KENALI MAHRAM MU DARI SEKARANG
Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:
1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (syarat: sdh berhubungan badan dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga
Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).
Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.
_CATATAN_
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
-----------------------
Jadi kalo besok lebaran kamu ketemu *sama lelaki SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini, kamu DILARANG salaman yaa.*
Rasulullah ﷺ bersabda:
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
*"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."* (HR. Thobroni)
Kadang sebagian orang merasa "ga enak" kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa "ga enak" saat melanggar perintah Rosululloh...
So, saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihanmu:
➡ Pilih "ga enak" sama manusia, atau "ga enak" sama Rosululloh..
➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Alloh..
➡ Pilih merasa "aman" di dunia yg sesaat, atau "aman" di akhirat yg abadi..
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Senin, 04 Februari 2019
Sabtu, 02 Februari 2019
Doa Naik Kendaraan
🏎️🏍️ *Doa Naik Kendaraan* 🏎️🏍️
بِسْمِ اللَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَاذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
"Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau"
📚(HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156)
🌐Sumber:Hisnul Muslim
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📡Dipublikasikan oleh Admin 🏷️
📮Telgram:https://t.me/Rumah_Quran_assunnah
🌐FB:https://www.facebook.com/RQassunah
📲Whatsapp Grup:
(-MUSLIM-)
http://bit.ly/2z8un22
(-MUSLIMAH-)
http://bit.ly/2QK282k
︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼
♻ Raih kebaikan dengan mengamalkan
dan ikut menyebarkan faedah ini.
Baarakallahu fiykum wa Jazakumullahu khoiron.
===============================
بِسْمِ اللَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَاذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
"Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau"
📚(HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156)
🌐Sumber:Hisnul Muslim
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📡Dipublikasikan oleh Admin 🏷️
📮Telgram:https://t.me/Rumah_Quran_assunnah
🌐FB:https://www.facebook.com/RQassunah
📲Whatsapp Grup:
(-MUSLIM-)
http://bit.ly/2z8un22
(-MUSLIMAH-)
http://bit.ly/2QK282k
︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼︼
♻ Raih kebaikan dengan mengamalkan
dan ikut menyebarkan faedah ini.
Baarakallahu fiykum wa Jazakumullahu khoiron.
===============================
Minggu, 27 Januari 2019
Doa-Doa di Musim Hujan
•. *Doa-Doa di Musim Hujan...*
*1). Doa Ketika mendung dan langit diselimuti awan hitam*
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا فِيْه
*Allohumma innii a'uudzu bika min syarri maa fiihi.*
_"Ya ALLAH...! Sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari keburukan yang terkandung di dalam awan ini."_
(HR. Bukhari).
*2. Do'a Ketika Hujan Pertama Kali Turun*
اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
*Allohumma shoyyiban nafi’an.*
_"Ya ALLAH turunkanlah pada kami hujan yg bermanfaat."_
(HR. Bukhari).
*3. Do'a Ketika Hujan Turun Dengan Sangat Lebat*
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
*Allohumma hawaalainaa wa laa ’alainaa. Allohumma ’alal aakaami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajari.*
_"Ya ALLAH, turunkanlah hujan di sekitar kami, namun jangan untuk menghancurkan dan merusak kami. Ya ALLAH, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-2, bukit-2, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan."_
( HR. Bukhari).
*4. Do'a Ketika Angin Bertiup Kencang*
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أرسلت بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أرسلت بِهِ.
*Allohumma innii as aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.*
_“Ya ALLAH...! Sesungguhnya aku mohon kepada-MU kebaikan angin (ribut ini), dan kebaikan apa yg ada di dalamnya dan kebaikan dari tujuan angin itu dihembuskan. Dan Aku berlindung kepada-MU dari kejahatan angin ini, dan kejahatan apa yg ada di dalamnya dan kejahatan dari tujuan angin itu dihembuskan.”_
(HR. Bukhari dan Muslim).
*5. Ketika Mendengar Petir*
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِه
*Subhaanalladzi yusabbihur ro'du bihamdihii wal malaaikatu min khiifatihi.*
_“Maha Suci ALLAH yg halilintar/petir bertasbih dgn memuji-NYA, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-NYA."_
*6. Ketika Hujan Berhenti*
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
*Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rohmatihi.*
_“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat ALLAH.”_
(Muttafaq 'alaih).
