pemilu adalah Thoghut lagi Harom."
[Lihat "Tuhfatul Mujîb" (401)].
Dicuplik dan diringkas dari kitab: "I'lâmul Ajyâl bi Kalâmil Imâm Al-Wâdi'i fiel Firoqi wal Kutubi war Rijâl"
-----------------
Syubhat Ikut Pemilu
https://youtu.be/fg6v-_rwwxc
Menyikapi Polemik Pemilu
https://youtu.be/TFFkYFm2-AI
Tidak dibolehkan ikut pemilu krn berdasarkan Demokrasi, tapi kenapa pemimpin dr hasil Pemilu hrs ditaati ?
https://youtu.be/dwoPgvgiEp0
*Pemilu dalam Pandangan Syari'at Islam*
⏳ Durasi : 10 Menit
https://youtu.be/hno381-5euY
(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)
Langganan:
Postingan (Atom)