Wallahu a'lam...
Semoga bermanfaat
*Donasi Aksi Tanggap Nasional Peduli Dakwah ke rekening BNI Syariah 7882278824 an PEDULI DAKWAH*
جزاكم الله خيرا
وبارك الله فيكم
#AdminPeduliDakwah
Kamis, 27 Desember 2018
Jual Beli dalam bentuk Riba
https://rumaysho.com/2314-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-1.html
https://rumaysho.com/2363-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-2.html
https://rumaysho.com/2410-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-3.html
https://rumaysho.com/2414-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-4.html
https://rumaysho.com/2363-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-2.html
https://rumaysho.com/2410-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-3.html
https://rumaysho.com/2414-bentuk-jual-beli-yang-terlarang-4.html
Rabu, 03 Oktober 2018
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
بسم الله الرحمن الرحيم
Ma'bar 25 dzul-qa'dah 1439 hijriah
{حكم ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما ﻗﺎﻝ قال أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمََ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.
Dari Ibnu Umar-radliallãhu ánhumã ia berkata Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda:{Allãh tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong} muttafaqun álaihi
ﺗﺨﺮﻳﺞ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ.
Pembahasan hadits:hadits ibnu umar diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim
ﻓﻘﻪ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﻣﺴﺄﻟﺔ: ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ.
figih hadits:permasalahan isbalnya pakaian bagi seorang lelaki
ﺃﺟﻤﻊ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻷﺭﺽ ﺑﻄﺮا، ﻭﺇﻋﺠﺎﺑﺎ، ﻭﻛﺒﺮا
Para ulama telah bersepakat bahwasanya tidaklah boleh bagi seorang lelaki untuk memanjangkan pakaiannya ketanah karena sombong,angkuh,bangga diri,
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ﻻ ﻳﻨﻈﺮ اﻟﻠﻪ-ﺃﻱ ﻧﻈﺮ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺇﺣﺴﺎﻥ-ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺟﺮ ﺛﻮﺑﻪ-ﺃﻱ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻤﺲ اﻷﺭﺽ-ﺧﻴﻼء-ﺃﻱ ﺑﻄﺮا ﺃﻭ ﺇﻋﺠﺎﺑﺎ ﺃﻭ ﻛﺒﺮا-»
Dan Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda {Allah tidak akan melihat-yakni pandangan rahmat dan kebaikan-kepada seseorang yang menjulurkan pakaiannya-yakni memanjakkan pakaiannya hingga menyentuh tanah-Khuyala'{sombong,angkuh,bangga diri}
ﻭاﺧﺘﻠﻔﻮا ﻓﻲ ﻣﻦ ﺟﺮﻩ ﻟﻐﻴﺮ ﺧﻴﻼء، ﻛﺘﺴﺎﻫﻞ ﺃﻭ ﻋﺎﺩﺓ.
Dan mereka berselisisih pendapat bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya bukan karena sombong semisal karena bermudah-mudahan atau karena kebiasaan
ﻓﻤﺬﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺃﻧﻪ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ، ﻓﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻦ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻲ ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻮﺏ ﻓﻬﻮ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺧﻴﻼء ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻘﻴﺪا ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ.
Jumhur {kebanyakan} ulama berpendapat akan makruhnya bukan haram,adapun hadits yang berisi ancaman bagi yang mengisbalkan pakaiannya diarahkan kepada siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong sebagai mana dalam sebagian hadits yang disebutkan secara khusus berkaitan dengan yang sombong
ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ، ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺫﻛﺮ ﻟﻠﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﺃﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺮﺧﻲ ﻓﻘﺎﻝ: «ﻟﻪ ﺇﻧﻚ ﻟﺴﺖ ﺗﺼﻨﻊ ﺫﻟﻚ ﺧﻴﻼء»،
Dan hal tersebut ditunjukkan hadits dalam Bukhariy dan Muslim bahwasanya Abu bkr-radliallãhu ánhu-menyebutkan kepada Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam bahwa pakaiannya terjulur maka Nabipun berkata kepadanya "Sesungguhnya kamu melakukan itu bukan bermaksud sombong"
ﻓﺄﺟﺎﺯ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻹﺯاﺭ ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء.
Maka Nabi membolehkan bagi Abu Bakar-radliallãhu ánhu- menjulurkan pakaiannya sebab ia melakukannya bukan karena sombong
ﻭﺫﻫﺐ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎء اﻟﻤﺬاﻫﺐ ﻛﺎﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭاﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﻭاﺑﻦ اﻟﻌﺮﺑﻲ ﻭاﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺫﻟﻚ،
Dan sekelompok dari ahli fiqih madzhab semisal Ibnu Taimiyyah,ibnu Hazmin,Ibnul Arabiy dan Ibnu Hajar akan pengharaman hal tersebut
ﻭﻫﻮ ﺭﻭاﻳﺔ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﺧﺘﺎﺭﻩ اﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﻭاﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻭاﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﻭاﻟﻮاﺩﻋﻲ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم: «ﻣﺎ ﺃﺳﻔﻞ ﻣﻦ اﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ﻓﻔﻲ اﻟﻨﺎﺭ»، ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -،ﻭﻫﺬا اﻟﻮﻋﻴﺪ ﺑﺤﺼﻮﻝ اﻟﻌﺬاﺏ ﻟﻬﺬا اﻟﺠﺰء ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻥ ﻓﻲ ﺣﻖ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺧﻴﻼء،
Dan ini adalah riwayat dari Imam Ahmad dan merupakan pilihan dari Ibnu Baz,Al-Albãniy,Utsaimin dan Al-Wãdiíy berdasarkan keumuman sabdanya shallallãhu àlaihi wasallam {maka apa yang berada dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka} riwayat Bukhariy dari hadits Abu Khurairah-radliallãhu ánhu
Dan ancaman ini berupa azab pada bagian dari badan bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya tanpa sombong
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻠﻪ ﺧﻴﻼء ﻓﺎﻟﻌﺬاﺏ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﺃﻋﻈﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻜﻠﻤﻪ ﻭﻻ ﻳﺰﻛﻴﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻛﻤﺎ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم، ﻓﺎﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻴﻪ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﻬﻮ ﻣﻦ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ.
Adapun yang menjulurkan pakaiannya karena sombong maka azab baginya lebih besar dan keras yaitu Allãh tidak melihat kepadanya dan tidak berbicara kepadanya dan tidak mensucikannya pada hari kiamat,sebagaimana telah tetap dari Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam,maka ancaman pada pelakunya adalah ancaman yang keras dan ia termasuk dosa besar
ﻭﻣﻤﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ، ﺃﻧﻪ ﻣﻈﻨﺔ ﻟﻠﺨﻴﻼء،
Dan perkara yang menunjukan akan pengharamannya secara mutlaq adalah isbal merupakan tempat sangkaan bagi kesombongan
ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻢ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: «وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ قَالَ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
Dan Ahmad,Abu dawud dan At-tirmidzi telah meriwayatkan dari Jabir bin sulaim-radliallãhu ánhu-sesungguhnya Nabi-shallallãhu álaihi wasallam-bersabda { janganlah kau menjulurkan sarung karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan."}
ﻓﺠﻌﻞ ﻣﺠﺮﺩ اﻹﺳﺒﺎﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺨﻴﻠﺔ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺫﻟﻚ.
Maka sekadar isbal dianggap sebagai kesombongan walaupun tidak memaksudkan demikian
ﻭﻣﺎ ﺟﺎء ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻗﺼﺪﻩ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﻌﻬﺪﻩ، ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ: ﺇﻻ ﺃﻥ ﺃﺗﻌﺎﻫﺪ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﻪ، ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺷﻬﺪ ﻟﻪ ﻭﺯﻛﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ؛ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء، ﻓﻤﻦ ﺯﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﻋﻦ اﻟﺨﻴﻼء. ﻭﻫﺬا اﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ اﻷﺭﺟﺢ.
Dan apa yang datang dari Ibnu Bakr-radliallãhu ánhu- maka bukan dari kemauannya dan ia telah mengupayakan dari hal itu yakni {untuk tidak isbal} dan juga ia telah mempersaksikan kepada Nabi dan Nabipun mentazkiyanya {yakni engkau melakukannya bukan karena sombong}maka siapakah yang telah mendapat tazkiyah dari kesombongan selain Abu Bakr,Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat
{Lihat syarah penjelasan kitab bulughul maram tulisan quru kami syaikh Taufiq Al-Ba'dãniy}
Ma'bar 25 dzul-qa'dah 1439 hijriah
{حكم ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ
Hukum isbal {menjulurkan pakaian melewati mata kaki bagi lelaki}
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما ﻗﺎﻝ قال أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمََ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.
Dari Ibnu Umar-radliallãhu ánhumã ia berkata Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda:{Allãh tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong} muttafaqun álaihi
ﺗﺨﺮﻳﺞ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ.
Pembahasan hadits:hadits ibnu umar diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim
ﻓﻘﻪ اﻟﺤﺪﻳﺚ:ﻣﺴﺄﻟﺔ: ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ.
figih hadits:permasalahan isbalnya pakaian bagi seorang lelaki
ﺃﺟﻤﻊ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﺇﻟﻰ اﻷﺭﺽ ﺑﻄﺮا، ﻭﺇﻋﺠﺎﺑﺎ، ﻭﻛﺒﺮا
Para ulama telah bersepakat bahwasanya tidaklah boleh bagi seorang lelaki untuk memanjangkan pakaiannya ketanah karena sombong,angkuh,bangga diri,
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ﻻ ﻳﻨﻈﺮ اﻟﻠﻪ-ﺃﻱ ﻧﻈﺮ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺇﺣﺴﺎﻥ-ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺟﺮ ﺛﻮﺑﻪ-ﺃﻱ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻤﺲ اﻷﺭﺽ-ﺧﻴﻼء-ﺃﻱ ﺑﻄﺮا ﺃﻭ ﺇﻋﺠﺎﺑﺎ ﺃﻭ ﻛﺒﺮا-»
Dan Rasulullãh-shallallãhu álahi wasallam-bersabda {Allah tidak akan melihat-yakni pandangan rahmat dan kebaikan-kepada seseorang yang menjulurkan pakaiannya-yakni memanjakkan pakaiannya hingga menyentuh tanah-Khuyala'{sombong,angkuh,bangga diri}
ﻭاﺧﺘﻠﻔﻮا ﻓﻲ ﻣﻦ ﺟﺮﻩ ﻟﻐﻴﺮ ﺧﻴﻼء، ﻛﺘﺴﺎﻫﻞ ﺃﻭ ﻋﺎﺩﺓ.
Dan mereka berselisisih pendapat bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya bukan karena sombong semisal karena bermudah-mudahan atau karena kebiasaan
ﻓﻤﺬﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺃﻧﻪ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ، ﻓﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻦ اﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻲ ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻟﺜﻮﺏ ﻓﻬﻮ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻟﻪ ﺧﻴﻼء ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻘﻴﺪا ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ.
Jumhur {kebanyakan} ulama berpendapat akan makruhnya bukan haram,adapun hadits yang berisi ancaman bagi yang mengisbalkan pakaiannya diarahkan kepada siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong sebagai mana dalam sebagian hadits yang disebutkan secara khusus berkaitan dengan yang sombong
ﻭﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ، ﺃﻥ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺫﻛﺮ ﻟﻠﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﺃﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﻳﺴﺘﺮﺧﻲ ﻓﻘﺎﻝ: «ﻟﻪ ﺇﻧﻚ ﻟﺴﺖ ﺗﺼﻨﻊ ﺫﻟﻚ ﺧﻴﻼء»،
Dan hal tersebut ditunjukkan hadits dalam Bukhariy dan Muslim bahwasanya Abu bkr-radliallãhu ánhu-menyebutkan kepada Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam bahwa pakaiannya terjulur maka Nabipun berkata kepadanya "Sesungguhnya kamu melakukan itu bukan bermaksud sombong"
ﻓﺄﺟﺎﺯ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﺇﺳﺒﺎﻝ اﻹﺯاﺭ ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء.
Maka Nabi membolehkan bagi Abu Bakar-radliallãhu ánhu- menjulurkan pakaiannya sebab ia melakukannya bukan karena sombong
ﻭﺫﻫﺐ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎء اﻟﻤﺬاﻫﺐ ﻛﺎﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭاﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﻭاﺑﻦ اﻟﻌﺮﺑﻲ ﻭاﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺫﻟﻚ،
Dan sekelompok dari ahli fiqih madzhab semisal Ibnu Taimiyyah,ibnu Hazmin,Ibnul Arabiy dan Ibnu Hajar akan pengharaman hal tersebut
ﻭﻫﻮ ﺭﻭاﻳﺔ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﺧﺘﺎﺭﻩ اﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﻭاﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻭاﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﻭاﻟﻮاﺩﻋﻲ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم: «ﻣﺎ ﺃﺳﻔﻞ ﻣﻦ اﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ﻓﻔﻲ اﻟﻨﺎﺭ»، ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -،ﻭﻫﺬا اﻟﻮﻋﻴﺪ ﺑﺤﺼﻮﻝ اﻟﻌﺬاﺏ ﻟﻬﺬا اﻟﺠﺰء ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻥ ﻓﻲ ﺣﻖ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻞ ﺛﻮﺑﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺧﻴﻼء،
Dan ini adalah riwayat dari Imam Ahmad dan merupakan pilihan dari Ibnu Baz,Al-Albãniy,Utsaimin dan Al-Wãdiíy berdasarkan keumuman sabdanya shallallãhu àlaihi wasallam {maka apa yang berada dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka} riwayat Bukhariy dari hadits Abu Khurairah-radliallãhu ánhu
Dan ancaman ini berupa azab pada bagian dari badan bagi siapa yang menjulurkan pakaiannya tanpa sombong
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﻠﻪ ﺧﻴﻼء ﻓﺎﻟﻌﺬاﺏ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﺃﻋﻈﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻜﻠﻤﻪ ﻭﻻ ﻳﺰﻛﻴﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻛﻤﺎ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم، ﻓﺎﻟﻮﻋﻴﺪ ﻓﻴﻪ ﺷﺪﻳﺪ، ﻓﻬﻮ ﻣﻦ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ.
Adapun yang menjulurkan pakaiannya karena sombong maka azab baginya lebih besar dan keras yaitu Allãh tidak melihat kepadanya dan tidak berbicara kepadanya dan tidak mensucikannya pada hari kiamat,sebagaimana telah tetap dari Nabi-shallallãhu àlaihi wasallam,maka ancaman pada pelakunya adalah ancaman yang keras dan ia termasuk dosa besar
ﻭﻣﻤﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ، ﺃﻧﻪ ﻣﻈﻨﺔ ﻟﻠﺨﻴﻼء،
Dan perkara yang menunjukan akan pengharamannya secara mutlaq adalah isbal merupakan tempat sangkaan bagi kesombongan
ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻢ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ صلى الله عليه وسلم ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: «وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ قَالَ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
Dan Ahmad,Abu dawud dan At-tirmidzi telah meriwayatkan dari Jabir bin sulaim-radliallãhu ánhu-sesungguhnya Nabi-shallallãhu álaihi wasallam-bersabda { janganlah kau menjulurkan sarung karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan."}
ﻓﺠﻌﻞ ﻣﺠﺮﺩ اﻹﺳﺒﺎﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺨﻴﻠﺔ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺫﻟﻚ.
Maka sekadar isbal dianggap sebagai kesombongan walaupun tidak memaksudkan demikian
ﻭﻣﺎ ﺟﺎء ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻗﺼﺪﻩ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﻌﻬﺪﻩ، ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ: ﺇﻻ ﺃﻥ ﺃﺗﻌﺎﻫﺪ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﻪ، ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺷﻬﺪ ﻟﻪ ﻭﺯﻛﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ؛ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺮﻩ ﺧﻴﻼء، ﻓﻤﻦ ﺯﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﻋﻦ اﻟﺨﻴﻼء. ﻭﻫﺬا اﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ اﻷﺭﺟﺢ.
Dan apa yang datang dari Ibnu Bakr-radliallãhu ánhu- maka bukan dari kemauannya dan ia telah mengupayakan dari hal itu yakni {untuk tidak isbal} dan juga ia telah mempersaksikan kepada Nabi dan Nabipun mentazkiyanya {yakni engkau melakukannya bukan karena sombong}maka siapakah yang telah mendapat tazkiyah dari kesombongan selain Abu Bakr,Dan pendapat ini adalah pendapat yang kuat
{Lihat syarah penjelasan kitab bulughul maram tulisan quru kami syaikh Taufiq Al-Ba'dãniy}
Doa Masuk Desa Atau Kota
Untuk seluruh saudaraku yang berangkat :
Semoga Allah menjaga antum semuanya dan keluarga antum yang ditinggal. Barakallaahu fiikum wa ahliikum.
Doa Masuk Desa Atau Kota
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.
HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37.
Sumber: Hisnul Muslim.
Semoga Allah menjaga antum semuanya dan keluarga antum yang ditinggal. Barakallaahu fiikum wa ahliikum.
Doa Masuk Desa Atau Kota
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.
HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37.
Sumber: Hisnul Muslim.
Jumat, 17 Agustus 2018
MEMBERI UPAH TUKANG JAGAL
🔪 MEMBERI UPAH TUKANG JAGAL 🔪
Sebagian orang yang belum mengetahui hukum ini terkadang bermudah-mudahan memberikan daging qurban kepada tukang jagal (orang yang menyembelih qurban) yang dijadikan sebagai upah baginya.
Padahal memberi upah kepada tukang jagal dari hasil qurban adalah perkara yang terlarang.
Lalu darimana tukang jagal mendapat upah ⁉
Upah tukang jagal diberikan dari uang lain diluar daging qurban. Atau boleh diberi daging qurban bukan sebagai imbal jasa pekerjaannya, namun sebagai pembagian dia sebagai anggota masyarakat.
Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,
أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِىَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ « نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا ».
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurusi onta-onta qurban beliau. Aku mensedekahkan daging, kulit, dan Ajillah (kulit yang ada pada punggung onta). Aku tidak memberi tukang jagal sesuatu dari hasil sembelihan qurban. Nabi bersabda, “Kami memberi upah kepadanya dari uang kami sendiri”. (HR. Muslim no. 1317).
Semoga sedikit penjelasan ini bisa menjadikan ibadah qurban kita lebih berkah dan diterima oleh Allah 'azza wa jalla.
✍ Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
__ °•°•°•°•° __
📡 Yuk Tebar Dakwah Sunnah Bersama Kami Disini ⤵⤵
📲 Join Telegram: goo.gl/FXRzWo
🔎 Group WA Madrosah Sunnah :
085255376903 (Ikhwah)
085298052909 (Akhwat)
📷 InstaGram : goo.gl/xpi3jM
📱 Facebook: goo.gl/QTJ5hi
📹 Youtube : https://goo.gl/qoWKXY
💻 Web: www.madrosahsunnah.or.id
Sebagian orang yang belum mengetahui hukum ini terkadang bermudah-mudahan memberikan daging qurban kepada tukang jagal (orang yang menyembelih qurban) yang dijadikan sebagai upah baginya.
Padahal memberi upah kepada tukang jagal dari hasil qurban adalah perkara yang terlarang.
Lalu darimana tukang jagal mendapat upah ⁉
Upah tukang jagal diberikan dari uang lain diluar daging qurban. Atau boleh diberi daging qurban bukan sebagai imbal jasa pekerjaannya, namun sebagai pembagian dia sebagai anggota masyarakat.
Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,
أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِىَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ « نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا ».
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurusi onta-onta qurban beliau. Aku mensedekahkan daging, kulit, dan Ajillah (kulit yang ada pada punggung onta). Aku tidak memberi tukang jagal sesuatu dari hasil sembelihan qurban. Nabi bersabda, “Kami memberi upah kepadanya dari uang kami sendiri”. (HR. Muslim no. 1317).
Semoga sedikit penjelasan ini bisa menjadikan ibadah qurban kita lebih berkah dan diterima oleh Allah 'azza wa jalla.
✍ Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
__ °•°•°•°•° __
📡 Yuk Tebar Dakwah Sunnah Bersama Kami Disini ⤵⤵
📲 Join Telegram: goo.gl/FXRzWo
🔎 Group WA Madrosah Sunnah :
085255376903 (Ikhwah)
085298052909 (Akhwat)
📷 InstaGram : goo.gl/xpi3jM
📱 Facebook: goo.gl/QTJ5hi
📹 Youtube : https://goo.gl/qoWKXY
💻 Web: www.madrosahsunnah.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)